ETH Bersiap Hajar BTC, Pola Langka Ini Isyaratkan Reli Besar

ETH kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis melihat sinyal teknikal yang membuka peluang penguatan terhadap Bitcoin. Pair ETH/BTC dinilai sedang menguji area krusial setelah berbulan-bulan bergerak di dalam pola descending channel.

Jika berhasil menembus resistance utama, pasangan ini diperkirakan berpotensi mencatat reli hingga sekitar 50 persen, sekaligus memperkuat peluang dimulainya rotasi modal menuju aset-aset altcoin.

Pandangan tersebut disampaikan analis Crypto Cove yang menyoroti grafik harian ETH/BTC. Menurutnya, pair tersebut kini berada di dekat garis resistance atas pola descending channel, sehingga area ini menjadi penentu apakah tren turun yang berlangsung sejak pertengahan 2025 akan berakhir atau justru kembali berlanjut.

ETH Uji Batas Atas Pola Langka, Momentum Bullish Menguat

Crypto Cove menjelaskan bahwa ETH/BTC masih bergerak di dalam pola descending channel pada time frame harian. Meski tren turun belum sepenuhnya berakhir, pergerakan terbaru menunjukkan pair tersebut mulai kembali menguat dan mendekati batas atas channel yang selama ini menjadi penghalang utama.

analisis ETH BTC 9 juli

Ia memperkirakan bahwa jika breakout ke atas berhasil dikonfirmasi, ETH/BTC berpotensi melesat hingga sekitar 0,0419–0,0420 BTC, atau sekitar 49–50 persen lebih tinggi dari area penembusan.

BACA JUGA:  10 Kripto Layer-2 yang Layak Dipantau Akhir Juni 2026, Ada Favoritmu?

Sementara itu, resistance penting saat ini berada di kisaran 0,0280 BTC, sedangkan support bawah channel berada di area 0,0240–0,0250 BTC. Selama resistance tersebut belum ditembus secara meyakinkan, struktur penurunan dinilai masih tetap berlaku.

Pergerakan ETH Beri Harapan Baru bagi Altcoin Season

Pandangan serupa juga disampaikan analis Don. Ia menilai ETH/BTC mulai menunjukkan perkembangan yang layak diperhatikan setelah mampu bertahan di atas support jangka panjang dan kembali menguji garis down trendline yang membatasi pergerakan sejak pertengahan 2025.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

ETH BTC analisis 9 juli

Menurut Don, kekuatan ETH terhadap Bitcoin kerap menjadi indikator awal meningkatnya minat investor terhadap altcoin. Pada grafiknya, resistance utama berada di kisaran 0,0288–0,0295 BTC, yang bertepatan dengan garis tren turun dan indikator SMA 200. Selama area tersebut belum ditembus, ETH/BTC masih berada dalam fase konsolidasi.

Di sisi bawah, support terdekat berada pada kisaran 0,0260–0,0265 BTC, sedangkan support jangka panjang berada di sekitar 0,0210 BTC yang masih menjaga struktur bullish makro.

Berdasarkan kondisi tersebut, Don menilai peluang terjadinya altcoin season dalam sekitar 100 hari ke depan mulai terbuka apabila ETH/BTC mampu menembus resistance dan mempertahankan momentum kenaikannya. Menurutnya, skenario tersebut berpotensi mendorong pergeseran arus modal dari Bitcoin menuju berbagai aset altcoin.

Data On-Chain Ungkap Dua Reaksi Berbeda di Tengah Gejolak ETH

Di sisi lain, data on-chain dari analis Darkfost di CryptoQuant menunjukkan bahwa kondisi pasar ETH masih dipenuhi ketidakpastian akibat berbagai faktor makro, mulai dari konflik geopolitik hingga kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga bank sentral AS pada 2026.

BACA JUGA:  Ripple Raih Lisensi Bersejarah di Eropa, Kini Bebas Ekspansi Layanan Kripto ke 30 Negara

ETH Deposit 9 jul

Situasi tersebut sempat memicu kepanikan ketika ETH turun menguji level US$1.500. Dalam periode itu, aktivitas alamat penyetoran ke Binance melonjak tajam hingga menjadi salah satu yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada puncaknya, hampir 100.000 alamat unik mengirimkan ETH ke bursa tersebut.

Darkfost menjelaskan bahwa metrik tersebut mengukur jumlah alamat unik yang mengirim ETH ke platform perdagangan dalam periode tertentu. Peningkatan jumlah alamat penyetoran umumnya mencerminkan bertambahnya tekanan jual di pasar spot.

ETH outflow bursa

Namun, ia menekankan bahwa fenomena tersebut hanya menggambarkan sebagian dari kondisi pasar. Pada saat yang sama, arus penarikan ETH dari Binance juga ikut meningkat, menunjukkan adanya kelompok investor lain yang justru memanfaatkan pelemahan harga untuk menambah kepemilikan aset mereka.

“Sebagian pelaku pasar panik menjual, sementara yang lain melihatnya sebagai peluang untuk menambah eksposur ETH,” ujar Darkfost.

BACA JUGA:  US$60.000 Jadi Benteng Bitcoin, Pola 'W' Buka Harapan Bull Run

Menurutnya, pergerakan yang berlawanan antara arus masuk dan keluar dari bursa mencerminkan pasar yang masih terbelah dalam membaca arah selanjutnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun tekanan jual sempat meningkat, masih terdapat minat akumulasi yang cukup kuat di tengah ketidakpastian pasar.

Apabila kondisi makro mulai membaik dan ETH/BTC berhasil mengonfirmasi breakout dari area resistance teknikalnya, kombinasi sinyal teknikal dan data on-chain tersebut berpotensi menjadi katalis bagi penguatan ETH dalam beberapa bulan mendatang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait