Franklin Templeton Siap Rilis Solana ETF, Biayanya Murah Banget

Franklin Templeton resmi mengajukan Form 8-A ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Selasa, untuk meluncurkan produk investasi baru berbasis aset kripto Solana ETF.

Pengajuan ini menjadi langkah terakhir sebelum produk tersebut diperdagangkan secara resmi di bursa saham NYSE Arca, menandai babak baru dalam integrasi antara dunia keuangan tradisional dan aset digital.

Produk Solana ETF ini akan melacak harga koin SOL secara langsung (spot), bukan melalui kontrak berjangka atau instrumen derivatif.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Franklin Templeton bekerja sama dengan penyedia indeks CF Benchmarks untuk memastikan pergerakan harga yang transparan dan akurat.

Dengan pendekatan ini, investor dapat memiliki eksposur terhadap Solana tanpa harus membeli dan menyimpan token kripto tersebut secara langsung.

Dalam dokumen resmi yang diajukan, Franklin Templeton menetapkan biaya pengelolaan sebesar 0,19 persen, yang menjadi tarif terendah di antara produk ETF berbasis kripto lain yang sudah beredar.

BACA JUGA:  TVL Solana Melesat Sendirian, Tembus US$9,3 Miliar

Selain itu, perusahaan juga memberikan pembebasan biaya (fee waiver) untuk aset kelolaan hingga US$5 miliar (AUM) pada tahap awal peluncuran. Strategi ini diyakini sebagai upaya untuk menarik minat investor ritel dan institusional yang mencari biaya rendah dan efisiensi tinggi di pasar aset digital.

Langkah Akhir Solana ETF Sebelum Perdagangan Dimulai

Peluncuran Solana ETF ini diperkirakan akan segera terealisasi dalam waktu dekat. Berdasarkan pengajuan Form 8-A, ETF tersebut siap diperdagangkan di NYSE Arca dengan kode ticker “SOEZ.”

Beberapa analis menilai, pengajuan formulir ini merupakan tanda bahwa semua persyaratan administratif sudah hampir selesai dan listing resmi tinggal menunggu persetujuan akhir dari pihak bursa.

Franklin Templeton menjadi salah satu manajer investasi besar pertama yang memperluas portofolio kripto mereka ke luar Bitcoin dan Ethereum.

Keputusan untuk mengajukan ETF berbasis Solana menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusi terhadap ekosistem blockchain yang dikenal dengan kecepatan transaksi tinggi dan biaya gas yang rendah.

BACA JUGA:  Bear Market Ethereum Belum Usai, Analis Ungkap Sinyal Bahaya

Sebelumnya, perusahaan ini juga telah memperkenalkan produk berbasis tokenisasi dan terlibat dalam berbagai inisiatif aset digital. Langkah terbaru ini memperkuat posisi Franklin Templeton sebagai pionir di bidang investasi berbasis blockchain yang berorientasi pada adopsi massal dan keterjangkauan biaya.

Daya Tarik bagi Investor Tradisional

Masuknya Franklin Templeton ke ranah Solana ETF dipandang sebagai sinyal kuat bagi investor tradisional yang ingin mengeksplorasi aset digital tanpa harus berurusan dengan kompleksitas penyimpanan kripto.

Melalui ETF, investor dapat berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan Solana melalui instrumen keuangan yang sudah diatur dan mudah diakses.

Biaya rendah menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat pasar. Dengan tarif pengelolaan 0,19 persen dan pembebasan biaya hingga US$5 miliar, produk ini berpotensi menjadi pilihan utama bagi lembaga keuangan dan dana pensiun yang ingin melakukan diversifikasi portofolio ke sektor kripto.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya

Selain meningkatkan akses investasi, Solana ETF juga dapat membawa dampak positif terhadap likuiditas pasar Solana.

Akses yang lebih mudah bagi investor institusi diharapkan dapat mendorong volume perdagangan dan memperkuat posisi Solana sebagai salah satu aset kripto terkemuka di luar ekosistem Bitcoin dan Ethereum.

Meski demikian, pengamat pasar mengingatkan bahwa peluncuran ETF tidak serta-merta menjamin kenaikan harga SOL dalam jangka pendek. Respons pasar terhadap produk berbasis altcoin sering kali bergantung pada kondisi likuiditas global, sentimen investor, serta dinamika adopsi blockchain yang mendasarinya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia