Industri kripto diperkirakan memasuki fase baru. Menurut analis ARK Invest, konsolidasi besar mulai terjadi seiring pendapatan yang semakin terkonsentrasi pada segelintir proyek, membuka jalan bagi merger, akuisisi, hingga penutupan exchange dan proyek kripto.
Pendapatan Industri Kripto Makin Terkonsentrasi
Industri kripto diperkirakan sedang memasuki fase konsolidasi terbesar sepanjang sejarah. Pandangan tersebut disampaikan Lorenzo Valente, Research Associate di ARK Invest, melalui unggahan terbarunya di X pada Kamis (30/07/2026).
Menurut Valente, investor kini lebih selektif dibandingkan beberapa tahun lalu. Proyek maupun crypto exchange yang belum mampu membangun product-market fit kesulitan memperoleh pendanaan dan menarik minat pasar dan pada akhirnya kehilangan daya saing.
“Struktur pasar kripto telah berubah. Modal kini jauh lebih selektif, sementara tim pengembang dan exchange yang tidak memiliki product-market fit (PMF) yang nyata mulai berguguran,” jelasnya.
Di sisi lain, pendapatan industri justru terkonsentrasi pada sejumlah protokol. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemain terkuat terus memperlebar jarak, sedangkan proyek yang lebih kecil semakin tertinggal.

Valente mengungkapkan bahwa Hyperliquid dan Pump.fun menyumbang 67 persen dari total pendapatan aplikasi kripto. Jika ditambah dengan Ethena, tiga proyek tersebut menguasai hampir 80 persen pendapatan industri.
Kondisi tersebut menjadi tingkat konsentrasi pendapatan tertinggi yang terjadi di pasar kripto. Artinya, sebagian besar nilai ekonomi kini berputar di tangan segelintir pemain yang berhasil membangun produk dengan adopsi kuat.
Gelombang Merger hingga Kebangkrutan Diprediksi Meningkat
Melihat tren tersebut, Valente memperkirakan proses konsolidasi akan semakin cepat dalam beberapa bulan mendatang. Dampaknya bukan hanya meningkatnya persaingan, tetapi juga lahirnya berbagai aksi korporasi di industri kripto, termasuk merger dan kebangkrutan.
“Saya memperkirakan tren ini akan semakin intens dalam beberapa bulan ke depan. Akan ada lebih banyak merger dan akuisisi (M&A), pengajuan kebangkrutan melalui Chapter 11, penutupan proyek, hingga acqui-hire,” tuturnya.
Meski terdengar keras, Valente menilai proses tersebut sebagai perkembangan yang positif. Menurutnya, konsolidasi ini merupakan sesuatu yang “extremely bullish” bagi industri kripto dalam jangka panjang.
Pandangan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa modal dan talenta akan semakin terkonsentrasi pada proyek kripto yang benar-benar memiliki utilitas nyata. Dengan begitu, ekosistem dapat berkembang secara lebih sehat dan efisien.
Penutupan Crypto Exchange Jadi Bukti Konsolidasi
Prediksi ARK Invest bukan sekadar teori. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah crypto exchange mengumumkan penghentian operasional, memperkuat indikasi bahwa gelombang konsolidasi memang mulai terjadi di industri kripto.
Pekan lalu, BitMEX mengumumkan akan menutup layanan bursa pada September mendatang. Sebelumnya, platform ini juga mempercepat penghapusan berbagai pasangan perdagangan dan kontrak derivatif akibat rendahnya minat transaksi.
Tak lama kemudian, BitMart menyatakan akan menghentikan layanan perdagangan mulai 26 Agustus sebelum menutup seluruh operasionalnya pada Januari 2027. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan meninjau kembali kondisi operasional dan lingkungan pasar.
Jika tren ini berlanjut, industri crypto akan dihuni lebih sedikit pemain, tetapi dengan fondasi bisnis yang lebih kuat. Bagi investor, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa pasar kripto bergerak menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


