Altcoin terbesar di pasar, Ethereum, kembali menunjukkan tanda pemulihan setelah melemah selama sepekan terakhir. Dengan harga yang bertahan di kisaran US$2.900–US$3.000, muncul pertanyaan penting: apakah ETH siap kembali menembus level US$3.200 dalam waktu dekat?
Yield Stablecoin Rendah Buka Peluang Kenaikan ETH
Berdasarkan analisis ETH terbaru yang dirilis Santiment pada Sabtu (29/11/2025), satu faktor krusial yang diprediksi memengaruhi pergerakan ETH adalah stabilnya imbal hasil (yield) stablecoin. Indikator ini biasanya digunakan untuk mengukur kesehatan pasar.
Dalam laporannya, Santiment menegaskan bahwa rendahnya imbal hasil stablecoin yang berada pada kisaran 3,9 persen hingga 4,5 persen menandakan bahwa pasar belum memasuki fase “major top”.
“Saat ini, yield rendah, sekitar 4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum mencapai puncak besar dan bisa bergerak lebih tinggi. Inilah alasan utama mengapa Maksim meyakini harga Ethereum masih berpeluang mencoba mencapai resistance US$3.200,” tulis Santiment.

Melihat kondisi tersebut, Santiment memproyeksikan bahwa harga ETH memiliki peluang untuk naik dalam waktu dekat dan kembali menguji area resistance US$3.200. Indikator ini menjadi sinyal bahwa momentum pasar masih memberi ruang bagi bull run.
Rendahnya yield stablecoin juga mencerminkan bahwa tekanan spekulatif belum memanas. Sebaliknya, lonjakan imbal hasil biasanya menjadi penanda meningkatnya aktivitas leverage, suatu pola yang kerap diikuti koreksi besar.
Sejalan dengan pandangan tersebut, analis kripto Matthew Hyland ikut menambah keyakinan pasar. Melalui analisis harga ETH yang diunggah pada Sabtu ini, ia menyoroti bahwa grafik mingguan rasio ETH-BTC mulai menunjukkan potensi penguatan.
“Pasangan ETH-BTC mingguan saat ini sedang mendekati bullish ribbon flip untuk pertama kalinya sejak Juli 2020,” tegasnya, mengindikasikan peluang awal fase bullish baru bagi Ethereum.

Inflow Ethereum ETF dan Sentimen Pasar Mulai Pulih
Optimisme di pasar juga terlihat dari pergerakan Ethereum Spot ETF. Setelah tiga minggu mengalami outflow, ETH ETF akhirnya membalikkan arah dengan mencatatkan inflow lebih dari US$310 juta dalam sepekan. Masuknya kembali investor institusional memperlihatkan bahwa minat terhadap Ethereum kembali meningkat.
Di sisi lain, perubahan sentimen pasar kripto secara keseluruhan turut memberi angin segar. Selama November, yang secara historis merupakan bulan kuat bagi Bitcoin, Crypto Fear & Greed Index bertahan di zona “extreme fear” selama 18 hari.
Namun memasuki akhir pekan, indikator tersebut bergerak naik ke level “fear”, menandakan awal stabilisasi dan meredanya tekanan jangka pendek. Perubahan ini memberi ruang bagi pasar untuk kembali membangun momentum.

Optimisme tersebut ditegaskan dengan hadirnya Fusaka upgrade, pembaruan Ethereum yang direncanakan meluncur pada Desember ini. Upgrade tersebut membawa peningkatan efisiensi dan skalabilitas, memperkuat narasi bullish dan berpotensi menjadi katalis tambahan bagi ETH.
Secara keseluruhan, kombinasi indikator on-chain, pemulihan sentimen, hingga pembaruan besar membuat peluang Ethereum untuk kembali mendekati US$3.200 menjadi terbuka. Jika tren positif berlanjut, ETH berpotensi memasuki fase bullish yang lebih kuat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



