Perusahaan investasi aset digital Galaxy Digital mencatat laba bersih sebesar US$323 juta pada kuartal III 2026, berbalik dari kerugian US$85 juta pada kuartal sebelumnya. Di tengah pemulihan kinerja tersebut, perusahaan juga mengungkapkan eksposur bersih terhadap Bitcoin (BTC) senilai US$538 juta.
Berdasarkan laporan keuangan resmi yang diterbitkan pada Selasa (27/10/2026), Galaxy membukukan adjusted gross profit sebesar US$569 juta, melonjak dari US$43 juta pada kuartal II. Sementara itu, adjusted EBITDA mencapai US$455 juta, dibandingkan posisi negatif US$77 juta pada periode sebelumnya.
Pemulihan ini mencerminkan perkembangan bisnis Galaxy di beberapa lini sekaligus, mulai dari perdagangan aset kripto, pengelolaan investasi, hingga infrastruktur pusat data.
Founder sekaligus CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, menjelaskan bahwa kinerja kuartal ketiga didukung oleh bisnis aset digital yang sudah mapan, kenaikan nilai portofolio investasi, serta kontribusi yang semakin besar dari bisnis pusat data.
Eksposur Bitcoin Galaxy Digital Mencapai US$538 Juta
Salah satu bagian menarik dalam laporan tersebut adalah komposisi investasi Galaxy, khususnya eksposur terhadap Bitcoin yang mencapai US$538 juta per 30 September 2026.
Angka tersebut berasal dari segmen Treasury & Corporate dan menggambarkan eksposur bersih perusahaan terhadap BTC, bukan semata-mata nilai Bitcoin spot yang disimpan dalam dompet perusahaan.
Galaxy menjelaskan bahwa perhitungan itu turut mencakup derivatif Bitcoin, posisi short dan instrumen lindung nilai lainnya, token terkait seperti wrapped BTC, serta kepentingan investasi dalam instrumen yang dirancang untuk memiliki eksposur terhadap Bitcoin.
Dengan demikian, nilai US$538 juta tidak dapat langsung dikonversikan menjadi jumlah BTC yang dimiliki Galaxy secara fisik atau melalui penyimpanan langsung.
Selain Bitcoin, portofolio Treasury & Corporate Galaxy mencakup eksposur Ethereum (ETH) sebesar US$128 juta, Solana (SOL) sebesar US$108 juta, serta aset kripto lainnya senilai US$77 juta.
Perusahaan juga melaporkan investasi ventura dan dana investasi senilai US$841 juta. Secara keseluruhan, nilai bersih aset digital dan investasi Galaxy mencapai sekitar US$1,7 miliar, naik 48 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa Bitcoin tetap menjadi salah satu komponen penting dalam portofolio aset digital Galaxy, meskipun perusahaan turut mengalokasikan modalnya ke berbagai instrumen investasi lain.
Aktivitas Perdagangan Kripto dan Pembiayaan Institusional Meningkat
Di luar portofolio Bitcoin, aktivitas bisnis Galaxy yang melayani pelaku pasar institusional juga menunjukkan pertumbuhan sepanjang kuartal III.
Volume perdagangan aset digital perusahaan meningkat 12 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Galaxy menyebut pertumbuhan tersebut terjadi ketika aktivitas perdagangan pasar spot kripto secara lebih luas justru mengalami penurunan.
Peningkatan juga terlihat pada bisnis pembiayaan. Rata-rata nilai portofolio pinjaman Galaxy mencapai US$1,8 miliar, naik 27 persen dari US$1,4 miliar pada kuartal II.
Menurut perusahaan, perkembangan ini antara lain didorong oleh permintaan terhadap produk pembiayaan berbasis Galaxy Onchain Financing Rate (GOFR), bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan pendanaan di pasar aset digital.
Jumlah mitra transaksi atau trading counterparties Galaxy tercatat sebanyak 1.763, dibandingkan 1.741 pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, segmen Digital Assets membukukan adjusted gross profit sebesar US$71 juta, naik dari US$66 juta. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis aset digital, meskipun segmen ini masih mencatat adjusted EBITDA negatif US$9 juta.
Di bidang pengelolaan aset, total gabungan assets under management dan assets under stake mencapai US$10,4 miliar, meningkat 46 persen secara kuartalan.
Galaxy juga melaporkan arus dana masuk bersih lebih dari US$160 juta pada bisnis pengelolaan asetnya selama periode tersebut.
Perkembangan ini memberikan gambaran mengenai aktivitas perusahaan dalam menyediakan layanan perdagangan, pembiayaan, dan pengelolaan aset kripto bagi investor berskala besar.
Galaxy Perluas Bisnis AI di Tengah Pemulihan Kinerja
Menariknya, pemulihan laba Galaxy tidak hanya berasal dari aktivitas aset digital. Perusahaan juga memperoleh kontribusi lebih besar dari bisnis pusat data yang dikembangkan untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Segmen Data Centers menghasilkan adjusted gross profit sebesar US$79 juta pada kuartal III, naik dari US$20 juta pada kuartal sebelumnya. Adjusted EBITDA segmen ini juga meningkat dari US$11 juta menjadi US$69 juta.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh operasional fasilitas Helios I Phase I yang telah menyerahkan kapasitas beban TI sebesar 133 megawatt kepada CoreWeave.
Galaxy juga menyelesaikan penerbitan surat utang senior berjaminan senilai sekitar US$3,5 miliar untuk mendanai pembangunan tahap berikutnya dari proyek Helios.
Di sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi US$16,4 miliar dari US$10,8 miliar pada akhir kuartal II. Ekuitas perusahaan juga naik menjadi US$3 miliar.
Perpaduan bisnis aset digital dan infrastruktur AI kini menjadi dua pilar utama strategi perusahaan di bawah kepemimpinan Novogratz.
Bagi industri Bitcoin, laporan ini memberikan gambaran tentang bagaimana salah satu perusahaan investasi kripto besar mengelola eksposur BTC sekaligus memperluas layanan keuangan institusional.
Namun demikian, laba US$323 juta tersebut perlu dilihat sebagai hasil gabungan sejumlah aktivitas usaha dan perubahan nilai investasi Galaxy, bukan sebagai keuntungan yang seluruhnya berasal dari kepemilikan atau perdagangan Bitcoin.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


