Cash App, aplikasi pembayaran milik Jack Dorsey di bawah perusahaan Block, meluncurkan pembaruan produk terbesar tahun ini dengan menghadirkan kemampuan pembayaran menggunakan Bitcoin melalui Lightning Network serta rencana dukungan stablecoin yang akan dirilis pada 2026.
Peluncuran ini diumumkan dalam rilis resmi perusahaan pada pertengahan November 2025 dan menandai ekspansi besar Cash App dalam layanan pembayaran berbasis aset digital di AS.
Pembaruan Produk Cash App untuk Perluas Fungsi Pembayaran
Dalam pembaruan tersebut, Cash App memperkenalkan 11 fitur baru dan lebih dari 150 perbaikan sistem. Fitur yang paling menonjol adalah dukungan pembayaran Bitcoin yang memungkinkan pengguna membayar menggunakan saldo dolar AS mereka, sementara penerima dapat menerima dana dalam bentuk Bitcoin melalui Lightning Network.
Sistem ini dirancang untuk mempercepat transaksi dan memperluas fungsi pembayaran digital tanpa mengharuskan pengguna memegang Bitcoin secara langsung.
Executive Officer dan Business Lead di Block, Owen Jennings, menekankan bahwa peningkatan ini berorientasi pada kebutuhan pengguna.
“Di Cash App, kami sangat berfokus untuk membangun platform yang mencerminkan bagaimana pelanggan benar-benar berpartisipasi dalam perekonomian saat ini. Produk dan fitur baru ini dirancang untuk membuat uang bekerja lebih baik bagi mereka,” ujar Jennings dalam siaran pers.
Selain pembayaran Bitcoin, Cash App juga menambahkan fitur “Bitcoin Map,” yaitu peta interaktif yang membantu pengguna menemukan merchant yang menerima pembayaran Lightning. Fitur ini diproyeksikan menjadi alat penting untuk memperluas adopsi pembayaran kripto melalui bisnis ritel.
Integrasi Stablecoin dan Fitur Keuangan Cerdas
Cash App turut mengonfirmasi bahwa dukungan stablecoin untuk transaksi kirim dan terima akan diluncurkan pada awal 2026. Stablecoin dipandang sebagai elemen penting untuk transaksi digital karena nilainya yang stabil dan lebih mudah digunakan oleh konsumen umum dibandingkan aset kripto yang volatil.
Peluncuran stablecoin ini akan menempatkan Cash App sebagai salah satu aplikasi mainstream pertama yang menggabungkan pembayaran fiat, Bitcoin, Lightning Network dan stablecoin dalam satu platform.
Selain itu, pembaruan kali ini juga mencakup kehadiran fitur kecerdasan finansial bernama Moneybot. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna menginterpretasikan berbagai data keuangan dalam aplikasi.
Kepala Desain Produk di Cash App, Cameron Worboys, menjelaskan perannya dalam meningkatkan pengalaman keuangan pengguna.
“Konsumen saat ini diberikan banyak data seputar transaksi keuangan dan saldo rekening mereka, tetapi Moneybot melangkah lebih jauh dengan membantu mengubah wawasan tersebut menjadi tindakan,” ujar Worboys.
Cash App, yang memiliki puluhan juta pengguna aktif, menyatakan bahwa integrasi ini bertujuan menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih terhubung, fleksibel dan efisien.
Dengan dukungan Lightning Network, transaksi Bitcoin dapat diproses lebih cepat dan dengan biaya sangat rendah, sementara kemampuan konversi otomatis dolar AS ke BTC memudahkan pengguna yang belum akrab dengan kepemilikan aset kripto.
Pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa beberapa fitur akan diluncurkan secara bertahap, dengan prioritas diberikan kepada pengguna yang memenuhi syarat di wilayah yang didukung.
Pembayaran Lightning diperkirakan mulai berfungsi untuk sebagian pengguna pada akhir November 2025, sementara fitur stablecoin masih dalam persiapan final sebelum peluncuran awal 2026.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



