Fitur Baru Pump.fun Buka Peluang Dapat Hadiah Ratusan Juta Rupiah

Pump.fun kembali membuat gebrakan baru. Platform koin meme Solana itu kini menghadirkan GO Bounties, fitur yang memungkinkan siapa saja membuat atau menyelesaikan berbagai misi demi mendapatkan hadiah dalam bentuk aset kripto. 

Namun, di balik peluang cuan tersebut, fitur ini juga memicu kontroversi. Sejumlah bounty yang muncul dinilai terlalu ekstrem dan berpotensi menimbulkan masalah etika maupun keamanan. Lantas, seperti apa cara kerja GO Bounties dan mengapa fitur ini ramai diperbincangkan?

Mengenal Fitur GO Bounties di Pump.fun

Pump.fun resmi meluncurkan GO Bounties pada Jumat (04/06/2026) sebagai bounty marketplace berbasis kripto. Melalui fitur ini, siapa saja dapat membuat tugas dan menawarkan hadiah aset digital kepada pengguna lain yang berhasil menyelesaikannya.

Cara kerjanya cukup sederhana. Pembuat bounty menentukan misi, menetapkan nilai hadiah, lalu mengunci dana di sistem escrow hingga pemenang dipilih. Setelah moderator menyetujui pengajuan, hadiah akan diberikan kepada peserta yang memenuhi syarat.

BACA JUGA:  ZachXBT Tawarkan Hadiah Rp172 Juta untuk Buru Pelaku Pump & Dump

Jika tidak ada peserta yang menyelesaikan tugas, dana dapat dikembalikan kepada pembuat bounty setelah masa sengketa berakhir. Menariknya, pembuat bounty tidak bisa menarik kembali hadiah selama misi masih aktif sehingga prosesnya lebih transparan.

Tampilan Fitur GO Bounties di Pump.fun
Tampilan Fitur GO Bounties di Pump.fun

Beragam misi tersedia di platform meme coin tersebut. Ada yang meminta pengguna membantu proyek hackathon, melakukan wawancara, menyelenggarakan acara, hingga tantangan unik seperti memecahkan rekor dunia atau membuat konten di media sosial.

Sejumlah Bounty di Pump.fun Picu Kontroversi

Besarnya hadiah membuat GO Bounties langsung menarik perhatian. Beberapa bounty bahkan menawarkan imbalan lebih dari US$20 ribu atau sekitar Rp356 juta hanya untuk menyelesaikan satu tugas.

Berdasarkan daftar terbaru, salah satu misi dengan hadiah US$21.899 atau Rp389 juta untuk mewawancarai keluarga pelaku pembunuhan Henry Nowak atau aparat yang menangani kasus tersebut. Besarnya imbalan itu langsung memicu perhatian.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Hantavirus 2026, Pendiri Pump.fun Bahas Peluang Cuan Meme Coin

Selain itu, terdapat bounty senilai US$15 ribu untuk mempromosikan layanan kasino daring. Di luar misi tersebut, tersedia pula berbagai tugas lain, mulai dari membantu proyek komunitas, membuat konten, hingga tantangan kreatif dengan hadiah ribuan dolar AS.

Di sisi lain, Pump.fun mempromosikan GO sebagai platform yang memungkinkan “siapa saja membayar siapa saja untuk melakukan apa saja” menggunakan aset kripto. Konsep inilah yang kemudian memunculkan perdebatan karena membuka peluang munculnya tugas kontroversial.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, sempat muncul bounty aksi bunuh diri dengan imbalan hingga US$690.000, sementara bounty terjun payung ke Piala Dunia 2026 senilai US$57.000 juga sempat beredar.

Munculnya bounty ekstrem di fitur GO BOunties membuat moderasi dipertanyakan. Jika pengawasan tidak diperketat, Pump.fun berisiko kembali menuai kontroversi dan mungkin menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan fitur ini.

BACA JUGA:  OJK Buka Suara! Kripto Dipastikan Tak Bisa Gantikan Rupiah
Taruhan Kontroversial Soal Aksi Bunuh Diri di Fitur GO Bounties Pump.fun
Taruhan Kontroversial Soal Aksi Bunuh Diri di Fitur GO Bounties Pump.fun

Meski menawarkan peluang memperoleh hadiah hingga ratusan juta rupiah, masa depan GO Bounties bergantung pada kemampuan Pump.fun dalam menjaga kualitas moderasi. Tanpa pengawasan ketat, inovasi ini berpotensi berubah menjadi sumber kontroversi baru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait