Jaringan blockchain Ethereum resmi memasuki tahap akhir pengujian untuk pembaruan besar yang dikenal sebagai upgrade Fusaka.
Uji coba terakhir tengah dijalankan di testnet Holesky dan Sepolia, sementara peluncuran ke jaringan utama atau mainnet dijadwalkan pada 3 Desember 2025. Pembaruan ini diharapkan membawa peningkatan signifikan pada efisiensi, skalabilitas dan keamanan jaringan Ethereum.
Pengembang inti Ethereum juga menargetkan peluncuran Hoodi testnet pada 28 Oktober 2025, yang akan menjadi uji coba publik terakhir sebelum aktivasi di mainnet.
“Fusaka menjadi langkah penting menuju peningkatan kapasitas jaringan Ethereum secara global,” ujar salah satu pengembang inti yang terlibat dalam proyek tersebut.
Pembaruan Teknis dan Tujuan Upgrade Fusaka
Fusaka merupakan upgrade besar yang memperkenalkan sejumlah perubahan penting, termasuk penerapan batas gas per transaksi (gas cap) sebesar 16,78 juta unit gas.
Mekanisme ini dirancang agar satu transaksi tidak dapat menghabiskan seluruh kapasitas blok, sehingga meningkatkan efisiensi pemrosesan transaksi. Selain itu, batas gas total per blok akan ditingkatkan dari 45 juta menjadi 60 juta unit guna memberikan ruang yang lebih besar bagi aktivitas transaksi dalam satu blok.
Selain optimalisasi pada tingkat transaksi, Fusaka juga memperkenalkan teknologi Peer Data Availability Sampling (PeerDAS). Dengan mekanisme ini, node tidak perlu menyimpan seluruh data “blob” dari jaringan layer-2, melainkan hanya sebagian kecil yang diperlukan.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban penyimpanan dan memperluas kapasitas jaringan untuk mendukung volume transaksi yang semakin tinggi, terutama dari protokol rollup seperti Arbitrum, Optimism dan zkSync.
Fusaka juga disiapkan sebagai dasar bagi pembaruan berikutnya, yaitu upgrade Glamsterdam, yang akan membawa fitur parallel transaction execution atau eksekusi paralel transaksi.
Dengan pendekatan bertahap ini, tim pengembang berupaya menjaga stabilitas jaringan sekaligus mempercepat penerapan teknologi baru tanpa menimbulkan gangguan besar pada ekosistem yang sudah ada.
Keseimbangan antara Inovasi dan Stabilitas Jaringan Ethereum
Penerapan batas gas per transaksi dipandang sebagai langkah penting dalam mencegah terjadinya kemacetan blok (block congestion) serta mengurangi risiko serangan denial of service (DoS) yang dapat terjadi akibat satu transaksi berat.
Sementara itu, fitur PeerDAS akan memperkuat fondasi Ethereum dalam mendukung ekosistem layer-2 yang berkembang pesat, menjadikannya lebih efisien dan mudah diakses oleh pengembang serta pengguna.
Namun demikian, pengembang tetap mengingatkan adanya risiko potensial dalam penerapan mainnet mendatang.
Meski fase uji coba menunjukkan hasil positif, kemungkinan munculnya bug atau ketidaksesuaian teknis masih ada. Beberapa kontrak pintar dan aplikasi DeFi kemungkinan perlu melakukan penyesuaian agar kompatibel dengan parameter gas baru.
Meski begitu, komunitas pengembang dan pelaku industri menyambut pembaruan ini dengan optimisme.
Fusaka dianggap sebagai salah satu langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Ethereum di pasar global, terutama di tengah persaingan dengan blockchain lain seperti Solana dan Avalanche yang sama-sama berfokus pada peningkatan throughput transaksi dan efisiensi jaringan.
Peluncuran upgrade Fusaka juga dinilai sebagai bagian dari visi jangka panjang Ethereum untuk mencapai efisiensi biaya, memperkuat keamanan, serta meningkatkan pengalaman pengguna.
Dengan jadwal mainnet yang semakin dekat, Ethereum kini berada di ambang fase baru yang berpotensi menentukan arah evolusi teknologi blockchain di masa depan. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



