Harga Bitcoin kini berada di titik krusial setelah mengalami penurunan tajam dan pembalikan sentimen pasar yang berpotensi memicu short squeeze dalam waktu dekat.
Berdasarkan analisis dari analis Trading Heights, Bitcoin (BTC) sempat anjlok dari level US$120.000 menjadi US$111.000 pada perdagangan terbaru, memicu gelombang besar likuidasi posisi long di berbagai bursa berjangka.
Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$113.421, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$2,26 triliun dan volume transaksi spot harian sebesar US$8,21 miliar.

Menurut Trading Heights, fenomena ini ditandai dengan penurunan open interest dari US$44 miliar menjadi US$34 miliar, menandakan banyak trader yang terpaksa keluar dari pasar akibat tekanan likuidasi.
Lebih lanjut, funding rate Bitcoin juga berbalik negatif di angka -0,0002, yang berarti posisi short kini membayar posisi long.
“Ini menandakan terjadinya perubahan sentimen besar, di mana pasar mulai terlalu penuh oleh posisi bearish,” ungkap Trading Heights.
Kondisi tersebut, menurut para analis, sering kali menjadi titik balik yang mendahului short squeeze, sebuah situasi ketika harga melonjak tajam akibat likuidasi massal posisi jual.
Dalam konteks ini, para trader ritel yang memperkirakan penurunan lanjutan justru bisa terperangkap ketika pelaku besar (whale) mulai mengakumulasi posisi beli di pasar spot.
Sinyal Teknis Mengarah ke Potensi Pembalikan
Trading Heights menjelaskan bahwa pembalikan funding rate menjadi negatif setelah periode likuidasi besar biasanya menandakan pergeseran dominasi pasar.
“Ketika para trader ritel membuka posisi short secara agresif, investor besar cenderung mengambil alih posisi spot dengan tenang,” ungkap analis tersebut.
Pola ini, lanjutnya, menciptakan bahan bakar bagi kenaikan mendadak yang dapat melikuidasi posisi short dalam jumlah besar.
Secara teknikal, level resistance penting berada di rentang US$115.000 hingga US$117.000.
Jika Bitcoin berhasil menembus area tersebut dan bergerak di atas US$118.000, analis memperkirakan kenaikan cepat menuju US$120.000 bahkan hingga US$123.000 dapat terjadi, karena efek berantai dari likuidasi posisi short yang terlalu padat.
Sebaliknya, jika harga Bitcoin kembali menembus support di US$111.000 bersamaan dengan penurunan open interest, pasar mungkin akan mengalami satu fase tekanan jual tambahan sebelum potensi pembalikan tren terjadi.
Analis tersebut juga menegaskan bahwa kombinasi antara pendanaan negatif dan stabilitas open interest menciptakan kondisi klasik untuk short squeeze. Meski demikian, lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa reli semacam ini biasanya berlangsung cepat dan dapat berubah menjadi koreksi tajam.
Pasar Bitcoin Dikuasai Ketegangan
Perubahan drastis dalam dinamika derivatives ini mencerminkan ketegangan yang meningkat di pasar Bitcoin global.
Banyak analis menilai bahwa sentimen bearish yang berlebihan justru dapat menjadi bahan bakar bagi kebangkitan harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Dengan volume perdagangan spot yang masih tinggi di atas US$8 miliar per 24 jam dan kapitalisasi pasar lebih dari US$2 triliun, Bitcoin tetap menunjukkan daya tarik kuat bagi investor institusional maupun ritel. Walaupun volatilitas tinggi masih membayangi, pelaku pasar kini memantau ketat level teknikal kunci sebagai penentu arah berikutnya.
Jika short squeeze benar terjadi, reli cepat ke area US$120.000 bisa menjadi momentum pembalikan besar bagi pasar kripto. Namun jika tekanan jual berlanjut, skenario koreksi lebih dalam mungkin tidak dapat dihindari.
Dalam situasi seperti ini, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi trader yang ingin bertahan di tengah fluktuasi ekstrem harga Bitcoin.
Dengan demikian, meski pasar tampak tidak menentu, sinyal teknikal dan perilaku funding rate negatif memberi indikasi kuat bahwa pergerakan besar Bitcoin mungkin sudah di depan mata, sebuah fase yang oleh banyak analis disebut sebagai “permainan psikologi klasik” di mana mayoritas yang terlalu yakin sering kali kalah oleh pergerakan pasar yang tidak terduga. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



