Industri GameFi menghadapi tahun yang berat pada 2025 dengan penurunan pendanaan signifikan, kegagalan sejumlah peluncuran besar untuk memenuhi ekspektasi dan penurunan minat pasar yang cukup terasa.
Laporan terbaru Delphi Digital pada hari Senin (29/12/2025) menyebut bahwa pendanaan sektor ini merosot lebih dari 55 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara sebagian besar proyek mengalami tekanan operasional akibat menipisnya cadangan dana dan melemahnya nilai aset digital yang mereka andalkan.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang sulit bagi GameFi,” ungkap Delphi Digital.

GameFi Anjlok dalam Pendanaan tetapi Naik Peringkat di Narasi Pasar
Banyak proyek GameFi dilaporkan kehabisan pendanaan setelah mengalami penurunan finansial hingga sekitar 70 persen, diiringi merosotnya harga token terkait yang membuat sebagian besar proyek berhenti beroperasi atau memasuki fase stagnasi.
Kondisi ini menggambarkan tekanan yang terjadi setelah periode hype sebelumnya, ketika model play-to-earn sempat mendominasi perhatian pasar kripto global.
Namun, di tengah situasi tersebut, muncul sinyal kontras yang menunjukkan bahwa minat belum sepenuhnya hilang. Pada pertengahan Desember, GameFi tercatat melonjak dari peringkat ke-15 menjadi peringkat ke-2 dalam narrative tracker DeFiLlama.
Lonjakan ini terjadi saat pasar kripto berada dalam kondisi volatil dan relatif lesu, tetapi indikator tersebut mengisyaratkan bahwa sektor game berbasis blockchain masih menarik perhatian investor.
Pencapaian ini dipandang sebagai indikasi adanya dorongan optimisme baru terhadap model GameFi, khususnya setelah fase koreksi panjang yang dialami industri.
Di sisi lain, pendapatan dari sejumlah proyek game berbasis blockchain masih terbatas, meskipun pemain aktif tetap sedikit dan sebagian aktivitas diduga berasal dari bot.
Aktivitas sering kali menurun drastis begitu insentif dihentikan, sehingga keberlanjutan model ekonomi menjadi tantangan utama. Beberapa tim pengembang kini dikabarkan mencoba pendekatan baru untuk menjaga partisipasi pemain tanpa sepenuhnya bergantung pada mekanisme hadiah berbasis token.
Web2.5 Muncul Sebagai Arah Baru
Di tengah pelemahan proyek berbasis token, tren baru mulai terlihat melalui pendekatan yang sering disebut sebagai Web2.5. Sejumlah studio seperti Fumb Games, Mythical Games, serta Wemade/Wemix dinilai berhasil mempertahankan pendapatan dengan memposisikan blockchain hanya sebagai infrastruktur, bukan inti pengalaman bermain.
Model ini memungkinkan pengembang memanfaatkan teknologi tanpa membebani pemain dengan spekulasi aset digital maupun pengalaman pengguna yang rumit.
Dalam pendekatan ini, blockchain dimanfaatkan untuk meningkatkan margin, memperkuat engagement dan membuka alur pendapatan baru. Studio-studio tersebut tetap menghasilkan pendapatan signifikan meski tanpa bergantung pada peluncuran token.
Sementara itu, adopsi stablecoin diperkirakan akan memperkuat tren ini karena memungkinkan transaksi mikro lintas negara, sistem pembayaran yang lebih efisien, serta mekanisme hadiah berbasis keterlibatan pemain yang lebih terukur.
Dengan kondisi tersebut, sektor GameFi kini berada pada fase evaluasi ulang model ekonomi, desain pengalaman pemain dan keberlanjutan operasional. Meski 2025 menjadi tahun yang suram bagi banyak proyek, indikator minat pasar dan eksperimen model bisnis baru menunjukkan bahwa transformasi masih berjalan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



