Ethereum menutup 2025 dengan pencapaian yang menegaskan posisinya sebagai fondasi utama ekonomi digital. Berdasarkan laporan yang dirilis pada Selasa (06/01/2026), Ethereum mencatat kemajuan besar sepanjang tahun, baik dari adopsi maupun penguatan perannya.
Sepanjang periode tersebut, jaringan ini tidak hanya tumbuh dari sisi penggunaan, tetapi juga menghadirkan berbagai terobosan teknologi. Inovasi ini memperkuat skalabilitas, sekaligus menjaga relevansi di beragam sektor, mulai dari DeFi hingga koordinasi berbasis blockchain.
Ethereum Menguat sebagai Basis Keuangan Digital
Sepanjang 2025, Ethereum mengukuhkan perannya sebagai financial base layer, ditopang oleh biaya Layer-1 yang turun ke level terendah dalam lima tahun dan biaya Layer-2 yang konsisten di bawah US$0,01, sehingga pembayaran, remitansi, dan produk tabungan kripto semakin praktis digunakan sehari-hari.
Di saat yang sama, infrastruktur paymaster yang semakin matang memungkinkan banyak aplikasi mengabstraksi biaya transaksi, bahkan menghilangkannya sepenuhnya bagi pengguna. Dampaknya terasa langsung pada adopsi global, di mana TVL DeFi di Ethereum melonjak.
“Total Value Locked (TVL) DeFi Ethereum yang melampaui US$99 miliar kini lebih dari 9 kali lipat dibanding ekosistem Layer-1 (L1) terbesar berikutnya, menjadikannya platform terkuat untuk likuiditas global,” jelas laporan tersebut.

Ekosistem keuangan berbasis Ethereum juga mendapat dorongan dari meningkatnya kejelasan regulasi. Gelombang baru neobank bermunculan dengan meluncurkan kartu, program loyalitas, hingga mencatat jutaan dolar volume belanja harian.
Di sisi lain, Robinhood, Gemini, dan Kraken meluncurkan token saham berbasis Ethereum yang memungkinkan perdagangan saham AS di luar jam bursa. Sepanjang 2025, volume settlement stablecoin di Ethereum mencapai US$18,8 triliun.
Fondasi Teknis yang Semakin Solid
Selain itu, roadmap Ethereum yang berfokus pada rollup terbukti efektif sepanjang 2025. Rata-rata transaksi di seluruh rollup menembus 5.600 TPS, mencerminkan peningkatan kapasitas jaringan yang cukup besar.
Seiring ekspansi tersebut, ekosistem Layer-2 juga semakin luas. Celo resmi bertransisi menjadi L2 Ethereum, sementara sejumlah proyek lain mulai menyiapkan langkah serupa untuk bergabung ke dalam jaringan.
Dari sisi peningkatan jaringan, pembaruan Fusaka yang dirilis pada Desember menghadirkan PeerDAS. Inovasi ini meningkatkan kapasitas blob hingga delapan kali lipat, sekaligus menekan biaya transaksi di Layer-2.
Pada saat yang sama, gas limit di Layer-1 dinaikkan menjadi 60 juta. Langkah ini memperluas kapasitas penyelesaian transaksi dan membuka ruang bagi ekspansi jaringan yang lebih besar pada 2026, tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi.
Kemajuan juga terlihat pada aspek interoperabilitas dan privasi. ERC-7683 dan Open Intents Framework memungkinkan eksekusi lintas jaringan yang lebih mulus, sementara nilai terkunci di protokol privasi Ethereum tumbuh lebih dari 60 persen.
AI, Identitas, dan Budaya Pop: Peran Baru Ethereum
Tahun 2025 menandai munculnya agen AI sebagai pelaku ekonomi baru. Melalui Ethereum, kecerdasan buatan kini dapat beroperasi langsung dalam sistem keuangan tanpa bergantung pada bank atau institusi terpusat.
“Agen AI tidak memiliki rekening bank atau paspor: mereka memiliki dompet Ethereum dan bukti kriptografi,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Mengupas AI Agents, Masa Depan Blockchain yang Mencengangkan
Sejalan dengan itu, standar pembayaran x402 dan ERC-8004 membuka jalan bagi interaksi antar AI agents yang sepenuhnya otomatis, menjadikan Ethereum sebagai lapisan penyelesaian utama bagi ekonomi mesin.
Di luar itu, Ethereum juga dimanfaatkan untuk bantuan kemanusiaan, pengelolaan kota pop-up, hingga sistem identitas nasional. Bhutan, misalnya, memigrasikan identitas digital warganya ke Ethereum dengan lebih dari 200 ribu identitas tercatat secara on-chain.
Adopsi konsumen pun terus meningkat. Sepanjang 2025, aplikasi terdesentralisasi di Ethereum mencatat lebih dari 244 juta dompet aktif unik, dengan aktivitas NFT, game, dan media berbasis blockchain yang semakin menyatu dengan budaya populer.
Setelah satu dekade beroperasi tanpa henti, Ethereum tak lagi sekadar teknologi baru. Ia telah berkembang menjadi kerangka utama peradaban digital, lebih tangguh menghadapi siklus pasar crypto, adaptif terhadap kebutuhan, dan siap menyongsong babak baru pada 2026.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



