Fatal! Dalam 1 Menit Trader Kripto Ini Rugi Rp10 Juta Karena Salah Swap

Kejadian pahit kembali menimpa seorang trader kripto. Dalam waktu kurang dari satu menit, dana puluhan juta rupiah yang ia miliki menyusut drastis hanya karena satu kesalahan kecil.

Salah Swap, Trader Kripto Ini Rugi Rp10 Juta

Seorang pengguna membagikan pengalamannya di salah satu komunitas kripto terbesar di Indonesia, Keluh Kesah Pemain Cryptocurrency 2.0, pada Rabu (29/04/2026), dengan nada penuh penyesalan.

“Dunia jahat kali bang masa US$600-an gw swap dapet US$10, ga ada otak. Gimana cara bilang ke emak gw, masa iya gw bilang duitnya diambil tuyul,” jelasnya.

Dari tangkapan layar, terlihat ia melakukan swap sekitar 4.886 token dan hanya menerima sekitar 10,53 USDC. Jika dikonversikan, nilai yang diterima hanya sekitar Rp180 ribu, padahal dana awalnya setara dengan lebih dari Rp10 juta.

BACA JUGA:  Terpesona Wanita Cantik, Pria Ditipu Rp118 Juta lewat Investasi Kripto Bodong
Trader Kripto Rugi Rp10juta Karena Salah Swap - KKPC 2.0
Trader Kripto Rugi Rp10juta Karena Salah Swap – KKPC 2.0

Transaksi tersebut dilakukan melalui agregator likuiditas, di mana sistem akan mencari rute terbaik di berbagai pool. Namun, alih-alih mendapatkan harga optimal, pengguna justru mengalami kerugian besar dalam waktu sangat singkat.

Kasus ini pun dengan cepat menyebar dan memicu diskusi di kalangan komunitas kripto. Banyak yang mempertanyakan apakah ini murni kesalahan pengguna, atau ada faktor lain yang memperparah situasi.

Risiko Tersembunyi di Balik Trading Crypto di DEX

Berbeda dengan CEX yang menampilkan harga secara jelas sebelum eksekusi, DEX memiliki mekanisme yang lebih kompleks. Harga dalam proses swap ditentukan oleh likuiditas di dalam pool, bukan oleh order book seperti di bursa tradisional.

Artinya, ketika likuiditas tipis atau volume transaksi besar, harga bisa berubah drastis dalam hitungan detik. Kondisi ini dikenal sebagai slippage, yaitu selisih antara harga yang diharapkan dan harga aktual saat transaksi dieksekusi.

BACA JUGA:  Viral! Trader Kripto Ini Hampir Cuan Rp19 Miliar dari Modal Rp200 Ribu

Dalam kasus ini, besar kemungkinan trader tersebut terkena slippage ekstrem atau berinteraksi dengan pool yang memiliki likuiditas rendah. Dampaknya, nilai tukar menjadi tidak seimbang dan hasil yang diterima jauh dari ekspektasi awal.

Selain itu, terdapat risiko seperti front-running atau Maximal Extractable Value (MEV), di mana transaksi pengguna bisa didahului oleh bot untuk memanfaatkan perubahan harga. Hal ini membuat eksekusi menjadi semakin tidak menguntungkan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dunia kripto tidak hanya menawarkan peluang keuntungan, tetapi juga menyimpan risiko teknis yang kerap luput dari perhatian, terutama bagi pengguna baru.

Begini Cara Swap Crypto dari Airdrop Menjadi Rupiah

Sebelum melakukan swap kripto, penting untuk mengecek likuiditas token, estimasi harga, serta batas toleransi slippage. Mengabaikan aspek ini bisa berujung pada kerugian besar, bahkan dalam waktu yang sangat singkat.

BACA JUGA:  Persija Masuk Web3, Siap Luncurkan Fan Token

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait