Ethereum Ngebut Uji Upgrade Glamsterdam, Kini Masuk Tahap Final

Ethereum memasuki tahap akhir pengembangan upgrade Glamsterdam setelah tim pengembang inti mulai melakukan pengujian penuh terhadap seluruh proposal utama yang akan masuk ke dalam hard fork tersebut.

Pengujian dilakukan melalui jaringan pengembangan privat (devnet) dan menjadi fase terakhir sebelum kode dibekukan, diaudit, lalu diluncurkan ke testnet publik.

Perkembangan ini dinilai sebagai salah satu tonggak penting dalam roadmap Ethereum karena Glamsterdam disebut sebagai perombakan protokol terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Berbeda dengan sejumlah upgrade sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada pengembangan solusi layer-2, pembaruan kali ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan layer-1 secara langsung.

Dua Fitur Baru Jadi Andalan Glamsterdam

Masuknya Glamsterdam ke tahap pengujian penuh menunjukkan bahwa sebagian besar rancangan inti upgrade telah siap untuk memasuki fase validasi akhir. Setelah seluruh fitur dinyatakan stabil di devnet, pengembang akan melanjutkan proses code freeze dan pengujian di testnet publik sebelum menentukan jadwal peluncuran ke jaringan utama.

Dua fitur yang menjadi fokus utama dalam upgrade ini adalah Enshrined Proposer-Builder Separation (ePBS) dan Block-Level Access Lists (BALs).

ePBS dirancang untuk mengintegrasikan mekanisme pemisahan antara validator dan pembuat blok langsung ke dalam protokol Ethereum. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap layanan eksternal yang selama ini digunakan dalam proses pembangunan blok.

BACA JUGA:  Kerentanan Kritis Mengintai Zcash, Namun Akhir Ceritanya Tak Terduga

Sementara itu, BALs memungkinkan node mengetahui data apa saja yang akan diakses oleh transaksi dalam sebuah blok sebelum proses eksekusi berlangsung. Teknologi tersebut dinilai dapat membuka peluang pemrosesan transaksi secara paralel sehingga meningkatkan efisiensi jaringan dan memperbesar kapasitas transaksi di masa depan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Bagi ekosistem Ethereum, dimulainya pengujian penuh Glamsterdam dipandang sebagai sinyal bahwa salah satu upgrade paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir kini semakin dekat menuju implementasi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembaruan ini berpotensi menjadi fondasi baru bagi peningkatan skalabilitas jaringan utama Ethereum.

Altseason Baru? Ethereum Tunjukkan Pola Bersejarah

Di tengah perkembangan teknis tersebut, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada kondisi grafik jangka panjang koin native Ethereum, ETH. Analis kripto Crypto Patel menyoroti kemunculan pola yang sebelumnya beberapa kali muncul menjelang fase kenaikan besar aset tersebut.

ETH analisis 18 jun

Berdasarkan analisisnya, setiap kali ETH membentuk hammer candle bulanan di area dasar siklus, harga cenderung memasuki periode pemulihan yang kuat pada tahun-tahun berikutnya. Pola serupa disebut pernah terjadi pada akhir 2016, akhir 2018, Maret 2020 dan April 2025 sebelum diikuti reli kuat.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 14 Juni 2026: FLOKI Siap Meledak, TRUMP Bidik Reli Ratusan Persen

Menurut Patel, area US$1.100 hingga US$1.400 saat ini masih menjadi zona akumulasi utama yang berhasil dipertahankan pasar. Ia juga menilai kawasan US$1.500 hingga US$1.800 kini berfungsi sebagai area support penting yang perlu dijaga agar peluang terbentuknya hammer candle bulanan tetap terbuka.

Dalam skenario yang dipetakan, konfirmasi pola tersebut berpotensi menjadi sinyal awal dimulainya fase altseason baru. Jika struktur bullish berhasil terjaga, Ethereum dinilai memiliki peluang untuk kembali menguji area US$4.900 hingga US$5.000 sebelum membuka jalan menuju target jangka panjang yang lebih tinggi pada siklus berikutnya.

Open Interest ETH Tunjukkan Kondisi Stabil

Sementara itu, data derivatif terbaru dari CryptoQuant menunjukkan aktivitas pasar berjangka Ethereum masih berada dalam kondisi yang relatif seimbang. Analis Arab Chain melaporkan bahwa open interest Ethereum di Binance saat ini bergerak sangat dekat dengan rata-rata 30 harinya.

ETH open interest 18 jun

Berdasarkan data Open Interest Z-Score, total open interest tercatat sekitar US$5,54 miliar, sementara rata-rata 30 harinya berada di kisaran US$5,58 miliar. Kedekatan kedua angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pasar derivatif ETH masih bergerak dalam rentang normal tanpa adanya lonjakan maupun penurunan yang ekstrem.

BACA JUGA:  Jago! Trader di Hyperliquid Ini Profit Rp53 Miliar dalam 2 Bulan

Data yang sama juga menunjukkan standar deviasi open interest berada di sekitar US$141,98 juta dengan nilai Z-Score sebesar -0,28. Angka tersebut mengindikasikan bahwa posisi terbuka di pasar berjangka masih berada dalam pola pergerakan yang wajar dibandingkan beberapa pekan terakhir.

Arab Chain menilai kondisi ini mencerminkan keseimbangan relatif antara pembeli dan penjual di pasar derivatif. Belum terlihat adanya peningkatan berarti yang mengindikasikan masuknya gelombang likuiditas spekulatif baru, namun juga tidak terdapat tanda-tanda arus keluar modal besar dari pasar futures.

Dengan kata lain, aktivitas perdagangan kontrak berjangka Ethereum saat ini masih berlangsung secara stabil. Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar cenderung menunggu katalis berikutnya, termasuk perkembangan terbaru dari upgrade Glamsterdam yang kini telah memasuki tahap akhir pengembangan sebelum menuju pengujian publik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait