Era Baru Polymarket, Manipulasi dan Insider Trading Kini Disikat

Polymarket resmi memperketat aturan integritas pasar di seluruh platform-nya, termasuk layanan berbasis DeFi dan bursa di AS yang berada di bawah pengawasan regulator.

Kebijakan ini menandai langkah tegas platform prediction market tersebut dalam melarang praktik insider trading, spoofing, wash trading, hingga upaya manipulasi hasil peristiwa yang menjadi dasar taruhan. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sorotan publik dan tekanan regulator terhadap aktivitas perdagangan berbasis prediksi.

Dalam pembaruan kebijakan tersebut, Polymarket secara eksplisit mendefinisikan berbagai bentuk pelanggaran yang sebelumnya berada di area abu-abu. Insider trading kini mencakup penggunaan informasi rahasia yang tidak tersedia untuk publik, termasuk data yang diperoleh secara ilegal maupun melalui hubungan internal.

Selain itu, individu yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi hasil suatu peristiwa juga dilarang untuk mengambil posisi di pasar terkait. Aturan ini berlaku di seluruh ekosistem Polymarket, baik untuk pengguna global di jaringan DeFi maupun pengguna di bursa berbasis regulasi di AS.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Reksa Dana Kripto Segera Hadir di Indonesia? OJK Beri Petunjuk

Kepala Bagian Hukum Polymarket, Neal Kumar, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperjelas standar kepatuhan di platform tersebut.

“Peningkatan aturan ini membuat ekspektasi kami sangat jelas bagi setiap peserta di kedua platform dan menyoroti infrastruktur kepatuhan yang telah kami bangun. Seiring Polymarket terus berkembang, kami akan membangun fondasi ini dengan komunikasi yang jelas kepada pengguna Polymarket untuk memastikan pasar kami melakukan yang terbaik, menampilkan kebenaran,” ujar Neal Kumar dalam siaran pers, pada Senin (23/3/2026).

Pengawasan Diperkuat, Sistem Lebih Transparan

Selain memperjelas aturan, Polymarket juga meningkatkan sistem pengawasan melalui pendekatan multi-layer yang menggabungkan pemantauan on-chain dan off-chain.

Platform ini menyediakan mekanisme pelaporan bagi pengguna untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, sekaligus menerapkan sistem monitoring yang disesuaikan antara layanan DeFi dan bursa di AS.

BACA JUGA:  ICE Suntik Rp10,14 Triliun ke Polymarket, Ini Tujuannya

Transparansi berbasis blockchain tetap menjadi fondasi utama, namun kini diperkuat dengan lapisan pengawasan tambahan untuk mencegah praktik manipulatif.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kompleksitas aktivitas perdagangan di Polymarket.

Dalam beberapa kasus, transparansi on-chain dinilai belum cukup untuk mencegah praktik seperti penggunaan banyak dompet (multi-wallet) atau upaya penyamaran aktivitas transaksi. Oleh karena itu, pengawasan tambahan dinilai penting untuk menjaga keadilan dan integritas pasar.

Sorotan Insider Trading dan Tekanan AS Ubah Arah Kebijakan

Pengetatan aturan Polymarket tidak lepas dari sejumlah peristiwa yang memicu kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan pasar.

Dalam beberapa waktu terakhir, muncul dugaan aktivitas perdagangan yang mengindikasikan penggunaan informasi non-publik, termasuk kasus seorang trader yang secara akurat memprediksi eskalasi konflik geopolitik dan memasang taruhan besar pada skenario lanjutan.

Pola transaksi tersebut memicu spekulasi mengenai kemungkinan insider trading yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar.

BACA JUGA:  Iran dan AS Berdamai? Trader Polymarket Ini Sudah Beri “Sinyal”

Di sisi lain, tekanan dari regulator AS juga turut mendorong perubahan kebijakan ini. Sejumlah anggota parlemen AS dilaporkan tengah mendorong pembatasan terhadap prediction market yang dinilai memiliki karakteristik serupa dengan perjudian.

Kondisi tersebut membuat Polymarket mengambil langkah proaktif untuk memperkuat standar kepatuhan dan menjaga keberlanjutan operasionalnya di tengah lanskap regulasi yang semakin ketat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait