Ethereum Menuju Era AI? Vitalik Prediksi Perubahannya dalam 2 Tahun ke Depan

Ethereum dalam dua tahun ke depan bisa terlihat berbeda dari yang kita kenal sekarang. Vitalik Buterin membayangkan jaringan Ethereum dengan transaksi lebih murah, privasi lebih kuat, serta integrasi AI yang semakin dalam.

Perubahannya bukan cuma soal teknologi. Cara pengguna berinteraksi dengan blockchain juga bisa ikut berubah, ketika AI agent mulai membantu membaca peluang, memahami penawaran, hingga menentukan transaksi yang paling masuk akal.

Vitalik Bocorkan Wajah Ethereum dalam Dua Tahun ke Depan

Dikutip dari unggahan Wu Blockchain pada Rabu (07/10/2026), pandangannya disampaikan Vitalik saat berbicara di OKX NOW Global Product and Ecosystem Conference di Singapura pada Selasa (06/10/2026).

Dalam pemaparannya, Vitalik tidak sekadar berbicara soal kapasitas. Ia melihat Ethereum bergerak menuju fase yang lebih efisien, dengan biaya transaksi lebih rendah dan privasi yang semakin diperkuat.

“Dalam dua tahun, kalian akan dapat melakukan jauh lebih banyak transaksi, biaya transaksi akan jauh lebih murah daripada sekarang, dan privasi juga akan lebih baik,” ujar Vitalik.

Vitalik Buterin: Teknologi AI Akan Mengubah Dunia Kripto

Gambaran tersebut menarik karena Ethereum tidak lagi diposisikan sekadar sebagai jalur pembayaran. Vitalik memperkirakan semakin banyak aplikasi akan menghubungkan aktivitas on-chain dengan AI untuk berbagai kebutuhan.

BACA JUGA:  XRP Ledger Dapat Integrasi Baru, XRP Kini Bisa Dipakai Top Up Kartu

Teknologi zero-knowledge proof juga menjadi salah satu bagian penting dari arah tersebut. Vitalik memperkirakan teknologi kriptografi ini akan semakin matang dan digunakan banyak orang tanpa mereka sadari.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

AI Mulai Menggeser UI Tradisional

Bagian menarik muncul ketika Vitalik membahas cara manusia berinteraksi dengan blockchain. Menurutnya, perkembangan AI bisa mengubah peran aplikasi dan membuat pengalaman on-chain terasa jauh lebih sederhana bagi pengguna.

“Mungkin dalam dua tahun, aplikasi juga akan dibuat oleh AI. Kemudian, bot milik kalian akan menafsirkan berbagai penawaran yang ada, menjelaskan maksudnya, dan memberi tahu penawaran mana yang paling masuk akal untuk kalian terima,” ujar Vitalik.

Dalam skenario tersebut, pengguna tidak harus memahami setiap detail teknis. AI agent dapat bertindak sebagai lapisan antarmuka yang membaca kondisi on-chain, menyaring informasi, lalu menerjemahkannya menjadi pilihan yang lebih mudah dipahami.

BACA JUGA:  Bukan Cuma Kripto, Coinbase Siap Bawa Kartu Pokémon ke Aplikasinya

Pandangan itu bukan sesuatu yang baru. Pada Mei lalu, Vitalik juga sudah membayangkan AI akan menggantikan UI tradisional dan membawa interaksi blockchain menuju model yang semakin berbasis agent.

Jika arahnya berlanjut, perubahan besar Ethereum bukan hanya terjadi pada skalabilitas. Cara pengguna mengakses layanan on-chain juga bisa bergeser dari aplikasi tradisional menuju interaksi berbasis AI.

Saat Bot Mulai Jadi Pelaku Ekonomi On-Chain

Prediksi Vitalik Buterin kemudian bergerak ke tahap yang lebih jauh. Menurutnya, pihak yang bertransaksi dengan pengguna di masa depan kemungkinan besar bukan manusia, melainkan bot yang bekerja secara otomatis.

Artinya, Ethereum dapat berkembang menjadi lingkungan tempat berbagai agen digital saling berinteraksi, menawarkan layanan, memasang harga, hingga menjalankan transaksi tanpa membutuhkan campur tangan manusia pada setiap tahapnya.

Dalam kondisi ini, manusia lebih banyak berada di posisi pemberi tujuan. Bot dan AI agent kemudian mengurus proses pencarian peluang, membaca penawaran, serta menjalankan keputusan berdasarkan preferensi.

Ethereum Bakal Berubah Total, Vitalik Ungkap Wujudnya pada 2030

Gambaran ini juga sejalan dengan visi Ethereum yang lebih panjang. Pada September, Vitalik menyebut Ethereum 2030 sebagai “Cryptographic World Computer” dengan perubahan pada verifikasi, konsensus, produksi blok, dan privasi.

BACA JUGA:  Whale Mulai Bangun, Ethereum Siap Gas ke US$3.000?

Jika visi itu benar-benar terwujud, Ethereum dua tahun lagi bukan hanya blockchain yang lebih cepat. Jaringan ini bisa berkembang menjadi infrastruktur tempat manusia dan AI beraktivitas secara berdampingan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait