Epstein dan Hubungan Tak Terduga dengan Co-Founder Tether

Rilis jutaan dokumen DOJ pada akhir Januari 2026 kembali membuka relasi gelap di balik industri kripto. Salah satu temuan paling mencolok adalah kedekatan Jeffrey Epstein dengan Brock Pierce, Co-founder Tether.

Dokumen Epstein Files menunjukkan hubungan keduanya terjalin melalui email dan pertemuan privat selama bertahun-tahun, bahkan menguat setelah Jeffrey Epstein divonis bersalah pada 2008.

Relasi Epstein–Pierce Menguat Pasca Vonis 2008

Dokumen DOJ memperlihatkan bahwa komunikasi Epstein dan Pierce berlangsung intens sejak 2010-an. Keduanya bertukar email, mengatur pertemuan, dan memanfaatkan jaringan masing-masing untuk membuka akses ke lingkaran bisnis, politik, dan teknologi.

Dalam sejumlah korespondensi, Epstein dan juga Brock Pierce membahas perempuan dengan nada transaksional, bersamaan dengan diskusi soal kripto yang mereka jalani secara rutin.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pada 2012, Pierce bahkan diminta untuk “mengambil foto” saat bepergian ke Moskow, Kiev, dan Odessa guna mencarikan “hadiah.” Di tahun yang sama, Pierce berterima kasih kepada Epstein atas “waktu menyenangkan bersama para gadis.”

Email Jeffrey Epstein ke Brock Pierce - DOJ
Email Jeffrey Epstein ke Brock Pierce – DOJ

Pola ini menunjukkan bahwa hubungan antara Co-founder Tether dan Epstein tidak berdiri di satu dimensi. Urusan personal, hiburan, dan bisnis bercampur tanpa batas yang jelas.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Fase Kapitulasi, Level US$74.000 Jadi Kunci

“Alice” dan Sisi Personal yang Tersembunyi

Bagian paling sensitif dari dokumen ini menyangkut relasi romantis Pierce dengan seorang perempuan yang kerap disebut sebagai asisten Epstein. Demi kehati-hatian, sejumlah pihak menyebutnya sebagai “Alice”.

Dalam email November 2017, Epstein menegur Alice setelah ia menolak tawaran pernikahan Pierce. “Plans?? Brock? Travel?” tulis Epstein, seraya menyebut sudah “waktunya tumbuh dewasa.”

Ia membalas dengan nada personal dan mengakui bahwa dirinya masih berjuang secara finansial, sekaligus memandang pekerjaan sebagai bentuk kemandirian.

“Brock dan saya berhubungan baik dan saya menyayanginya, tetapi ia sudah menikah untuk saat ini dan menjalani gaya hidup yang menurut saya sulit diikuti secara sehat,” tulis Alice, menutup pesannya dengan kalimat, “I love you.”

Percakapan Epstein dan Alice - Jmail
Percakapan Epstein dan Alice – Jmail

Email lain menunjukkan Epstein mengatur detail kecil kehidupan Alice, mulai dari visa hingga mengingatkan ulang tahunnya kepada Pierce. Saat Pierce berterima kasih atas pengingat tersebut, Epstein menjawab singkat namun tajam, “Kamu mengingatnya sendiri.”

Dari Konferensi Tertutup ke Pulau Pribadi

Jejak awal kedekatan Epstein dan Pierce dapat ditelusuri ke 2011, saat Pierce menghadiri konferensi tertutupMindshift” di Kepulauan Virgin. Acara tersebut digelar untuk memulihkan citra Epstein pasca vonis 2008.

BACA JUGA:  Iklan Marjan 2026: Saat Tikus Rakus Melahap Kripto

Dari forum eksklusif itu, Co-Founder Tether mulai masuk ke lingkaran orang-orang yang disukai Jeffrey Epstein. Kontak keduanya kemudian berlanjut lewat komunikasi personal dan rencana pertemuan lanjutan.

Undangan pun merambah ke rumah Epstein di Manhattan hingga ke pulau pribadinya. Dalam satu email, Pierce menulis siap dijemput “di dermaga” sebelum sarapan, dengan rencana pertemuan di New York, Beijing, hingga Karibia.

Kedekatan ini kontras dengan pernyataan publik Pierce usai kematian Epstein pada 2019. Saat itu, pihak Pierce menyebut komunikasi mereka terbatas pada urusan kripto dan acara industri, sementara dokumen pada Epstein Files justru menggambarkan relasi yang lebih personal.

Kripto, Investasi, dan Jaringan Kekuasaan

Di ranah bisnis, Epstein dan Pierce rutin bertukar kabar soal kripto. Saat “Bitcoin menembus US$500,” Pierce dengan antusias memberi tahu Epstein. Ia juga melibatkan Epstein dalam rencana akuisisi Mt. Gox sebelum runtuh, serta menawarkan bantuan mengenalkan Epstein ke Tyler dan Cameron Winklevoss.

BACA JUGA:  Tether Gaspol ke Ekonomi Kreator dengan Investasi Terbarunya

Dari jalur inilah Epstein akhirnya berinvestasi sekitar US$3 juta di Coinbase pada 2014, setelah peluang tersebut diperkenalkan oleh Pierce. Dokumen DOJ juga mengungkap investasi Epstein di Blockstream, serta undangan kepada Adam Back ke pulau pribadinya.

Relasi ini meluas ke figur lain seperti Andrew Farkas dan Steve Bannon. Bahkan, dalam satu email, Epstein berkelakar, “Jika saya bisa short Bitcoin, saya akan melakukannya.” Farkas menanggapi, “Bukan saya, tapi mungkin anakmu Brock.”

8 Hal Menarik soal Keterkaitan Coinbase dan Jeffrey Epstein

Kini, setelah Epstein Files terbuka, satu benang merah menjadi jelas. Epstein bukan sekadar bayangan di pinggir sejarah kripto. Ia merupakan simpul relasi yang menghubungkan uang, kekuasaan, dan sisi personal para tokoh industri kripto.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia