Franklin Templeton Akhirnya Nyemplung ke Dunia Tokenisasi

Franklin Templeton resmi bergabung dengan Canton Network, sebuah jaringan blockchain yang didukung bank-bank besar global, dalam langkah strategis untuk memperluas penggunaan dana yang ditokenisasi (tokenized fund).

Langkah Franklin Templeton memperlihatkan keseriusan perusahaan dalam membawa sistem manajemen dana tradisional menuju era digital.

Berdasarkan laporan Bloomberg, melalui kemitraan tersebut, perusahaan itu akan mengintegrasikan token digital miliknya yang dikenal sebagai Benji Token ke dalam infrastruktur Canton Network.

Integrasi ini memungkinkan pengelolaan dan pertukaran aset secara digital di lingkungan yang aman, terdesentralisasi, namun tetap memenuhi standar privasi dan kepatuhan institusional.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Canton Network dikembangkan sebagai jaringan blockchain institusional yang memungkinkan interoperabilitas antarbank, lembaga investasi dan manajer aset.

Berbeda dengan jaringan publik seperti Ethereum, Canton dirancang untuk menggabungkan privasi tingkat tinggi dengan efisiensi transaksi lintas lembaga keuangan. Melalui arsitektur network of networks, setiap entitas dapat mempertahankan ledger-nya sendiri sambil tetap bisa berinteraksi dengan pihak lain melalui protokol bersama.

BACA JUGA:  Pasar RWA Solana Cetak Rekor Baru, Kripto SOL Siap Melesat?

Perusahaan manajemen investasi asal AS ini menilai bahwa teknologi blockchain tidak lagi sekadar konsep eksperimental, melainkan sudah mencapai tahap implementasi nyata di sektor keuangan global.

Dalam pernyataannya, pihak Franklin Templeton menegaskan bahwa kolaborasi dengan Canton Network merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan transparansi, efisiensi dan kecepatan transaksi dana investasi.

“Kami percaya bahwa tokenisasi akan menjadi elemen penting dalam evolusi pasar modal modern,” ujar perwakilan Franklin Templeton.

Integrasi Aset Digital dan Infrastruktur Keuangan Konvensional

Canton Network, yang juga didukung oleh lembaga keuangan besar seperti Deutsche Börse Group dan Goldman Sachs, bertujuan menciptakan konektivitas antara berbagai aset digital institusional tanpa mengorbankan kontrol data.

Dengan bergabungnya Franklin Templeton, jaringan tersebut mendapat tambahan kredibilitas dan potensi ekspansi lebih luas di sektor pengelolaan dana berbasis blockchain.

Langkah ini memungkinkan Franklin Templeton memanfaatkan infrastruktur Canton untuk menempatkan produk dana tokenisasi secara langsung di blockchain, termasuk dana pasar uang yang sebelumnya telah diluncurkan melalui Benji Investments App.

BACA JUGA:  Bear Market Ethereum Belum Usai, Analis Ungkap Sinyal Bahaya

Teknologi ini memungkinkan investor membeli dan menebus dana dalam bentuk token secara cepat dan efisien, tanpa harus melalui sistem kliring tradisional yang sering kali memakan waktu dan biaya lebih tinggi.

Selain memperkuat posisi Franklin Templeton sebagai pionir dalam tokenisasi aset, kerja sama ini juga diharapkan mempercepat adopsi real-world assets (RWA) di sektor keuangan global. Dengan semakin banyak institusi besar bergabung ke jaringan seperti Canton, pasar diharapkan dapat memperoleh kepercayaan lebih terhadap konsep digitalisasi aset berbasis blockchain.

Dorongan Menuju Era Tokenisasi Global

Fenomena tokenisasi kini menjadi tren utama di industri keuangan dunia. Melalui representasi digital aset dunia nyata di blockchain, institusi keuangan dapat mengoptimalkan likuiditas, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas akses investor ke berbagai jenis produk investasi.

Franklin Templeton, dengan total aset kelolaan mencapai ratusan milyar dolar AS, menjadi salah satu pionir yang membawa model ini ke ranah praktis.

BACA JUGA:  21Shares Resmi Ajukan ONDO ETF, Sektor RWA Kian Dilirik

Kemitraan dengan Canton Network menunjukkan bahwa sektor keuangan tradisional mulai bertransformasi menuju sistem keuangan terhubung dan berbasis digital.

Berkat interoperabilitas yang ditawarkan Canton, setiap lembaga bisa menjalankan transaksi kompleks antar-pihak dengan keamanan tinggi dan tanpa risiko data terbuka. Hal ini penting bagi institusi seperti Franklin Templeton yang beroperasi di lingkungan dengan regulasi ketat.

Dengan langkah ini, Franklin Templeton tidak hanya memperkuat eksistensinya di dunia manajemen aset digital, tetapi juga membuka jalan bagi gelombang baru investasi berbasis blockchain.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia