Sebuah potongan email lama kembali mengusik misteri terbesar dalam sejarah kripto. Dalam dokumen email yang dibagikan oleh Minus Wells di X pada Sabtu (31/01/2026), nama Jeffrey Epstein muncul dengan klaim yang tak terduga.
Dalam email tersebut, Epstein mengaku pernah berbicara dengan para pendiri Bitcoin. Ia menggunakan istilah founders, bukan founder, yang langsung menarik perhatian komunitas kripto.
Email 2016 yang Mengusik Narasi Lama
Di antara jutaan halaman dokumen DOJ yang dirilis ke publik, terselip sebuah email bertanggal 13 Oktober 2016. Dalam email tersebut, Jeffrey Epstein menyebut dirinya telah berbicara dengan “some of the founders of bitcoin.”
Email itu dikirim kepada Raafat Abdulla Saad Al Sabbagh, seorang kontak asal Arab Saudi. Konteksnya adalah proposal Epstein mengenai mata uang digital yang patuh syariah untuk kawasan Timur Tengah, dengan Bitcoin dijadikan referensi utama.
Yang menarik, klaim tersebut disampaikan secara kasual. Tidak ada nada sensasional atau upaya pembuktian. Jeffrey Epstein menuliskannya seolah berbicara dengan pencipta Bitcoin adalah hal biasa dalam lingkaran relasi elitnya.

Pada 2016, Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran US$500 hingga US$600 dan belum menjadi aset arus utama. Fakta bahwa Epstein memiliki akses langsung ke para penciptanya pada fase awal membuat pernyataan ini terasa semakin janggal.
Jika Satoshi Nakamoto Bukan Satu Orang
Selama ini, Satoshi Nakamoto dikenal sebagai satu entitas yang menulis whitepaper Bitcoin, meluncurkan jaringan pada 2009, lalu menghilang pada 2011. Wallet yang diyakini miliknya, berisi lebih dari satu juta BTC, tidak pernah tersentuh hingga kini.
Namun, jika Bitcoin memang diciptakan oleh sebuah kelompok, banyak teka-teki lama menjadi masuk akal. Gaya bahasa yang berbeda, aktivitas lintas zona waktu, hingga kompleksitas kode awal BTC tak lagi harus dijelaskan oleh satu sosok jenius tunggal.
Spekulasi soal identitas Satoshi Nakamoto sendiri telah menyasar banyak nama, dari Hal Finney, Nick Szabo, Emma Hopwood, bahkan lembaga negara. Craig Wright juga sempat mengklaim sebagai Satoshi, sebelum klaimnya runtuh di pengadilan.
Kini, klaim Epstein menambah lapisan misteri baru. Bukan melalui bukti teknis, melainkan lewat akses sosial, sesuatu yang selama ini jarang disentuh dalam upaya mengungkap identitas Satoshi Nakamoto.
Jejak Jeffrey Epstein di Lingkaran Awal Bitcoin
Temuan ini tidak berdiri sendiri. Dalam laporan sebelumnya, terungkap bahwa Jeffrey Epstein memiliki hubungan dekat dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia tercatat menyalurkan sekitar US$850.000 ke MIT dalam periode 2002–2017.
Sebagian dana tersebut mengalir ke MIT Digital Currency Initiative (DCI), lembaga yang berperan krusial saat Bitcoin Core mengalami krisis. MIT DCI membayar pengembang inti seperti Gavin Andresen dan Wladimir van der Laan agar pengembangan tetap berjalan.
Yang menjadi sorotan, Epstein mengunjungi MIT setidaknya sembilan kali dan bertemu staf secara privat. Secara internal, namanya bahkan disamarkan dengan julukan “Voldemort” demi menjaga kerahasiaan sumber dana.
Email dan catatan lain juga mengungkap pertemuan tertutup di kediaman Epstein di Manhattan. Hadir dalam lingkaran ini sejumlah figur berpengaruh, termasuk Brock Pierce dan mantan Menteri Keuangan AS, Larry Summers.
Misteri Satoshi yang Justru Kian Gelap
Dokumen DOJ yang dirilis ke publik masih dipenuhi sensor. Dari sekitar enam juta halaman yang dinilai relevan, hanya sekitar 3,5 juta yang dibuka, memicu desakan audit lanjutan dari sejumlah legislator AS.
Hingga kini, tidak ada bukti bahwa Jeffrey Epstein menciptakan atau mengendalikan Bitcoin. Namun, dokumen yang muncul menunjukkan bahwa ia memiliki kedekatan dengan individu dan institusi yang berada di lingkaran awal ekosistem Bitcoin.
Klaim Epstein dalam email tersebut lebih menggambarkan akses dan relasi, bukan peran sebagai pencipta. Ia menempatkan dirinya sebagai pihak yang mengenal dan berkomunikasi dengan orang-orang di balik Bitcoin.
Selama ini, Satoshi Nakamoto dipandang sebagai sosok anonim yang idealis dan menghilang tanpa mengambil keuntungan pribadi. Setelah Epstein Files dibuka, misteri Satoshi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga jejaring kekuasaan di balik kemunculan Bitcoin.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



