Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua OJK yang Baru, Ini Profilnya

Friderica Widyasari Dewi resmi ditetapkan sebagai Ketua OJK yang baru untuk periode 2026–2031 setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI.

Penunjukan tersebut menandai babak baru bagi regulator sektor jasa keuangan Indonesia sekaligus mencatatkan sejarah karena Friderica menjadi perempuan pertama yang memimpin Otoritas Jasa Keuangan sejak lembaga tersebut berdiri pada 2011.

Keputusan DPR diambil setelah menilai Friderica memiliki pengalaman panjang di sektor pasar modal dan industri jasa keuangan.

Ia dinilai mampu menangani berbagai tantangan utama yang dihadapi sektor keuangan nasional, mulai dari transparansi pasar, stabilitas sistem keuangan, hingga penguatan kepercayaan investor.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Komisi XI telah memutuskan hasil fit and proper test atas calon Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 untuk 5 jabatan, yaitu ada 10 yang melakukan fit and proper dan diputuskan ada 5 jabatan yang akan diisi, yaitu untuk Ketua, Ibu Friderica Widyasari Dewi,” ujar Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, dilansir dari Kumparan, pada Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA:  Kecolongan! Rp80 Miliar Kripto Raib karena Kesalahan Kecil

Profil Friderica Widyasari Dewi dan Rekam Jejak di Pasar Modal

Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang kuat dan dikenal luas di industri pasar modal Indonesia.

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di California State University, Fresno, AS. Selanjutnya, Friderica meraih gelar doktor di bidang kepemimpinan dan inovasi kebijakan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2019.

Karier Friderica di sektor pasar modal dimulai ketika ia bergabung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Di lembaga tersebut, ia menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan hingga Sekretaris Perusahaan.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI pada periode 2009 hingga 2015.

Setelah meninggalkan BEI, Friderica melanjutkan karier di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia terlebih dahulu menjabat sebagai Direktur Keuangan sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama KSEI pada periode 2016–2019.

BACA JUGA:  OJK Garap Aturan Kripto Syariah, Target Terbit Tahun Ini

Kariernya kemudian berlanjut di sektor sekuritas ketika ia dipercaya memimpin PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama pada 2020–2022. Pengalaman di berbagai lembaga tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu profesional yang berpengaruh di industri pasar modal Indonesia.

Dari Pengawas Konsumen hingga Pimpinan OJK

Sebelum ditetapkan sebagai Ketua OJK yang baru, Friderica telah lebih dahulu bergabung di lembaga tersebut sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sejak tahun 2022. Dalam posisi itu, ia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen.

Dalam perannya, Friderica bertanggung jawab mengawasi perilaku pelaku industri jasa keuangan sekaligus memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen. Ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif pemberantasan aktivitas keuangan ilegal melalui Satgas PASTI serta program perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Penunjukan Ketua OJK yang baru ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sektor keuangan nasional, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

BACA JUGA:  Transaksi Kripto Indonesia Sentuh Rp24 Triliun di Februari 2026

Perempuan Pertama yang Memimpin OJK

Penunjukan Friderica juga menjadi tonggak penting dalam sejarah lembaga tersebut. Sejak OJK berdiri pada tahun 2011, belum pernah ada perempuan yang menduduki posisi pimpinan tertinggi lembaga tersebut.

Dengan penetapan ini, Friderica menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua OJK yang baru, sekaligus memperluas representasi kepemimpinan perempuan dalam sektor keuangan nasional.

Pengalaman panjang Friderica di industri pasar modal, lembaga keuangan dan regulator dinilai menjadi modal penting dalam memimpin OJK ke depan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait