Blockchain Ethereum kembali mencatat tonggak penting dalam sejarahnya setelah jaringan utama (mainnet) resmi menaikkan batas gas per blok (gas limit) dari 45 juta menjadi 60 juta/
Data dari platform pemantau jaringan GasLimit.pics menunjukkan bahwa keputusan ini disetujui oleh lebih dari setengah validator, membuat perubahan diterapkan otomatis tanpa perlu melakukan hard fork. Langkah ini menandai peningkatan kapasitas pemrosesan transaksi hingga sekitar 33 persen dibanding sebelumnya.
Kenaikan gas limit ini memungkinkan lebih banyak transaksi dan aktivitas kontrak pintar diproses dalam setiap blok.
Dengan kata lain, pengguna dapat merasakan pengalaman transaksi yang lebih cepat, sementara pengembang mendapat ruang eksekusi yang lebih besar untuk menjalankan aplikasi desentralisasi (dApp) dan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Meski demikian, komunitas pengembang tetap menyoroti bahwa langkah ini dilakukan dengan sangat hati-hati karena setiap peningkatan kapasitas berpotensi menambah beban kerja bagi node operator.
“Peningkatan signifikan gas limit selama tahun lalu ini merupakan hasil dari inovasi sinergis di tiga aspek, yakni aturan protokol, performa klien dan pengujian menyeluruh,” ujar salah satu Peneliti yang mengikuti proses pembaruan tersebut, Zhixiong Pan.
Pan menegaskan bahwa kombinasi berbagai inovasi teknis telah menciptakan kondisi yang cukup stabil untuk mendorong peningkatan kapasitas tanpa mengorbankan keandalan jaringan.
Dorongan Teknis dari EIP-7623 dan Optimasi Klien
Salah satu pendorong utama yang memungkinkan peningkatan ini adalah penerapan Ethereum Improvement Proposal (EIP) 7623, yang memperketat batas ukuran data transaksi (calldata) untuk mencegah terjadinya ledakan ukuran blok.
Dengan membatasi jumlah data yang dapat dimasukkan dalam satu blok, Ethereum dapat menjaga stabilitas jaringan meski gas limit dinaikkan. Langkah ini memastikan ukuran blok tetap dapat dikelola dan tidak menghambat propagasi antar node di seluruh jaringan.
Selain perubahan di tingkat protokol, sejumlah pembaruan pada perangkat lunak klien Ethereum juga memainkan peran penting. Berkat peningkatan performa dan efisiensi pemrosesan, klien kini mampu menangani permintaan gas yang lebih besar tanpa mengalami lonjakan waktu sinkronisasi.
Hasil uji coba di berbagai testnet memperkuat kepercayaan pengembang bahwa jaringan siap menampung volume transaksi yang lebih tinggi dengan performa yang tetap stabil.
Dari sisi pengguna, peningkatan ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan transaksi yang kerap terjadi pada periode aktivitas tinggi, seperti saat peluncuran proyek DeFi baru atau maraknya perdagangan NFT.
Namun, para analis juga mengingatkan bahwa kenaikan biaya calldata membuat beberapa transaksi berbasis data besar bisa menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, tidak semua jenis transaksi akan menikmati penghematan biaya secara langsung dari kebijakan baru ini.
Arah Baru Skalabilitas Ethereum
Langkah Ethereum menaikkan gas limit ke 60 juta dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju skalabilitas lapisan pertama (layer-1) yang lebih agresif namun tetap terkendali.
Dengan kapasitas yang lebih besar, jaringan kini dapat menampung lebih banyak aktivitas on-chain tanpa sepenuhnya bergantung pada solusi layer-2 seperti rollup.
Peningkatan ini juga memperkuat fondasi bagi ekosistem aplikasi yang memerlukan throughput tinggi, termasuk game blockchain, protokol likuiditas lintas jaringan dan layanan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
Meski demikian, komunitas tetap waspada terhadap risiko jangka panjang. Peningkatan gas limit berpotensi menambah kebutuhan sumber daya, seperti penyimpanan dan bandwidth, yang bisa berdampak pada partisipasi node kecil.
Oleh sebab itu, Ethereum Foundation dan para pengembang inti akan terus memantau dampaknya terhadap desentralisasi dan kinerja jaringan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



