Epstein Files, MIT, dan Bayang-Bayang di Balik Bitcoin

Serangkaian email lama, donasi tersembunyi, dan pertemuan tertutup kembali mengusik narasi idealis Bitcoin. Dari MIT hingga lingkaran elit Manhattan, potongan fakta ini menyatu dan membuka bab baru yang jauh lebih gelap dari sekadar misteri Bitcoin dan Satoshi Nakamoto.

Email Lama yang Membuka Pintu Misteri Baru

Tabir keterkaitan Jeffrey Epstein dengan Bitcoin perlahan tersibak setelah rangkaian dokumen dan email lama mencuat ke publik. Fakta ini tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan temuan sebelumnya soal pendanaan, relasi elit, dan akses awal terhadap kripto.

Dikutip dari laporan sebelumnya, Jeffrey Epstein secara kasual mengklaim pernah berbicara dengan para pendiri Bitcoin. Pilihan kata founders, bukan founder, langsung memantik spekulasi baru di komunitas kripto global.

Epstein Files Picu Spekulasi, Satoshi Nakamoto Diduga Bukan Satu Orang

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pernyataan itu janggal. Pada periode tersebut, Bitcoin masih jauh dari sorotan arus utama dan diperdagangkan di kisaran ratusan dolar AS. Namun, Epstein menuliskannya seolah berbicara dengan pencipta Bitcoin adalah hal lumrah dalam lingkaran relasinya.

BACA JUGA:  Kerontokan Harga Bitcoin Berikutnya Dibahas Analis: Demand di US$58,9 Ribu

Dari sini, muncul pertanyaan besar. Jika Epstein memang memiliki akses sedekat itu, seberapa besar peran jejaring sosial elit dalam membentuk sejarah Bitcoin yang selama ini dipandang anonim dan independen?

MIT, Media Lab, dan Donasi yang Disembunyikan

Benang merah berikutnya mengarah ke Massachusetts Institute of Technology. Pada 2019, terungkap bahwa Epstein menyalurkan donasi ke MIT Media Lab melalui jalur yang sengaja disamarkan.

Tokoh sentral dalam skema ini adalah Joichi Ito, yang saat itu menjabat sebagai direktur MIT Media Lab. Laporan yang beredar mengungkap bahwa Ito menerima dan menyembunyikan donasi Epstein, bahkan setelah status kriminalnya diketahui secara luas.

Fakta ini menjadi krusial karena MIT Media Lab terlibat langsung dalam sejumlah proyek sensitif. Tidak hanya riset teknologi mutakhir, tetapi juga pengembangan kripto dan mata uang digital.

Sehubungan dengan hal tersebut, skandal itu berujung pada pengunduran diri Joichi Ito pada 2019 karena ia mengakui telah menyetujui dan menerima donasi dari Jeffrey Epstein.

BACA JUGA:  Sinyal On-Chain Ini Isyaratkan Bitcoin Siap Ulangi Reli Besar

“Sayangnya, Lab telah menerima uang melalui yayasan yang ia kendalikan. Saya mengetahui tentang pemberian dana dan diterima dengan izin saya. Saya juga mengizinkannya untuk berinvestasi di beberapa dana saya yang berinvestasi di perusahaan teknologi di luar MIT,” jelasnya.

Dana Epstein dan Penopang Pengembangan Bitcoin 

Relevansi kasus ini dengan Bitcoin terletak pada peran MIT Digital Currency Initiative. Email asli Joichi Ito kepada Jeffrey Epstein pada 25 April 2015 mengonfirmasi bahwa gift funds dari Epstein digunakan untuk menopang inisiatif tersebut.

Pada periode itu, Bitcoin Foundation mengalami krisis pendanaan. MIT DCI bergerak cepat dan menjadi rumah utama pengembang Bitcoin Core, termasuk Gavin Andresen dan Wladimir van der Laan.

“Kami bergerak cepat dengan berbicara kepada semua pemangku kepentingan dan ketiga pengembang tersebut memutuskan untuk bergabung dengan Media Lab. Ini adalah kemenangan besar bagi kami,” tulis Ito.

BACA JUGA:  Binance Diam-diam Serok Bitcoin Rp7,17 Triliun Lewat SAFU
Email Joichi Ito dengan Jeffrey Epstein Bitcoin - DOJ
Email Joichi Ito dengan Jeffrey Epstein – DOJ

Langkah ini menjaga pengembangan Bitcoin tetap berjalan di fase paling rapuh. Namun, fakta bahwa sebagian dana penopangnya berasal dari Jeffrey Epstein mengubah cara publik memandang sejarah awal Bitcoin.

Temuan pada Epstein Files memang tidak membuktikan bahwa dirinya mengendalikan Bitcoin. Namun, ia menunjukkan bahwa dana dan pengaruhnya berada sangat dekat dengan infrastruktur krusial yang menopang jaringan Bitcoin.

Kini, setelah dokumen Epstein dibuka, misteri Bitcoin tidak lagi sekadar soal kriptografi, kode ataupun Satoshi. Ia juga tentang kekuasaan, akses, dan bagaimana sejarah besar bisa tersembunyi begitu lama dari pengawasan publik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia