Satu kesalahan kecil ternyata bisa berakibat fatal di dunia kripto. Seorang trader crypto dilaporkan kehilangan aset senilai Rp5 miliar hanya karena salah menyalin alamat wallet saat melakukan transaksi.
Salah Tempel Wallet, Kripto Rp5 Miliar Lenyap Seketika
Insiden ini pertama kali menjadi sorotan setelah dibagikan oleh Solana Guru melalui akun X pada Kamis (02/07/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan pengakuannya yang salah mengirim seluruh kepemilikan token ANSEM ke alamat yang keliru.
Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa dirinya tanpa sadar menyalin contract address (CA) token, bukan alamat wallet pribadinya. Kesalahan sederhana itu membuat seluruh token langsung terkirim ke alamat kontrak.
“Saya tidak sengaja mengirim seluruh kepemilikan ANSEM saya ke alamat kontrak saat ingin mengirimnya ke wallet Jupiter. Akibatnya, token tersebut masuk ke liquidity pool. Saya keliru menyalin CA, bukan alamat saya,” tulisnya.
Ia juga menyertakan hash transaksi beserta alamat wallet miliknya. Selain meminta bantuan, ia menyatakan siap memberikan verifikasi tambahan apabila diperlukan agar token tersebut dapat dikembalikan.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan jumlah aset yang terkirim mencapai 1,34 juta ANSEM. Saat transaksi dilakukan nilainya diperkirakan US$122.000, namun kini meningkat menjadi US$285.549 atau sekitar Rp5 miliar.

Peristiwa tersebut bahkan menarik perhatian Ansem itu sendiri. Dalam unggahan lain yang membagikan ulang kejadian itu, ia hanya memberikan respons singkat, “wait what.” Balasan sederhana tersebut langsung memicu beragam reaksi.
Beda Penyebab, Nasibnya Sama
Peristiwa ini menarik perhatian karena berbeda dari banyak insiden kehilangan aset kripto sebelumnya. Tidak ada peretasan maupun eksploitasi jaringan. Kerugian justru terjadi akibat kesalahan pengguna saat menyalin alamat crypto.
Meski berbeda, hasil akhirnya tetap sama. Setelah transaksi dikonfirmasi di jaringan blockchain, aset yang sudah terkirim hampir mustahil dibatalkan. Satu kesalahan kecil pun seketika berubah menjadi kerugian miliaran rupiah.
Peristiwa tersebut mengingatkan pada insiden yang terjadi pada Desember 2025. Kala itu, seorang whale kripto kehilangan US$50 juta atau setara Rp834 miliar akibat serangan address poisoning, bukan karena kesalahan saat bertransaksi.
Miris! Rp834 Miliar Hilang Gara-Gara Salah Copas Address Kripto
Terlepas dari penyebabnya, kedua insiden tersebut menyampaikan pesan yang sama. Selalu memeriksa kembali seluruh wallet sebelum mengirim aset merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menghindari kerugian yang sulit dipulihkan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


