FBI dan Polisi RI Ungkap Sindikat Phishing yang Jual 25.000 Akun

Kolaborasi lintas negara kembali menunjukkan hasil nyata. FBI Atlanta bersama Kepolisian Republik Indonesia berhasil membongkar jaringan phishing yang beroperasi secara senyap, mencuri data, dan menjual akses akun dalam skala masif. 

Terungkapnya Jaringan Phishing Bernilai Rp342 Miliar

Dikutip dari siaran pers yang dirilis pada Jumat (10/04/2026), FBI Atlanta bersama otoritas Indonesia berhasil membongkar jaringan phishing yang menargetkan ribuan korban di berbagai negara. Nilai penipuan mencapai lebih dari US$20 juta atau sekitar Rp342 miliar.

Jaringan ini menggunakan alat bernama W3LL phishing kit, yang dirancang untuk meniru halaman login dengan tampilan yang sangat meyakinkan. Tanpa disadari, korban memasukkan data akun mereka langsung ke sistem milik pelaku.

Tidak hanya mencuri username dan password saja, alat ini juga merekam data sesi pengguna. Hal ini membuat pelaku bisa melewati sistem keamanan seperti multi-factor authentication (MFA).

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Modus Baru Hacker, Google Play Palsu Dipakai Menambang Kripto
Tampilan Situs W3LLSTORE yang Dibekukan FBI dan Kepolisian RI
Tampilan Situs W3LLSTORE yang Dibekukan FBI dan Kepolisian RI

Akibatnya, akses ke akun korban dapat dipertahankan tanpa terdeteksi. Hal ini membuat serangan tersebut jauh lebih canggih dibandingkan dengan mekanisme phishing biasa, bahkan telah berkembang menjadi bentuk kejahatan siber yang lebih luas.

“Ini bukan sekadar phishing biasa, melainkan platform kejahatan siber dengan layanan yang sangat lengkap,” ujar Kepala Agen Khusus FBI Atlanta, Marlo Graham.

W3LLSTORE: Pasar Gelap di Balik 25.000 Akun Curian

Di balik operasi ini, terdapat marketplace tersembunyi bernama W3LLSTORE. Platform ini menjadi pusat jual beli akun curian dan akses ilegal, termasuk remote desktop yang bisa dimanfaatkan untuk aksi lanjutan.

Sepanjang 2019 hingga 2023, W3LLSTORE tercatat memfasilitasi penjualan lebih dari 25.000 akun yang telah dikompromikan. Angka ini menunjukkan skala kejahatan yang tidak main-main.

Investigasi yang dibagikan Group-IB pada 2023 mengungkap bahwa ekosistem W3LL tidak hanya menyediakan phishing kit. Mereka juga menawarkan tools lain yang mendukung seluruh rantai serangan.

BACA JUGA:  Polymarket Tunjukkan Peluang 70 Persen AS Masuk Iran, Apa Artinya?

Tools tersebut mencakup skema Business Email Compromise (BEC), yang digunakan untuk menipu perusahaan melalui email. Setidaknya ada ratusan pelaku serangan siber yang tergabung dalam komunitas tertutup ini.

Skema Phishing BEC W3LLSTORE - Group-IB
Skema Phishing BEC W3LLSTORE – Group-IB

Bahkan, alat-alat W3LL pernah digunakan untuk menargetkan lebih dari 56.000 akun Microsoft 365 di AS, Australia, dan Eropa dalam waktu kurang dari satu tahun, menandakan bahwa korporasi besar juga menjadi sasaran utama.

Dari Penangkapan hingga Pemutusan Akses Jaringan

Meski W3LLSTORE sempat ditutup pada 2023, aktivitas sindikat ini tidak langsung berhenti. Mereka beralih ke platform pesan terenkripsi untuk tetap menjalankan operasi, bahkan melakukan rebranding agar sulit dilacak.

Namun, upaya tersebut terhenti. Dalam operasi lanjutan, FBI bersama otoritas Indonesia berhasil mengidentifikasi dan menyita infrastruktur yang mendukung layanan phishing tersebut, sekaligus menangkap sosok yang diduga sebagai pengembangnya.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Melejit 4 Persen, Siap Lanjut Naik?

“Dalam koordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pihak berwenang juga menahan tersangka pengembang berinisial G.L serta menyita sejumlah domain utama yang terkait dengan operasi tersebut,” ungkap mereka.

Dengan dibongkarnya jaringan ini, salah satu sumber utama yang selama ini dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mengakses akun korban secara ilegal kini berhasil diputus.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman siber terus berkembang dan kolaborasi global menjadi kunci utama untuk menghadapinya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait