Espresso (ESP) Meroket dan Bersiap Jadi Tulang Punggung L2

Token Espresso (ESP) melonjak tajam dan masuk daftar crypto trending terbaru setelah mencatat kenaikan harga lebih dari 45 persen dalam 24 jam, didorong oleh lonjakan volume perdagangan, peluncuran token, distribusi airdrop, serta transisi jaringan menuju model proof-of-stake dan permissionless.

Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap peran Espresso sebagai infrastruktur sequencer terdesentralisasi yang dirancang khusus untuk mendukung ekosistem layer-2 (L2).

Data pasar menunjukkan bahwa volume perdagangan harian ESP melonjak hingga mendekati US$100 juta, mencerminkan peningkatan signifikan dalam aktivitas investor dan likuiditas.

Momentum ini diperkuat oleh dukungan perdagangan derivatif di platform besar seperti Binance dan Coinbase, yang memungkinkan eksposur lebih luas bagi trader global.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Selain itu, distribusi token melalui airdrop komunitas turut mempercepat adopsi awal jaringan, sekaligus meningkatkan jumlah pengguna dan partisipasi dalam ekosistem Espresso.

Espresso Bersiap Transisi

Setelah peluncuran tokennya, jaringan Espresso kini bersiap bertransisi dari model permissioned validator ke model proof-of-stake permissionless dalam beberapa minggu mendatang.

Model anyar ini akan memungkinkan siapa pun untuk berpartisipasi dalam mengamankan jaringan melalui staking token ESP, sekaligus mendukung operasi protokol secara terdesentralisasi.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Zona Rugi, Sinyal Pembentukan Bottom Baru?

Espresso Foundation menyatakan bahwa total pasokan token ditetapkan sebesar 3,59 miliar ESP, dengan 10 persen dialokasikan untuk airdrop komunitas yang sepenuhnya terbuka.

CEO dan salah satu Pendiri Espresso Systems, Ben Fisch, mengatakan bahwa distribusi token bertujuan memperluas partisipasi dan memperkuat jaringan sejak tahap awal.

“Ada berbagai cara untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat. Ide utamanya adalah untuk mengedarkan token di antara anggota komunitas luas kami, sekaligus memberikan penghargaan atas partisipasi dan adopsi awal jaringan Espresso,” ujar Fisch.

Ia menambahkan bahwa proyek ini dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan rollup layer-2, bukan untuk bersaing dengan blockchain layer-1.

“Layer-2 hanya membutuhkan satu hal dari layer-1, yaitu finalitas. Seberapa baik sebuah layer-1 menyediakan layanan kepada layer-2 diukur dari dua hal, seberapa aman blockchain tersebut dan seberapa cepat ia dapat memberikan finalitas,” ujar Fisch.

Fisch menegaskan bahwa pendekatan ini membedakan Espresso dari jaringan lain.

“Berbeda dengan Ethereum, atau layer-1 lainnya yang ada, ini dirancang untuk layer-2. Ini tidak bersaing dengan L2. Ini dirancang untuk L2,” tambahnya.

BACA JUGA:  Kenapa Timothy Ronald Belum Dipanggil Polisi? Ini Penjelasan Skyholic

Infrastruktur Sequencer Terdesentralisasi untuk Rollup

Espresso merupakan proyek infrastruktur blockchain yang menyediakan layanan shared sequencer terdesentralisasi bagi rollup, yaitu solusi L2 yang digunakan untuk meningkatkan skalabilitas blockchain utama seperti Ethereum.

Sequencer berfungsi mengatur urutan transaksi sebelum dikonfirmasi di layer-1. Saat ini, banyak rollup masih menggunakan sequencer terpusat, yang menciptakan risiko gangguan operasional, sensor transaksi dan potensi manipulasi.

Melalui shared sequencer network, Espresso memungkinkan banyak rollup menggunakan sistem sequencing yang sama secara terdesentralisasi, sehingga meningkatkan keamanan dan keandalan jaringan.

Sistem ini didukung oleh teknologi konsensus yang dirancang untuk memberikan finalitas transaksi secara cepat dan aman, sekaligus mendukung interoperabilitas antar-rollup.

Eksposur proyek ini juga meningkat setelah tim Espresso berbicara langsung dalam konferensi ETHDenver 2026, salah satu acara Web3 terbesar di dunia. Partisipasi tersebut memperkuat posisi Espresso sebagai pemain penting dalam pengembangan infrastruktur layer-2.

Analisis Teknikal Tunjukkan Potensi Lanjutan

Dari sisi teknikal, Alpha Crypto mencatat bahwa struktur harga ESP telah menyelesaikan pola inverse head and shoulders dan berhasil menembus neckline dengan momentum kuat, yang mengindikasikan potensi pembalikan tren bullish setelah fase penurunan sebelumnya.

BACA JUGA:  Waduh! Agen AI Salah Transfer Meme Coin Senilai Rp7,4 Miliar

analisis ESP Terbaru

Mereka juga menilai bahwa jika harga mampu mempertahankan neckline sebagai support saat retest, maka peluang kenaikan lanjutan akan tetap terbuka, sementara kegagalan mempertahankan level tersebut dapat melemahkan struktur bullish.

Sementara itu, analis Noah Mateo menyebut bahwa, meski token ESP tengah mengalami lonjakan dan menunjukkan potensi pergerakan lebih tinggi, kondisi order book-nya saat ini mencerminkan tekanan bearish jangka pendek, atau ada potensi koreksi.

Penilaian ini menunjukkan bahwa meskipun momentum bullish telah terbentuk, volatilitas dan dinamika pasar masih akan memainkan peran penting dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia