Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terus jadi bahan perbincangan. Anggarannya besar, skalanya luas, dan dampaknya menyentuh banyak lapisan masyarakat.
Di sisi lain, muncul sudut pandang yang tak kalah menarik. Bagaimana jika angka tersebut diterjemahkan ke dalam aset digital seperti Bitcoin?
Hasilnya ternyata cukup mengejutkan dan juga memancing rasa penasaran.
Budget MBG Disorot, Komunitas Kripto Ikut Menghitung
Pembahasan ini bermula dari pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyebut bahwa program MBG membutuhkan sekitar Rp1,2 triliun per hari. Angka ini langsung menarik perhatian publik karena nilainya yang sangat besar.
Di kalangan penggiat kripto, muncul pendekatan berbeda yang cukup menarik untuk dibahas. Mereka mencoba menerjemahkan angka tersebut ke dalam Bitcoin melalui simulasi sederhana.
Dari sinilah istilah “kalkulator MBG” mulai ramai diperbincangkan. Pendekatan ini menjadi cara yang ringan untuk memahami seberapa besar nilai anggaran tersebut jika digunakan untuk berinvestasi Bitcoin.
10 Tips Investasi Bitcoin untuk Pemula yang Harus Kamu Tahu!
Dengan asumsi harga 1 BTC berada di kisaran Rp1,14 miliar per April 2026, hasilnya cukup mencengangkan. Dalam satu hari saja, anggaran Program Makanan Bergizi Gratis setara dengan ribuan Bitcoin.
Perhitungan Budget MBG Jika Dibelikan Bitcoin
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana perhitungannya dengan asumsi harga 1 Bitcoin sekitar Rp1,14 miliar.
Per Hari
- Budget MBG: Rp1,2 triliun
- Perhitungan: 1.200 ÷ 1,14
- Hasil: sekitar 1.053 BTC
Per Bulan (30 hari)
- Budget MBG: Rp36 triliun
- Perhitungan: 36.000 ÷ 1,14
- Hasil: sekitar 31.579 BTC
Per Tahun (365 hari)
- Budget MBG: Rp438 triliun
- Perhitungan: 438.000 ÷ 1,14
- Hasil: sekitar 384.211 BTC

Angka-angka ini memberikan perspektif baru. Anggaran harian MBG yang terlihat besar ternyata setara dengan akumulasi aset kripto dalam jumlah yang sangat fantastis.
Dalam skala bulanan, jumlahnya sudah masuk kategori kepemilikan institusional besar, seperti Strategy. Sementara dalam skala tahunan, nilainya mendekati ratusan ribu Bitcoin.
Indonesia Punya Peluang Jadi Pemegang BTC Terbesar
Sebagai pembanding, berdasarkan data dari platform Bitcointreasuries, total kepemilikan BTC oleh entitas pemerintah global saat ini berada di kisaran 649.859 BTC.
Amerika Serikat memimpin di posisi pertama dengan sekitar 328.372 BTC, diikuti China dengan 190.000 BTC, dan Inggris di kisaran 61.245 BTC.
Jika disandingkan, simulasi anggaran MBG selama satu tahun, yang setara dengan sekitar 384.211 BTC, jelas bukan angka kecil. Secara hipotetis, jumlah tersebut bisa menempatkan Indonesia di posisi pertama.

Namun, perlu dipahami bahwa ini hanyalah simulasi berbasis asumsi harga tetap. Realitas di lapangan jauh lebih kompleks, mulai dari volatilitas harga hingga kebijakan fiskal negara.
Sejak dijalankan secara bertahap pada awal 2025, MBG tetap berfokus pada tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Di sisi lain, besarnya angka tersebut membuka ruang diskusi yang lebih luas.
Ini bukan soal memilih antara program sosial atau investasi crypto. Yang penting adalah perspektif: bagaimana angka triliunan rupiah bisa terasa lebih nyata ketika diterjemahkan ke dalam aset yang akrab bagi generasi digital saat ini.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



