Harga Ethereum (ETH) belakangan ini kembali menjadi sorotan. Setelah melesat tajam pada pertengahan 2025 dan menembus ATH baru di sekitar US$4.900, kini ETH mengalami koreksi hingga terjun ke US$3.500. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terlebih saat sejumlah analis mulai memperingatkan kemungkinan penurunan lebih dalam.
ETH Kehilangan Momentum, Bisa Terkoreksi ke US$2.000
Berdasarkan analisis Ali Martinez yang dibagikan pada Sabtu (08/11/2025), Ethereum kehilangan momentum setelah gagal menembus resistance di US$4.700. Penolakan ini memicu koreksi lebih dari 14 persen, menekan harga ETH ke US$3.340 dan menandai fase distribusi setelah reli panjang.
Grafik 3-harian menunjukkan struktur ascending triangle jangka panjang yang masih bertahan. Namun, support utama kini berada di area US$2.300–US$2.000 yang menjadi titik krusial antara tren naik dan level historis. Jika tertembus, tekanan jual berpotensi membawa ETH ke zona US$1.800–US$1.600.

Zona US$3.700–US$4.100 kini beralih menjadi resistance utama, di mana tekanan jual selalu muncul saat harga mencoba rebound. Pola lower high mulai terbentuk dan juga menandakan pelemahan momentum bullish dan dominasi tren turun jangka pendek.
Meski begitu, tren naik jangka panjang masih memberikan peluang rebound teknikal di sekitar US$2.000–US$2.300. Jika harga mampu bertahan di area ini, ETH berpeluang membentuk dasar kuat sebelum kembali menguji US$4.700 pada 2026 dan naik lebih tinggi lagi.
“Ethereum (ETH) diperkirakan akan terlebih dahulu menembus angka US$2.000 sebelum melaju ke US$10.000,” tulis Martinez di X.
Sinyal Reversal Ethereum Mulai Tampak
Pandangan serupa disampaikan oleh Ted Pillows, yang melihat ETH mulai menemukan pijakan di US$3.200 setelah penurunan tajam dalam beberapa minggu terakhir. Level ini menjadi titik penting karena berperan sebagai support dan membuka peluang rebound.
Secara teknikal, ETH kini berada di antara dua zona penting: support di US$3.200–US$3.100 dan resistance di US$3.700–US$3.800. Struktur menunjukkan potensi pembentukan pola double-bottom jika mampu bertahan. Namun, Ted menekankan bahwa reli masih dipicu oleh short covering, bukan akumulasi pembelian baru.
Jika altcoin ini menembus US$3.700, peluang kenaikan menuju US$3.950–US$4.000 akan terbuka lebar. Meski begitu, ETH kemungkinan akan mengalami penurunan lebih dulu untuk melakukan retest, karena dorongan katalis pasar saat ini belum cukup kuat.
“Saya masih berpikir bahwa Ethereum (ETH) berpotensi besar mengalami satu penurunan lagi, karena reli saat ini sebagian besar didorong oleh penutupan posisi short,” ujar Ted Pillows.

Secara keseluruhan, Ethereum mulai menunjukkan tanda-tanda reversal. Level US$3.200 menjadi titik penting; jika bertahan, peluang pemulihan meningkat, tetapi jika tembus ke bawah, fase bearish bisa berlanjut hingga akhir November.
Sebagai penutup, Ethereum kini berada di persimpangan kritis. Level US$3.200–US$3.100 menjadi penentu arah selanjutnya; bertahan di area ini membuka peluang rebound, sementara tembus ke bawah bisa memperpanjang tekanan bearish hingga mencapai US$2.000. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



