Adopsi kripto di kalangan institusi semakin meluas. Morgan Stanley Investment Management (MSIM) pun memperkuat langkahnya dengan meluncurkan dua produk investasi crypto baru berbasis Ethereum dan Solana, menyusul kesuksesan produk Bitcoin yang lebih dulu diperkenalkan.
Setelah BTC, Morgan Stanley Kini Bidik ETH dan SOL
Morgan Stanley resmi meluncurkan Morgan Stanley Ethereum Trust (MSSE) dan Morgan Stanley Solana Trust (MSOL) pada Selasa (28/07/2026). Keduanya merupakan exchange-traded products (ETP) yang melacak pergerakan harga ETH dan SOL.
Peluncuran tersebut melanjutkan ekspansi Morgan Stanley di industri kripto. Sebelumnya, perusahaan lebih dulu menghadirkan Morgan Stanley Bitcoin Trust (MSBT) pada awal 2026.
Hingga pertengahan Juli 2026, Morgan Stanley Bitcoin Trust telah mengelola aset lebih dari US$381 juta. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi perusahaan untuk memperluas lini produk kripto.
Dengan hadirnya MSSE dan MSOL, Morgan Stanley kini menawarkan tiga produk ETP yang memberikan eksposur terhadap Bitcoin, Ethereum, dan Solana, tiga crypto terbesar berdasarkan market cap.
Langkah tersebut menegaskan komitmen Morgan Stanley dalam memperluas layanan investasi aset digital. Perusahaan melihat permintaan investor terhadap instrumen kripto terus mengalami pertumbuhan.
Ally Wallace, Global Head of ETFs di Morgan MSIM, mengatakan peluncuran MSSE dan MSOL merupakan evolusi alami dari lini produk perusahaan yang terus berkembang sejak memperkenalkan ETF pertamanya pada 2023.
“Sejak meluncurkan ETF pertama pada 2023, kami membangun portofolio ETF dan ETP yang terdiversifikasi dengan aset kelolaan melampaui US$14 miliar. Kehadiran MSSE dan MSOL merupakan evolusi alami dari lini produk kami,” ujar Wallace.
Saat ini, seluruh lini ETF dan ETP Morgan Stanley telah mengelola aset lebih dari US$14 miliar yang tersebar dalam 22 produk investasi. Kehadiran dua produk baru ini memperkuat posisi perusahaan di pasar kripto.
Ada Peluang Emas, Begini Cara Investasi Crypto di Indonesia untuk Pemula!
Biaya Rendah dan Fitur Staking Jadi Nilai Tambah
Salah satu daya tarik utama MSSE dan MSOL adalah rasio biaya hanya 0,14 persen. Angka tersebut menjadikannya salah satu produk investasi aset digital dengan biaya yang kompetitif di kelasnya.
Tak hanya itu, kedua produk juga akan melakukan staking atas sebagian kepemilikan ETH dan SOL. Morgan Stanley memastikan seluruh imbal hasil staking akan diberikan kepada produk tanpa mengambil bagian untuk perusahaan.
Amy Oldenburg, Head of Digital Asset Strategy Morgan Stanley, mengatakan langkah tersebut mencerminkan semakin besarnya peran aset digital dalam strategi diversifikasi portofolio investor.
“Aset digital menjadi komponen penting dalam portofolio investasi terdiversifikasi. Seiring meningkatnya minat, kami berfokus menghadirkan solusi aset digital dengan berpegang pada standar tata kelola, infrastruktur, dan manajemen risiko Morgan Stanley,” jelasnya.
Melalui peluncuran ini, Morgan Stanley tidak hanya membuka akses terhadap aset kripto. Perusahaan juga menawarkan instrumen investasi yang lebih familier bagi investor institusional maupun ritel melalui skema ETP.
Langkah Morgan Stanley memperkuat sinyal bahwa Ethereum dan Solana semakin mendapat pengakuan dari investor institusional, sekaligus membuka peluang adopsi aset digital yang lebih luas di pasar keuangan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


