Ethereum Masuk Fase Akhir? Risiko Crash Jadi Sorotan

Harga Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan, di mana analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant mengungkapkan adanya sinyal teknikal dan perilaku pasar yang mengarah pada potensi crash.

Berdasarkan data terbaru, pergerakan ETH saat ini berada dalam fase krusial, di mana tekanan jual meningkat sementara struktur harga belum menunjukkan pembentukan puncak baru. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Ethereum bisa memasuki fase akhir sebelum mengalami penurunan tajam.

Analisis tersebut didasarkan pada dua indikator utama, yakni grafik Binance Price & Volume serta Spot Taker Cumulative Volume Delta (CVD) 90 hari. Kedua grafik ini digunakan untuk menilai arah tren makro, kekuatan pelaku pasar, serta kemungkinan perubahan struktur harga dalam waktu dekat.

spot eth

IKLAN
Chat via WhatsApp

PelinayPA menyebutkan bahwa meskipun tren jangka panjang Ethereum sejak 2020 masih menunjukkan pola higher low, harga belum mampu mencetak higher high baru dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA:  Terdeteksi! Gerakan Zcash Siap Reli

Penolakan harga yang kuat di area US$4.800 dan koreksi ke sekitar US$2.900 menjadi sinyal awal bahwa pasar sedang berada dalam fase koreksi yang lebih dalam.

“Harga Ethereum saat ini masih bergerak sideways di dekat area puncak, dan belum ada pembentukan high baru yang menegaskan kelanjutan tren naik,” ungkap PelinayPA.

Tekanan Jual Meningkat, Pasar Ethereum Masuk Fase Pra-Bottom

Dari sisi perilaku pelaku pasar, grafik Spot Taker CVD 90 hari menunjukkan dominasi aktivitas taker sell atau penjualan agresif. Dalam grafik tersebut, batang merah yang menandakan tekanan jual terlihat lebih menonjol.

Meski demikian, PelinayPA menekankan bahwa pola seperti ini secara historis sering muncul di sekitar fase bottom atau menjelang terbentuknya titik terendah harga.

CVD Ethereum

Pada periode 2021, 2023 dan 2024, lonjakan tekanan jual dari taker biasanya diikuti oleh fase konsolidasi, sebelum akhirnya terjadi pergerakan besar ke atas. Saat ini, meskipun penjual agresif mendominasi, harga Ethereum belum menembus level low utama yang baru.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Bongkar Visi Ethereum dan AI di Empat Area Kunci

“Tekanan jual dari taker memang meningkat, tetapi sejauh ini belum mampu mendorong harga menembus low besar sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa pasar kemungkinan sedang berada di fase pra-bottom,” ungkap kata PelinayPA.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa Ethereum masih berada dalam zona akumulasi, di mana sebagian pelaku pasar mulai mengumpulkan aset saat harga terkoreksi.

Namun, fase ini juga dikenal sebagai periode yang rawan, karena arah pergerakan selanjutnya bisa menentukan apakah pasar akan bangkit atau justru melemah lebih dalam.

Potensi Breakout atau Justru Crash?

Ketika kedua indikator, struktur harga dan Spot Taker CVD, dikombinasikan, PelinayPA menilai bahwa Ethereum sedang berada dalam fase konsolidasi penting.

Dalam skenario positif, harga dapat bergerak sideways terlebih dahulu sebelum mengalami breakout ke atas. Namun, data historis menunjukkan bahwa pola serupa juga kerap diikuti oleh penurunan tajam sebelum pemulihan terjadi.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: XLM, OM, ASTER, ZEC, PIPPIN di Titik Kritis

Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase akumulasi sering kali tidak langsung menghasilkan kenaikan harga. Sebaliknya, pasar terlebih dahulu mengalami tekanan lanjutan yang berujung pada breakdown signifikan.

Hal inilah yang menjadi dasar kekhawatiran bahwa Ethereum bisa memasuki fase akhir sebelum terjadinya crash.

“Berdasarkan kemiripan historis dari kombinasi kedua grafik ini, fase seperti sekarang sering kali diikuti oleh konsolidasi sideways dan kemudian penurunan tajam. Ethereum mungkin berada di tahap akhir sebelum potensi crash terjadi,” ungkap PelinayPA.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia