Exchange BitMEX Besutan Arthur Hayes Gulung Tikar Setelah 11 Tahun

Dunia kripto kembali kehilangan salah satu nama paling berpengaruh. Setelah lebih dari satu dekade menjadi pelopor perdagangan derivatif, crypto exchange BitMEX resmi mengumumkan penutupan operasionalnya dan menandai berakhirnya sebuah era.

BitMEX Berpamitan Setelah Satu Dekade Beroperasi

BitMEX mengumumkan pada Kamis (23/07/2026) akan menghentikan seluruh operasionalnya mulai 23 September 2026. Keputusan tersebut diambil oleh HDR Global Trading Limited setelah melakukan tinjauan strategis terhadap arah bisnis perusahaan.

Mereka mengaku keputusan itu diambil dengan berat hati. Meski mengakhiri perjalanannya, perusahaan tetap bangga atas warisan yang telah dibangun selama lebih dari 11 tahun, termasuk inovasi produk leverage yang mengubah industri.

“Kami menciptakan kontrak perpetual swap dengan leverage hingga 100x, yang bagi sebagian besar menjadi langkah pertama dalam perjalanan trading kripto. Kini, produk tersebut menjadi instrumen keuangan yang paling banyak diperdagangkan di industri kripto,” jelas mereka.

BACA JUGA:  Nyesek! Trader Kripto Ini Gagal Cuan Rp310 Miliar karena Tak Sabar

Selain inovasi tersebut, bursa kripto ini juga menyoroti rekam jejak keamanannya. Selama beroperasi, perusahaan mengklaim tidak pernah kehilangan dana pelanggan akibat peretasan, sebuah pencapaian yang terbilang langka di industri aset kripto.

BitMEX juga memastikan seluruh aset pengguna tetap aman selama masa transisi. Perusahaan mengimbau pengguna untuk segera menutup posisi perdagangan dan menarik dana guna memastikan proses penutupan berlangsung dengan lancar.

“Kami ingin meyakinkan bahwa seluruh aset tetap aman dan berada dalam kendali pengguna selama masa transisi. Mulai hari ini, kami sangat menganjurkan pengguna untuk menutup posisi perdagangan mereka dan segera menarik dana yang dimiliki,” tambah mereka.

10 Crypto Exchange Indonesia Terbaik 2026 yang Diawasi OJK

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Warisan BitMEX Tetap Hidup di Industri Kripto

Pengumuman tersebut langsung memicu nostalgia di kripto. Bagi banyak trader lama, BitMEX bukan sekadar exchange, melainkan tempat pertama mengenal perdagangan derivatif dengan volatilitas tinggi dan leverage ekstrem.

BACA JUGA:  Solana Ubah Aturan Main! Validator Kini Bisa Tentukan Masa Depan Jaringan dengan Sistem Baru Ini

CEO Bybit, Ben Zhou, turut memberikan penghormatan kepada BitMEX. Menurutnya, bursa tersebut berhasil memelopori kontrak perpetual sekaligus menginspirasi banyak platform lain, termasuk Bybit, untuk mengembangkan produk serupa.

“BitMEX menjadi pelopor kontrak perpetual swap dan berkembang menjadi nomor satu di dunia. Digunakan oleh jutaan orang, BitMEX menginspirasi banyak exchange setelahnya, termasuk Bybit. Ini adalah akhir dari sebuah era. Hormat untuk para legenda yang membangunnya,” tulis Zhou di X, Kamis (23/07/2026)

Berakhirnya perjalanan BitMEX memang menutup satu bab penting dalam sejarah kripto. Namun inovasi, standar keamanan, dan warisan yang ditinggalkannya akan terus hidup di balik hampir setiap kontrak perpetual yang diperdagangkan saat ini.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait