10 Fakta Kasus Peretasan Bitget Terbaru yang Harus Kamu Tahu!

Fakta kasus peretasan Bitget terbaru menunjukkan bahwa bursa kripto ini kehilangan sekitar US$387,5 juta lewat celah pada produk keamanan pihak ketiga, sementara dana pengguna diklaim aman dan penarikan kini dibuka bertahap.

Kabar ini wajar bikin banyak orang cemas, apalagi kalau kamu baru mulai berinvestasi di kripto. Supaya tidak bingung, berikut fakta kasus peretasan Bitget terbaru yang dirangkum dari berbagai sumber, dengan penjelasan yang mudah dipahami pemula.

BACA JUGA: 10 Fakta Bitcoin Ferry Irwandi yang Mencapai 400 Keping!

1. Serangan Terjadi pada 24 September 2026

Melansir laman CoinDesk, sistem Bitget menandai transfer tidak sah dari sejumlah hot wallet pada pukul 18.31 UTC tanggal 24 September. Hot wallet adalah dompet yang terhubung ke internet dan berfungsi seperti laci kasir untuk transaksi harian.

Serangan ini juga menjangkau warm wallet, yaitu lapisan penyangga antara hot wallet dan penyimpanan offline. Cold wallet, brankas offline milik Bitget, disebut tetap aman. Bitget lalu menghentikan penarikan sementara, sedangkan deposit dan trading tetap berjalan.

2. Nilai Kerugian Naik Menjadi US$387,5 Juta

Melansir laman Cointelegraph, Bitget awalnya memperkirakan aset terdampak sebesar US$351,6 juta. Angka itu kemudian direvisi menjadi US$387,5 juta setelah ada tambahan transfer di jaringan Zcash dan Tron.

Nilai tersebut disebut sebagai peretasan kripto terbesar yang dilaporkan sepanjang tahun ini. Jadi, kalau kamu menemukan angka berbeda di berbagai berita, itu karena laporan awal dan laporan revisi.

3. Pelaku Memalsukan Transfer dan Tidak Mencuri Kunci Privat

Masih dari CoinDesk, CEO Bitget Gracy Chen menyebut peretas membobol sistem backend di infrastruktur dompet, memalsukan data transaksi, lalu memicu proses otorisasi untuk memindahkan dana.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Kunci privat, yaitu kode rahasia yang menjadi bukti kepemilikan aset, tidak dicuri. Kondisi ini seperti slip penarikan palsu yang lolos lewat loket resmi bank. Kunci brankas tidak pernah keluar, tetapi sistem menganggap slip itu sah.

BACA JUGA: 10 Crypto Exchange Indonesia Terbaik 2026 yang Diawasi OJK

4. Celah Ada di Produk Keamanan Pihak Ketiga

CEO Bitget, Chen, menjelaskan bahwa kelemahan pada produk keamanan pihak ketiga memungkinkan peretas mendapatkan kredensial internal tingkat tinggi, lalu mengeluarkan perintah penarikan palsu.

Bitget mengaku sudah menambal celah itu dan memperketat kontrol, mulai dari membatasi akses internal, menambah verifikasi independen untuk penarikan, hingga meningkatkan pemantauan aktivitas janggal. Menurut The Block, Bitget juga akan meninjau ulang cara menilai dan memakai produk keamanan pihak ketiga.

5. Dugaan Keterlibatan Korea Utara Masih Diselidiki

Masih dari sumber yang sama, Chen sempat menyebut ada alamat IP yang cocok dengan pilihan VPN sebuah kelompok peretas Korea Utara. Seorang peneliti onchain bernama Specter juga mengaitkan sebagian dana curian dengan alamat yang pernah terhubung ke peretasan AFX pada Juli.

Kelompok Korea Utara sendiri pernah dikaitkan FBI dengan peretasan Bybit senilai sekitar US$1,5 miliar. Namun Chen kemudian menegaskan bahwa itu baru indikator awal. Mandiant dan SlowMist masih melakukan investigasi forensik independen, jadi kesimpulan finalnya belum ada.

BACA JUGA:  Tom Lee Lanjut Borong ETH, Targetnya Hampir Tercapai!

6. Circle dan Tether Membekukan Sebagian Kecil Dana

Melansir laman CoinDesk, Circle dan Tether memasukkan satu dompet peretas ke daftar hitam, sehingga sekitar US$318 ribu dalam USDT dan USDC terkunci. Angka ini kecil karena sebagian besar dana curian berbentuk Ether, dan Ether tidak bisa dibekukan oleh penerbit mana pun.

CoinDesk mencatat masih ada lebih dari 63.000 ETH di alamat peretas lain. Respons Circle kali ini disebut lebih cepat dibanding kasus peretasan Drift senilai US$285 juta pada April lalu.

7. THORChain Menolak Memblokir Alamat Peretas

Sebuah dompet yang terkait peretas menukar sekitar 2.390 ETH menjadi 75,2 BTC lewat THORChain, protokol yang memungkinkan pertukaran aset antar blockchain tanpa akun bursa. Bitget meminta THORChain menolak alamat-alamat tersebut, tetapi THORChain menjawab bahwa fitur penghentian jaringannya hanya mekanisme darurat yang berdampak luas, bukan pembekuan dana tertentu.

Protokol ini pernah menghentikan perdagangan sekitar lima pekan setelah peretasan senilai US$10,7 juta pada Mei, namun alamat penyerang saat itu pun tidak diblokir.

8. NEAR Intents Justru Berhasil Memblokir US$50 Juta

NEAR Intents, protokol pertukaran lintas blockchain lainnya, mengaku sistem SHIELD miliknya memblokir lebih dari US$50 juta upaya transfer terkait peretasan ini. Sebanyak US$503 ribu berhasil dibekukan, sementara sekitar US$166 ribu lolos.

NEAR Intents juga melepas hak bounty Bitget sebesar 5 persen untuk pembekuan dan 5 persen untuk pemulihan agar lebih banyak dana kembali. Perbandingan dengan THORChain ini memperlihatkan perdebatan besar di dunia kripto, yaitu apakah sistem terbuka harus benar-benar netral atau boleh menolak dana hasil curian.

9. Penarikan Dibuka Bertahap sampai 2 Oktober

Penarikan Bitcoin dibuka lebih dulu pada 28 September di jaringan Bitcoin dan BNB Smart Chain. Penarikan Ether menyusul di Ethereum, BNB Smart Chain, Arbitrum, Base, dan Optimism, lalu USDT di Ethereum, BNB Smart Chain, Solana, dan Tron pada 30 September.

Aset lain beserta layanan P2P dijadwalkan kembali pada 2 Oktober. Chen menegaskan tidak ada akses prioritas untuk institusi, pengguna VIP, maupun karyawan Bitget.

10. Dana Perlindungan Pengguna Jadi Penopang Utama

Melansir laman CoinDesk, Bitget menyatakan User Protection Fund senilai lebih dari US$464 juta akan menutup seluruh kerugian sehingga saldo pengguna tetap utuh.

Namun laporan Claims Journal menyebut peretasan ini memicu arus keluar dana nasabah sekitar US$463 juta, dan saldo dana perlindungan turun di bawah US$200 juta menurut tiga alamat dompet yang dirujuk Bitget.

Selain itu, Bitget belum membuka berapa total dana curian yang berhasil dipulihkan, sehingga kamu perlu terus memantau kabar resminya.

BACA JUGA:  Cara Melacak Wallet Trader Crypto yang Sering Cuan di DEX

Apa Pelajaran Penting dari Fakta Kasus Peretasan Bitget Ini?

Fakta kasus peretasan Bitget menunjukkan bahwa kerugian US$387,5 juta berasal dari celah pada produk keamanan pihak ketiga dan pemalsuan transfer, bukan pencurian kunci privat. Penarikan sudah dibuka bertahap, dana perlindungan dipakai menutup kerugian, dan dugaan keterlibatan Korea Utara masih diselidiki.

Kasus ini juga memperlihatkan bahwa aset di bursa tetap punya risiko, jadi pahami dulu cara kerja platform sebelum menaruh dana. Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait