Enam Bulan Pasca Hype, Benarkah AI Agent Mulai Hidup di Blockchain?

Enam bulan setelah industri kripto mulai serius membicarakan AI agent sebagai kelompok pengguna blockchain berikutnya, perkembangan di sektor ini mulai memberikan gambaran yang lebih jelas.

AI agent memang mulai memiliki wallet, melakukan pembayaran dan mengakses layanan secara otomatis, tetapi adopsinya belum sepenuhnya berlangsung seperti yang sempat dibayangkan.

Pada Februari 2026, Coinbase memperkenalkan Agentic Wallets, infrastruktur wallet yang dirancang khusus agar AI agent dapat menyimpan, menggunakan, memperdagangkan dan memperoleh aset digital dengan batas keamanan tertentu. Langkah itu memperkuat gagasan bahwa pengguna blockchain berikutnya tidak selalu harus manusia.

Beberapa bulan kemudian, Coinbase memperluas konsep tersebut melalui Coinbase for Agents. Diluncurkan pada Juni, layanan ini memungkinkan AI agent terhubung dengan akun Coinbase pengguna untuk melakukan perdagangan, pembayaran dan sejumlah aktivitas finansial sesuai batas yang telah ditentukan pemilik akun.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa integrasi AI dengan kripto mulai bergerak melampaui sekadar token bertema kecerdasan buatan.

Namun, apakah AI agent benar-benar sudah menjadi pengguna besar blockchain?

Jutaan Transaksi Sudah Terjadi, tapi Ada yang Tak Sesuai Ekspektasi

Salah satu teknologi yang menjadi bagian penting dari perkembangan ini adalah x402, protokol pembayaran terbuka yang awalnya dikembangkan Coinbase.

x402 memanfaatkan kode HTTP 402 atau “Payment Required” untuk memungkinkan aplikasi dan perangkat lunak membayar layanan secara langsung.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Ini Jurus Baru OJK untuk Mengembangkan Industri Kripto RI

Dalam praktiknya, sebuah AI agent dapat meminta akses terhadap data, API atau sumber daya komputasi, menerima permintaan pembayaran dan menyelesaikannya tanpa harus melalui proses checkout yang dirancang untuk manusia.

Data dashboard x402 ketika diperiksa menunjukkan 75,41 juta transaksi dalam 30 hari terakhir, dengan sekitar 94.060 pembeli dan 22.000 penjual. Nilai keseluruhan transaksi tersebut mencapai sekitar US$24,24 juta.

x402

Perbandingan antara jumlah transaksi dan nilai dolar menunjukkan karakter yang berbeda dibandingkan sistem pembayaran konsumen pada umumnya.

AI agent dapat melakukan pembayaran dalam jumlah sangat kecil untuk satu akses API, dataset atau kapasitas komputasi. Karena itu, jutaan transaksi tidak harus menghasilkan nilai pembayaran miliaran dolar.

Coinbase Institutional sebelumnya juga menyoroti potensi penggunaan stablecoin untuk pembayaran semacam ini. Menurut perusahaan tersebut, sistem pembayaran berbasis blockchain lebih sesuai untuk transaksi perangkat lunak yang membutuhkan pembayaran otomatis, instan dan bernilai kecil.

Namun, ada satu batasan penting. Tidak seluruh transaksi x402 otomatis berasal dari AI agent. Protokol tersebut juga dapat digunakan oleh API, aplikasi dan sistem otomatis lainnya. Karena itu, 75 juta transaksi tidak dapat diterjemahkan menjadi 75 juta AI agent aktif.

AI Agent Mulai Punya “Ekonomi” Sendiri di Blockchain

Meski jumlah pengguna AI sebenarnya masih sulit dihitung, infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka terus berkembang.

BACA JUGA:  IMF Buka Suara soal Stablecoin, Peluang Besar tapi Risikonya Serius

Pada Juli 2026, Linux Foundation mengumumkan peluncuran operasional x402 Foundation, dengan sekitar 40 anggota dari sektor teknologi, pembayaran dan keuangan. Organisasi tersebut dibentuk untuk mengembangkan x402 sebagai standar pembayaran internet terbuka yang dapat digunakan AI agent, aplikasi dan API.

Ekosistem lain juga mulai menunjukkan aktivitas ekonomi. Virtuals Protocol, misalnya, mengembangkan EconomyOS, yang menyediakan identitas, wallet, izin, pekerjaan dan modal terprogram bagi AI agent.

Platform itu juga memiliki Agent Commerce Protocol yang memungkinkan satu agent menemukan layanan, mempekerjakan agent lain dan menyelesaikan pembayaran secara otomatis.

Pada saat data diperiksa, dashboard Virtuals mencatat sekitar 45.564 unique agents, 1,48 juta jobs dan US$2,27 juta revenue dalam USDC.

Virtuals Protocol

Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi berbasis AI agent sudah mulai muncul, meski skalanya masih berada pada tahap awal.

Sudah Datang ke Blockchain, tapi Benarkah Mereka Jadi Pengguna Baru?

Tantangan berikutnya adalah mengukur seberapa besar adopsi tersebut sebenarnya.

Berbeda dengan pengguna manusia, satu AI agent dapat mengoperasikan beberapa wallet. Beberapa agent juga dapat menggunakan infrastruktur yang sama, sementara transaksi otomatis pada blockchain belum tentu melibatkan teknologi AI.

Akibatnya, metrik seperti jumlah wallet atau transaksi belum cukup untuk menentukan berapa banyak AI agent yang benar-benar beraktivitas secara mandiri.

BACA JUGA:  Gawat! 500 Juta SAND Dicetak Secara Misterius, The Sandbox Diduga Kebobolan

Namun, enam bulan setelah kemunculan Agentic Wallets, arah perkembangannya mulai terlihat.

Narasi awal banyak membayangkan AI agent akan menjadi pengguna kripto baru yang memiliki wallet, berdagang dan mengelola aset sendiri. Dalam praktiknya, penggunaan yang mulai berkembang justru lebih banyak berada pada lapisan infrastruktur.

AI agent mulai digunakan untuk membayar API, membeli data, mengakses layanan digital, menjalankan instruksi finansial dan melakukan pembayaran berbasis stablecoin secara otomatis.

Dengan kata lain, AI agent memang mulai masuk ke ekosistem kripto, tetapi bukan semata-mata sebagai trader atau pemegang token.

Perkembangan awal justru menunjukkan potensi blockchain sebagai sistem pembayaran bagi perangkat lunak, di mana pihak yang melakukan transaksi tidak selalu merupakan manusia.

Apakah model tersebut akan berkembang menjadi ekonomi AI dalam skala besar masih membutuhkan waktu dan data yang lebih panjang. Namun, enam bulan terakhir menunjukkan bahwa gagasan AI sebagai pengguna blockchain sudah mulai memiliki aktivitas nyata di balik narasinya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait