Funding Rate Negatif, Short Trader Kuasai Pasar Bitcoin

Tekanan bearish semakin mendominasi pasar Bitcoin setelah indikator derivatif utama menunjukkan sinyal ekstrem. Analis on-chain CryptoOnchain di CryptoQuant melaporkan bahwa Simple Moving Average (SMA) 14 hari dari funding rate Bitcoin turun hingga −0,002 berdasarkan data terbaru dari Binance.

Level ini menjadi yang terendah sejak September 2024 dan bahkan melampaui fase tekanan yang terjadi pada Mei 2025. Pada saat yang sama, harga Bitcoin tercatat bergerak dalam tren turun bertahap dan berada di kisaran US$66.400, mencerminkan melemahnya sentimen jangka pendek di pasar Bitcoin.

funding rate Bitcoin

Funding Rate Negatif Ungkap Dominasi Posisi Short Bitcoin

Funding rate merupakan biaya yang dibayarkan antara trader long dan short di pasar futures perpetual untuk menjaga keseimbangan harga dengan pasar spot.

IKLAN
Chat via WhatsApp

CryptoOnchain menjelaskan bahwa nilai funding rate yang sangat negatif menunjukkan dominasi kuat posisi short, di mana trader bearish bersedia membayar biaya tambahan untuk mempertahankan taruhan mereka terhadap penurunan harga Bitcoin.

Funding rate negatif ekstrem biasanya muncul di fase akhir tren turun dan sering menjadi sinyal bahwa pasar mendekati titik kelelahan,” ungkap CryptoOnchain.

Situasi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar Bitcoin secara luas memperkirakan potensi penurunan lanjutan. Namun, kondisi tersebut juga mencerminkan meningkatnya ketidakseimbangan posisi, dengan terlalu banyak trader berada di sisi bearish.

Fenomena ini secara historis sering dikaitkan dengan fase kapitulasi, yaitu periode ketika tekanan jual mencapai puncak dan sentimen pasar berada pada titik terlemah.

BACA JUGA:  Berapa Tahun Hukuman Timothy Ronald Jika Terbukti Bersalah?

Data tambahan dari analis Ted menunjukkan bahwa pasar Bitcoin saat ini berada di antara dua zona likuiditas utama. Pada sisi atas, terdapat potensi likuidasi posisi short dalam jumlah besar di kisaran US$69.000 hingga US$74.000.

likuiditas BTC

Sementara itu, di sisi bawah, likuidasi posisi long diperkirakan terkonsentrasi di area US$64.000 hingga US$66.000. Kondisi ini menempatkan pasar Bitcoin dalam fase penentuan arah yang sensitif, di mana pergerakan harga menuju salah satu zona tersebut dapat memicu volatilitas tinggi.

Risiko Short Squeeze Meningkat 

Meskipun tren harga Bitcoin saat ini masih menunjukkan tekanan turun, CryptoOnchain menilai bahwa kondisi funding rate yang sangat negatif justru meningkatkan potensi terjadinya short squeeze.

Short squeeze terjadi ketika harga mulai naik dan memaksa trader short menutup posisi mereka, sehingga menciptakan tekanan beli tambahan yang dapat mempercepat kenaikan harga.

Menurut CryptoOnchain, kondisi pasar Bitcoin yang dipenuhi posisi short menciptakan risiko pembalikan arah secara tiba-tiba.

BACA JUGA:  Konflik Iran Memanas, Apa AS Bisa Menyita BTC Negara Ini?

Ketika terlalu banyak trader bertaruh pada penurunan harga, bahkan kenaikan kecil atau munculnya sentimen positif dapat memicu likuidasi berantai. Hal ini berpotensi menyebabkan lonjakan harga yang cepat dan signifikan.

Secara historis, pola serupa pernah terjadi pada November 2024 dan Mei 2025, ketika funding rate SMA 14 hari memasuki wilayah negatif ekstrem sebelum harga Bitcoin membentuk titik terendah lokal dan berbalik naik.

Oleh karena itu, meskipun tekanan bearish masih terlihat, indikator derivatif saat ini menunjukkan bahwa pasar Bitcoin berada pada fase kritis yang dapat mendahului perubahan arah tren.

Di sisi lain, analis Crypto Fergani mengidentifikasi potensi pola bullish dalam struktur jangka panjang. Ia menyatakan bahwa grafik mingguan Bitcoin menunjukkan formasi cup and handle, yang secara teknikal sering dikaitkan dengan kelanjutan tren naik.

cup handle Bitcoin

Berdasarkan pola tersebut, proyeksi jangka panjang menunjukkan kemungkinan harga BTC mencapai level yang jauh lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang, melampaui US$200.000, apabila struktur bullish tersebut terkonfirmasi.

Tekanan Makro dan ETF Picu Risiko Penurunan Bitcoin

Di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar Bitcoin, lembaga keuangan global Standard Chartered memperkirakan harga aset digital tersebut masih berpotensi mengalami tekanan sebelum pulih.

BACA JUGA:  CEO Bitwise: Bitcoin di Bawah US$70.000 Itu Peluang Akumulasi

Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menyatakan bahwa Bitcoin dapat turun hingga sekitar US$50.000 dan Ether ke kisaran US$1.400 dalam beberapa bulan mendatang sebelum memulai fase pemulihan.

Ia menilai pasar masih berpotensi mengalami fase kapitulasi akhir, seiring tekanan makroekonomi dan tertundanya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang membatasi aliran dana baru ke aset kripto.

Selain itu, kepemilikan Bitcoin oleh exchange-traded fund (ETF) dilaporkan telah menurun hampir 100.000 BTC sejak Oktober 2025, dengan banyak investor institusional masih berada dalam posisi rugi belum terealisasi.

Meski demikian, Standard Chartered tetap mempertahankan proyeksi pemulihan jangka menengah, dengan estimasi Bitcoin dapat mencapai sekitar US$100.000 pada akhir tahun, sementara partisipasi institusional yang terus berkembang dinilai menjadi faktor pendukung pemulihan pasar Bitcoin dalam siklus berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait