Ethereum Bisa Dianggap Gagal? Sosok Ini Ungkap Syarat yang Mengejutkan

Perdebatan mengenai masa depan Ethereum kembali menjadi sorotan setelah salah satu Pendiri Bankless, Ryan Sean Adams, menyatakan pada Jumat (5/6/2026) bahwa Ethereum dapat dianggap sebagai proyek yang gagal apabila aset digital ETH tidak berhasil berkembang menjadi penyimpan nilai global atau global store of value.

Pernyataan tersebut memicu diskusi luas di kalangan pelaku industri karena menyentuh salah satu pertanyaan mendasar dalam ekosistem Ethereum, yakni apakah kesuksesan jaringan harus tercermin langsung pada nilai aset utamanya.

Menurutnya, banyak pihak yang mengaku optimistis terhadap perkembangan Ethereum sebagai jaringan blockchain, namun tidak memiliki keyakinan yang sama terhadap prospek ETH. Ia menilai cara pandang tersebut merupakan kontradiksi yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Perdebatan Mengenai Nilai ETH

Dalam pandangannya, keberhasilan Ethereum seharusnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan aktivitas jaringan, jumlah aplikasi, atau peningkatan penggunaan teknologi blockchain. Adams berpendapat bahwa kesuksesan tersebut pada akhirnya perlu tercermin dalam peran ETH sebagai aset yang mampu menyimpan nilai secara global.

BACA JUGA:  Duh! USDT Tembus Rp17.500, Rupiah Makin Tidak Berdaya?

“Ethereum harus dianggap sebagai proyek yang gagal jika ETH gagal menjadi penyimpan nilai global,” ungkap Adams.

Menurut Adams, banyak investor saat ini melihat Ethereum sebagai infrastruktur penting bagi keuangan digital, stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan berbagai aplikasi terdesentralisasi. Namun, sebagian dari mereka tidak yakin bahwa pertumbuhan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap nilai ETH dalam jangka panjang.

Pandangan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap mekanisme value capture, yaitu sejauh mana pertumbuhan ekonomi yang terjadi di atas jaringan blockchain dapat diterjemahkan menjadi peningkatan nilai aset utama jaringan tersebut.

Bagi Adams, hubungan antara pertumbuhan Ethereum dan apresiasi nilai ETH seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pernyataan tersebut juga mencerminkan perdebatan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir di komunitas kripto. Sebagian pihak menilai ETH berpotensi berkembang menjadi aset penyimpan nilai yang setara dengan emas digital atau bahkan bersaing dengan Bitcoin.

BACA JUGA:  Ada Sinyal Tak Biasa di XRP, Aktivitas di Satu Bursa Mendadak Meledak

Sementara itu, kelompok lain melihat fungsi utama Ethereum lebih berfokus pada penyediaan infrastruktur untuk berbagai layanan blockchain.

David Hoffman Punya Pandangan Berbeda

Di sisi lain, salah satu Pendiri Bankless, David Hoffman, pada 27 Mei lalu telah menyampaikan pandangan yang berbeda mengenai hubungan antara pertumbuhan Ethereum dan nilai ETH. Ia berpendapat bahwa arsitektur Ethereum memang tidak dirancang untuk memaksimalkan penangkapan nilai secara eksplisit oleh token utamanya.

Menurut Hoffman, hingga saat ini belum terdapat mekanisme yang benar-benar terbukti mampu menghubungkan pertumbuhan jaringan Ethereum dengan akumulasi nilai yang berkelanjutan bagi ETH.

Karena itu, ia menilai Ethereum tetap dapat berkembang dan memainkan peran penting dalam industri blockchain meskipun tidak seluruh nilai ekonomi yang tercipta di dalam ekosistemnya mengalir kembali ke aset tersebut.

Pandangan Hoffman mendapat perhatian tambahan karena muncul tidak lama setelah dirinya mengungkapkan telah menjual seluruh kepemilikan ETH yang dimiliki. Meski demikian, ia menegaskan tetap memiliki pandangan positif terhadap perkembangan Ethereum sebagai jaringan blockchain.

BACA JUGA:  Harga XRP Berpeluang Melesat ke US$3, Ini Syaratnya

Pandangan kedua Pendiri Bankless tersebut menyoroti perbedaan pendekatan dalam menilai keberhasilan sebuah blockchain. Bagi Adams, keberhasilan Ethereum pada akhirnya harus tercermin dalam kemampuan ETH menjadi penyimpan nilai global.

Sebaliknya, Hoffman menilai keberhasilan Ethereum dapat diukur dari adopsi, utilitas dan pertumbuhan jaringan, terlepas dari apakah ETH berhasil mencapai status tersebut atau tidak.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait