FTX Siapkan Dana US$2 Miliar untuk Investasi Proyek Web3

FTX, bursa kripto yang didirikan dan dipimpin oleh Sam Bankman-Fried telah meluncurkan unit modal ventura baru untuk menyuntikkan milyaran dolar AS ke pasar swasta dalam investasi kripto.

FTX telah menyisihkan US$2 milyar untuk unit anyar tersebut, dengan mempekerjakan Amy Wu, mantan mitra di perusahaan modal ventura Lightspeed senilai US$10 milyar, untuk menempati posisi pimpinan di unit bisnis dan dana baru tersebut.

Unit Ventura dari Bursa FTX 

Melalui FTX Ventures, bursa ini bertujuan untuk memajukan adopsi blockchain dan web3 global, dengan investasi yang luas di bidang sosial, game, fintech, perangkat lunak dan perawatan kesehatan.

Dalam sebuah wawancara, Wu mengatakan bahwa unit dana tersebut akan membuat hasil strategis dan terkonsentrasi ke perusahaan di pasar kripto.

IKLAN

“Itu belum tentu terkait dengan strategi FTX, tujuannya lebih untuk mempercepat adopsi teknologi blockchain,” ujar WU.

Selain FTX Ventures, Wu juga akan memimpin bisnis game FTX. Bermain game adalah fokus besar bagi Wu di Lightspeed.

Selain dana investasi bersama tersebut, Lightspeed juga berinvestasi ke berbagai perusahaan lainnya seperti pencipta game Fortnite, Epic Games dan pengembang Slipgate, 1047 Games.

Wu melihat banyak potensi di depan untuk sektor gaming yang mengadopsi teknologi kripto dan NFT.

Di saat hype melanda game kripto karena kehadiran game Axie Infinity, Wu pun sempat mengatakan bahwa setiap penerbit game besar sedang menjelajahi blockchain.

Tentu saja, ini menjadi penanda awal dari era game kripto karena sangat disukai para pemain, terlebih karena adanya konsep play-to-earn (P2E).

Bertumbuh dengan Cepat dalam Tiga Tahun 

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, FTX dengan cepat menjadi salah satu perusahaan paling berharga dan paling terkenal di dunia kripto. Wu pun percaya jika bursa ini masih akan memiliki potensi di masa depan.

“FTX masih merupakan pemain yang berkembang di industri kripto yang ada dan kripto itu sendiri masih baru lahir. Ini hanya sebagian kecil dari industri jasa keuangan global. Masih banyak ruang bagi FTX untuk tumbuh. Jadi, saya tidak ragu bahwa perusahaan akan melanjutkan lintasannya dengan sangat bullish ke arah itu,” ungkap Wu.

Tentu saja, langkah bursa ternama tersebut ke sektor ventura ini bukanlah suatu hal yang aneh, sebab bursa lain seperti Coinbase juga telah membentuk operasi venturanya sendiri pada tahun 2018 dan telah berinvestasi di ratusan startup kripto tahap awal. Ini semua demi perkembangan industri ke arah yang lebih baik. [st]

spot_img
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait