Piala Dunia 2026 bukan hanya mencetak rekor di lapangan hijau. Riset terbaru dari Chainalysis mengungkap pasar prediksi kripto menghasilkan volume transaksi yang cukup besar, menandai semakin eratnya integrasi blockchain dengan industri olahraga global.Â
Pildun 2026 Jadi Magnet Baru bagi Pasar Prediksi Kripto
Menurut riset Chainalysis yang dipublikasikan pada Kamis (30/07/2026), Piala Dunia 2026 menghasilkan volume transaksi sekitar US$20 miliar di pasar prediksi berbasis blockchain. Turnamen ini juga mendorong adopsi NFT dan menarik ratusan ribu pengguna baru.
“Piala Dunia 2026 menghasilkan volume pasar prediksi sebesar US$20 miliar dan perdagangan koleksi digital senilai US$24 juta, dengan lebih dari 400.000 dompet berpartisipasi dalam aktivitas taruhan berbasis blockchain sepanjang turnamen,” tulis Chainalysis dalam laporannya.

Chainalysis menilai capaian tersebut menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai salah satu peristiwa olahraga yang pernah mendorong aktivitas ekonomi berbasis blockchain. Tren transaksi bahkan mulai meningkat sejak Januari 2026, jauh sebelum laga pembuka dimainkan.
Menariknya, aktivitas pengguna tidak hanya berfokus pada prediksi juara pildun 2026. Banyak peserta juga memasang prediksi mengenai performa pemain, hasil pertandingan, hingga berbagai momen spesifik yang terjadi selama Piala Dunia 2026.
Selama fase kualifikasi, volume transaksi harian mendekati US$50 juta. Ketika turnamen dimulai, angkanya melampaui US$100 juta per hari, bahkan sempat menyentuh US$250 juta sehari setelah laga pembuka berlangsung.
Aktivitas Prediction Market Didominasi Pengguna Lama
Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu kawasan. Berdasarkan peta distribusi, hampir seluruh benua berkontribusi terhadap volume transaksi pasar prediksi selama Piala Dunia 2026. Amerika Serikat dan China menjadi dua penyumbang terbesar.
Negara lain seperti Kanada, Thailand, serta Inggris juga menunjukkan aktivitas yang tinggi. Sebaliknya, beberapa negara hanya mencatat volume relatif kecil, sebagaimana tergambar pada visualisasi peta dalam laporan Chainalysis.

Di sisi lain, mayoritas ternyata bukan pengguna baru. Chainalysis menemukan sebagian besar volume transaksi berasal dari dompet crypto yang sudah aktif sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, menunjukkan komunitas lama masih menjadi motor utama ekosistem.
Meski demikian, turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut berhasil menarik pengguna baru. Banyak dompet yang sebelumnya belum pernah berinteraksi dengan aset digital mulai membeli NFT FIFA maupun berpartisipasi di pasar prediksi.
Platform FIFA Collect juga mendapat sorotan. Selain menawarkan NFT bertema pemain dan momen pertandingan, koleksi digital tersebut memiliki utilitas nyata dengan memberikan berbagai akses eksklusif bagi para pemiliknya.
“FIFA Collect membuktikan bahwa blockchain memiliki utilitas di dunia nyata. Melalui aset digital, lebih dari 100.000 penggemar berhasil memperoleh tiket pertandingan,” tulis Chainalysis dalam laporannya.
Blockchain Kian Dekat dengan Dunia Nyata
Di balik besarnya volume transaksi, Chainalysis juga menyoroti aspek keamanan ekosistem. Dari sekitar 400.000 wallet crypto yang berinteraksi di pasar prediksi, hanya sedikit yang keterkaitan berkaitan dengan aktivitas ilegal.
“Kurang dari satu persen dompet yang berpartisipasi dalam pasar prediksi memiliki keterkaitan dengan aktivitas ilegal yang dapat diidentifikasi melalui analisis on-chain,” tulis Chainalysis dalam laporannya.
Laporan tersebut juga menemukan sebagian kecil aliran dana berasal dari dompet yang pernah berinteraksi dengan entitas berisiko, termasuk crypto exchange Huobi/HTX. Nilainya hanya sekitar US$5,4 juta, jauh lebih kecil dibanding total transaksi US$20 miliar.

Temuan serupa terlihat pada ekosistem FIFA Collect. Dari total transaksi sekitar US$24 juta, paparan terhadap dana ilegal dinilai sangat minim berkat penerapan prosedur Know Your Customer (KYC) yang ketat.
Bagi industri kripto, Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa blockchain semakin dekat dengan kehidupan nyata. Pasar prediksi, NFT, hingga distribusi tiket menunjukkan teknologi ini berkembang melampaui fungsi sebagai instrumen investasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


