Ethereum Uji Glamsterdam Oktober Ini, Produksi Blok Bakal Dirombak

Ethereum bersiap menguji salah satu perubahan besar pada jaringannya. Setelah Fusaka, giliran Glamsterdam yang membawa perombakan pada proses produksi blok, validasi transaksi, hingga mekanisme biaya gas di layer utama.

Glamsterdam Mulai Diuji di Sepolia Oktober Ini

Dalam pengumuman yang dirilis pada Senin (28/09/2026), Ethereum menjadwalkan aktivasi Glamsterdam di Sepolia pada epoch 353.024 dan slot 11.296.768, tepat pada 6 Oktober 2026 pukul 13.53.36 UTC.

“Glamsterdam mengikuti upgrade Fusaka dan melanjutkan roadmap scaling L1 Ethereum,” tulis tim Protocol, sembari menyoroti ePBS, block-level access lists, serta perubahan baru pada mekanisme penetapan biaya gas.

Namun, jadwal tersebut baru berlaku untuk Sepolia. Aktivasi Glamsterdam di Hoodi maupun mainnet belum memiliki tanggal pasti dan baru akan diumumkan setelah tim klien menyepakati tahap berikutnya.

Aktivasi Galmsterdam Ethereum
Aktivasi Galmsterdam Ethereum

Sebelum aktivasi, operator node Sepolia diminta memperbarui klien execution layer dan consensus layer ke versi yang kompatibel. Validator juga perlu memastikan beacon node serta validator client telah diperbarui.

BACA JUGA:  Firma Trump Jr. Pimpin Pendanaan Polymarket, Valuasi Tembus US$21 Miliar

Langkah ini penting karena node yang belum mendukung aturan baru tidak dapat mengikuti jaringan setelah upgrade aktif. Dengan kata lain, Glamsterdam bukan pembaruan yang berjalan otomatis bagi seluruh operator.

Ethereum Ubah Mekanisme Produksi dan Validasi Blok

Bagian besar dari Glamsterdam datang melalui EIP-7732 atau enshrined proposer-builder separation. Mekanisme ini membawa pemisahan antara pihak yang mengusulkan blok dan pihak yang membangunnya langsung ke protokol Ethereum.

Dalam skema tersebut, proposer memasukkan komitmen builder terhadap execution payload, kemudian builder mengungkapkan payload. Pembayaran kepada proposer juga ditangani protokol sehingga ketergantungan terhadap middleware.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Perubahan ini memisahkan validasi konsensus dari eksekusi. Validator mendapat waktu lebih panjang untuk memeriksa execution payload, sementara komite khusus menilai ketepatan waktu pengungkapan payload dan ketersediaan blob.

Glamsterdam juga membawa EIP-7928 yang memperkenalkan fitur untuk mencatat akun, lokasi penyimpanan, serta perubahan state yang disentuh selama satu blok guna membantu proses validasi.

BACA JUGA:  Crypto Exchange CoinEx Gulung Tikar Setelah 9 Tahun, Ada Apa?

“Bersama-sama, ePBS dan BALs memberikan fondasi untuk meningkatkan kapasitas eksekusi sambil menjaga validasi blok tetap praktis bagi operator node,” tulis pengembang dalam pengumuman tersebut.

Gas Fee Ikut Berubah, Developer Perlu Bersiap

Peningkatan Glamsterdam tidak berhenti pada produksi blok. Upgrade ini juga mengubah cara Ethereum menghitung gas fee agar biaya yang dikenakan lebih mencerminkan penggunaan sumber daya dan pertumbuhan state jaringan.

EIP-8037 akan meningkatkan sekaligus memisahkan pengukuran biaya pembuatan state, sedangkan EIP-8038 memperbarui biaya akses state. Perubahan lain juga menyentuh calldata, intrinsic transaction gas, access lists, dan block gas accounting.

Ethereum Bakal Berubah Total, Vitalik Ungkap Wujudnya pada 2030

Dampaknya, developer perlu menguji kembali kontrak serta sistem estimasi gas mereka. Smart-contract yang mengandalkan gas stipend tetap, hardcoded gas limit, atau asumsi tertentu tentang sisa gas berpotensi memerlukan penyesuaian.

BACA JUGA:  Ethereum Bakal Berubah Total, Vitalik Ungkap Wujudnya pada 2030

Selain itu, Glamsterdam membawa berbagai perubahan, termasuk log transfer ETH, opcode nomor slot, ukuran kontrak maksimum yang lebih besar, deterministic factory contract, serta instruksi manipulasi stack baru.

Meski daftar perubahannya cukup panjang, Glamsterdam masih akan lebih dulu diuji di Sepolia pada 6 Oktober 2026, sebelum Ethereum menentukan langkah berikutnya menuju Hoodi dan akhirnya menetapkan jadwal aktivasi di mainnet.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait