Epstein Files Buka Kotak Pandora Kripto, Peter Thiel dan a16z Disorot

Sebuah rekaman audio lama yang muncul dari Epstein Files kembali membuat publik tertarik. Potongan percakapan ini ramai dibahas karena menyeret nama-nama besar yang selama ini dikenal berada di lingkar dalam teknologi dan keuangan.

Sorotannya tak lagi berhenti di ranah politik. Diskusi tersebut merembet ke dunia kripto dan modal ventura Silicon Valley, memancing publik menelusuri ulang benang merah antara elite teknologi, kekuasaan, dan fase awal berkembangnya kripto serta teknologi blockchain.

Peter Thiel, Palantir, dan Narasi “Smart Money

Dalam potongan audio yang dibagikan oleh TRT World pada Rabu (03/02/2026), Epstein terdengar berbicara dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak. Di tengah obrolan, Epstein menyebut satu nama yang memicu perhatian komunitas kripto: Peter Thiel.

Epstein bahkan menyarankan Barak untuk “bicara dengan Peter Thiel” dan menyebut Thiel akan datang ke suatu tempat pada pekan berikutnya. Nama Thiel muncul bukan sebagai tokoh politik, melainkan figur kunci di dunia teknologi, data, dan investasi.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Survei: 56 Persen Pengguna Stablecoin Siap Tambah Aset 2026

“Peter Thiel adalah salah satu yang terbaik. Saya belum pernah bertemu dengannya. Dia akan datang ke sini minggu depan, jadi saya ingin berbicara dengannya setelah saya berbicara dengan Anda,” jelas Epstein.

Inilah Dukungan Peter Thiel, Sang pendiri PayPal, kepada Bitcoin

Peter Thiel bukan figur sembarangan. Ia dikenal sebagai pendiri Palantir, perusahaan analitik data yang kerap dikaitkan dengan pemerintah dan keamanan nasional. Di luar itu, Thiel juga tercatat sebagai salah satu pendukung awal Bitcoin melalui Founders Fund.

Di komunitas kripto, Peter Thiel juga kerap dipandang sebagai representasi “smart money”, yakni investor yang biasanya masuk lebih awal dan berani mengambil posisi berlawanan dengan arus pasar.

Ia juga pernah menilai Bitcoin memiliki potensi sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan sistem moneter tradisional, meski pandangan tersebut terus memicu pro dan kontra di kalangan pelaku industri.

BACA JUGA:  Jeffrey Epstein: Analogi Kripto Mirip Ciuman Rahasia di Pesta Topeng

Epstein Sebut a16z sebagai Kekuatan Baru Silicon Valley

Menariknya, dalam audio tersebut Epstein juga menyinggung Andreessen Horowitz atau a16z, firma modal ventura yang dalam beberapa tahun terakhir menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar di industri kripto global.

Andreessen Horowitz dikenal agresif mendukung blockchain sejak 2021, termasuk membentuk dana khusus kripto bernilai miliaran dolar AS. Dari Layer-1, DeFi, NFT, hingga Web3, a16z hadir hampir di semua lini utama industri.

Dalam audio tersebut, Jeffrey Epstein menggambarkan a16z sebagai “the new smart boys of Silicon Valley,” bahkan menilai firma ini berpotensi melampaui nama legendaris seperti Sequoia.

“Mereka adalah perusahaan modal ventura terbesar di Silicon Valley. Bahkan lebih besar dari Sequoia atau Kleiner Perkins. Ini adalah Kleiner Perkins versi baru. Semua orang tahu, mereka adalah smart boys,”

BACA JUGA:  Skyholic Akhirnya Muncul ke Publik, Identitasnya Bikin Kaget!

Perlu ditegaskan, kemunculan nama Peter Thiel atau a16z dalam dokumen Jeffrey Epstein tidak otomatis berarti keterlibatan kriminal. Banyak nama besar muncul karena jejaring sosial dan bisnis yang luas, terutama pada fase awal teknologi dan kripto.

Epstein Files Picu Spekulasi, Satoshi Nakamoto Diduga Bukan Satu Orang

Audio pada Epstein Files lebih memberi konteks tentang pertemuan dunia kripto, modal ventura, dan elite teknologi. Bukan bukti kejahatan, melainkan gambaran bahwa kripto sejak awal kerap berada dekat dengan pusat kekuasaan dan modal besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia