Ethereum Tepat Ikuti Skenario Bullish Ini, Reli Menuju US$2.400 Dimulai?

Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah pergerakan harganya mengikuti skenario bullish yang sebelumnya dipetakan sejumlah analis. Aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar itu berhasil memantul dari area support penting dan mempertahankan momentum pemulihan menuju resistance yang lebih tinggi.

Pada saat artikel ini disusun, ETH diperdagangkan di kisaran US$1.798,73, setara Rp31,89 juta, dengan kinerja tujuh hari terakhir menguat 9,47 persen meski masih mencatat koreksi tipis 0,16 persen dalam 24 jam terakhir.

Skenario Bullish ETH Menuju US$2.400 Masih Terbuka

Dari sisi teknikal, analis GainMuse menilai pergerakan Ethereum dalam beberapa hari terakhir berjalan sesuai proyeksi bullish yang sebelumnya telah dipublikasikan.

Setelah sempat mengalami penolakan dari area resistance sekitar US$1.840, harga berhasil bereaksi positif dari zona pemulihan dan kembali bergerak naik mengikuti jalur yang telah dipetakan pada grafik.

ETH 17 jun

Menurutnya, area support di kisaran US$1.720 hingga US$1.700 berhasil dipertahankan pembeli sehingga menjaga validitas struktur pemulihan jangka pendek. Reaksi tersebut memperkuat peluang bahwa fase koreksi yang terjadi sebelumnya hanya merupakan retest sebelum upaya kenaikan berikutnya.

Dalam pembaruan analisisnya, GainMuse menyebut Ethereum telah menyentuh area teknikal penting, mengonfirmasi reaksi bullish dan kini bergerak menuju resistance selanjutnya. Selama pembeli mampu mempertahankan kendali di atas zona pemulihan tersebut, skenario bullish dinilai masih tetap aktif.

BACA JUGA:  Bukan Bull Run, Bitcoin Justru Masuki Fase yang Paling Ditakuti Investor

Dari sisi teknikal, Ethereum masih bergerak di dalam pola falling wedge yang selama ini sering dikaitkan dengan potensi pembalikan arah ke atas. Jika momentum kenaikan berlanjut, resistance awal berada di sekitar US$1.840 sebelum mengarah ke area US$2.040 hingga US$2.060.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Apabila zona tersebut berhasil ditembus, target ETH berikutnya berada di sekitar US$2.200. Sementara itu, batas atas pola wedge sekaligus resistance utama berada di area US$2.400 yang menjadi sasaran akhir dari skenario bullish yang dipetakan GainMuse.

Koreksi Jangka Panjang Dinilai Belum Sepenuhnya Berakhir

Meski prospek jangka pendek terlihat membaik, pandangan berbeda datang dari analis Batman yang menilai Ethereum masih berada dalam fase koreksi jangka panjang. Menurutnya, struktur pasar saat ini belum memberikan konfirmasi kuat bahwa titik terendah siklus telah benar-benar terbentuk.

ETH analisis 17 jun

Dalam analisis grafik mingguan yang dibagikannya, Batman menyoroti kemiripan pola pergerakan Ethereum saat ini dengan siklus koreksi pada periode 2021 hingga 2022. Pada fase tersebut, Ethereum membutuhkan sekitar 56 candle mingguan atau sekitar 392 hari sebelum akhirnya menyelesaikan tren turun dan membangun dasar siklus baru.

Batman menilai siklus koreksi yang berlangsung sekarang telah mendekati durasi serupa. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) mingguan masih menunjukkan kecenderungan bearish karena terus membentuk lower high dan belum memberikan sinyal pembalikan yang kuat.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 6 Juni 2026: DOGE Bidik US$1, MANTA Disebut Akhiri Bear Market 2 Tahun

Karena itu, area US$1.800 dipandang sebagai level yang sangat penting untuk dipertahankan. Selama Ethereum tetap berada di atas zona tersebut, peluang pembentukan dasar harga jangka panjang masih terbuka. Namun, ia mengingatkan bahwa pasar masih berpotensi mengalami satu fase pelemahan tambahan sebelum siklus koreksi benar-benar berakhir.

Dengan demikian, pergerakan Ethereum di sekitar support US$1.800 akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah aset tersebut segera memasuki fase pemulihan baru atau masih harus menghadapi tekanan jual lanjutan.

Open Interest ETH Anjlok Meski Harga Kembali Menguat

Sementara itu, data derivatif yang dianalisis oleh Amr Taha di CryptoQuant menunjukkan adanya fenomena menarik di pasar Ethereum. Meskipun harga berhasil kembali berada di atas US$1.700, minat trader ber-leverage di bursa Gate.io justru belum menunjukkan pemulihan yang sejalan.

ETH open interest 17 jun

Berdasarkan data yang dibagikannya, open interest Ethereum di Gate.io turun menjadi sekitar US$1,96 miliar. Angka tersebut bahkan berada di bawah level yang tercatat pada Februari 2026 maupun April 2025.

Penurunan itu terbilang signifikan mengingat pada 8 Mei lalu open interest Ethereum di Gate.io masih mencapai sekitar US$4,87 miliar. Artinya, terjadi penyusutan sekitar US$2,91 miliar atau hampir 60 persen dari puncaknya dalam waktu relatif singkat.

BACA JUGA:  Harga ASTER Bersiap Naik Kuat, Ini Level Tantangannya

“Kondisi tersebut menciptakan divergensi yang jelas antara pemulihan harga dan posisi derivatif,” ungkap Taha.

Perbedaan tersebut semakin terlihat ketika dibandingkan dengan Binance. Saat open interest Ethereum di Gate.io turun ke US$1,96 miliar, open interest Ethereum di Binance masih bertahan di sekitar US$2,8 miliar. Hal itu menunjukkan bahwa proses pengurangan leverage tidak terjadi secara merata di seluruh bursa utama.

Bagi pasar, kondisi tersebut dapat diartikan bahwa sebagian besar leverage berlebihan sebelumnya telah tersapu keluar dari sistem. Dengan kata lain, pemulihan harga ETH saat ini berlangsung ketika posisi derivatif di Gate.io telah kembali ke zona tekanan historis yang relatif rendah, sebuah kondisi yang berpotensi menciptakan fondasi pasar yang lebih sehat apabila momentum bullish terus berlanjut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait