Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengumumkan penyitaan aset kripto senilai lebih dari US$8 miliar, setara Rp140 triliun, dalam operasi internasional yang menargetkan jaringan penipuan lintas negara.
Penyitaan tersebut disebut sebagai penyitaan aset kripto terbesar dalam sejarah pemerintah AS dan menjadi bagian dari upaya besar membongkar industri penipuan kripto yang beroperasi di berbagai wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Berdasarkan laporan Fox News pada Kamis (28/5/2026), operasi yang melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum internasional itu juga menghasilkan penangkapan hampir 300 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai skema penipuan kripto, termasuk investasi palsu, romance scam, hingga praktik yang dikenal sebagai pig butchering.
Selain itu, aparat berhasil membebaskan hampir 2.000 orang yang diduga menjadi korban perdagangan manusia dan dipaksa bekerja di pusat-pusat penipuan.
Jaringan yang menjadi sasaran operasi diketahui beroperasi di Myanmar, Kamboja, Thailand, dan Uni Emirat Arab. Kelompok tersebut diduga menggunakan aset digital untuk menerima pembayaran, memindahkan dana hasil kejahatan, serta mencuci uang dalam skala besar.
Direktur FBI, Kash Patel, menegaskan bahwa jaringan yang dibongkar bukan sekadar kelompok penipu biasa.
“Jaringan penipuan bukan hanya pusat panggilan. Mereka adalah perusahaan kriminal terorganisir yang dibangun untuk mencuri dari warga Amerika, mencuci uang dan mengeksploitasi orang dalam skala besar,” ujar Kash Patel.
Pihak FBI menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan pertumbuhan industri penipuan kripto yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi ancaman global dengan korban yang tersebar di berbagai negara.
Ribuan Korban Dibebaskan dari Kompleks Scam
Selain menyita aset digital dalam jumlah besar, aparat juga memfokuskan operasi pada pembebasan korban yang diduga dipaksa bekerja di kompleks scam.
Banyak dari mereka disebut direkrut melalui iklan pekerjaan palsu dengan janji gaji tinggi, sebelum akhirnya dibawa ke lokasi tertentu dan dipaksa menjalankan aktivitas penipuan secara daring.
Laporan FBI menyebut para korban berasal dari berbagai negara dan ditugaskan untuk menghubungi calon korban melalui media sosial, aplikasi pesan instan, maupun platform investasi.
Mereka kemudian diarahkan untuk meyakinkan target agar menanamkan dana ke platform investasi palsu yang umumnya menggunakan narasi keuntungan tinggi dari aset digital.
Model operasi seperti ini telah menjadi salah satu bentuk penipuan kripto yang paling merugikan secara global dalam beberapa tahun terakhir.
Pelaku biasanya membangun hubungan dengan korban dalam jangka waktu tertentu sebelum mendorong mereka mengirimkan dana ke rekening atau wallet yang dikendalikan sindikat.
Starlink Dinonaktifkan dan Investigasi Berlanjut
Sebagai bagian dari operasi tersebut, lebih dari 7.000 terminal internet satelit Starlink di Myanmar juga dinonaktifkan. Menurut FBI, perangkat tersebut diduga digunakan untuk mendukung aktivitas jaringan penipuan yang beroperasi di wilayah terpencil dan sulit dijangkau jaringan internet biasa.
Penonaktifan ribuan terminal itu dinilai penting karena banyak kompleks penipuan kripto mengandalkan koneksi internet yang stabil untuk menjalankan operasi mereka selama 24 jam. Dengan terganggunya infrastruktur komunikasi, aparat berharap kemampuan jaringan untuk merekrut korban baru dapat berkurang secara signifikan.
Meski telah mengungkap nilai penyitaan yang mencapai lebih dari US$8 miliar, FBI belum merinci jenis aset digital yang diamankan maupun alamat wallet yang terkait dengan kasus tersebut. Investigasi juga masih berlangsung untuk menelusuri aliran dana dan mengidentifikasi pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Dengan nilai penyitaan yang mencapai sekitar Rp140 triliun, operasi ini menjadi salah satu tindakan penegakan hukum terbesar yang pernah dilakukan terhadap jaringan penipuan kripto global.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya perhatian aparat terhadap penggunaan aset digital dalam aktivitas kejahatan lintas negara yang semakin kompleks dan terorganisir.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


