Bayangkan sebuah game kripto diserbu lebih dari 30.000 wallet sekaligus. Dengan jumlah sebanyak itu, orang mungkin membayangkan kerugian mencapai jutaan dolar. Namun, yang terjadi justru cukup nyeleneh. Total kerugian yang dilaporkan hanya sekitar US$10.000.
Kejadian tersebut menimpa Degen Coin Flip, platform game berbasis blockchain Solana, yang mengungkap adanya eksploitasi terhadap salah satu permainannya, Degen Spin.
Melalui pengumuman resmi di media sosial pada Jumat (6/11/2026), pengelola menyatakan bahwa lebih dari 30.000 wallet terlibat dalam serangan tersebut. Mereka mengaku berhasil membatasi kerugian hingga sekitar US$10.000, yang seluruhnya berasal dari dana milik platform.
Angka itu memunculkan pertanyaan menarik. Mengapa serangan yang melibatkan puluhan ribu wallet justru menghasilkan kerugian relatif kecil? Dan siapa sebenarnya yang mengendalikan semua alamat tersebut?
Puluhan Ribu Wallet, tetapi Cuma US$0,33 per Alamat?
Degen Coin Flip bukan platform perdagangan kripto biasa. Layanan yang beroperasi sejak 2021 ini menyediakan sejumlah game berbasis SOL, mulai dari lempar koin, Crash, Blackjack, hingga Degen Spin.
Berbeda dengan sistem kasino biasa yang mengharuskan pengguna menyimpan saldo terlebih dahulu, platform ini memungkinkan pemain menggunakan wallet Solana mereka secara langsung untuk memasang taruhan dan menerima pembayaran.
Degen Spin sendiri merupakan game bergaya mesin slot yang menawarkan peluang memperoleh hadiah berdasarkan kombinasi simbol atau warna.
Namun, justru permainan inilah yang menjadi sasaran eksploitasi.
Ada perhitungan sederhana yang membuat insiden tersebut semakin menarik. Jika kerugian sekitar US$10.000 dibagi dengan 30.000 wallet, hasilnya hanya sekitar US$0,33 atau 33 sen per wallet.
Tentu saja, itu hanya ilustrasi matematis. Bukan berarti setiap wallet memperoleh jumlah yang sama, ataupun seluruhnya berhasil mengambil dana. Hingga kini, belum tersedia rincian independen mengenai distribusi hasil eksploitasi tersebut.
Jumlah wallet yang sangat besar juga tidak otomatis menunjukkan bahwa serangan dilakukan oleh 30.000 orang berbeda.
Satu pihak secara teknis bisa mengendalikan banyak alamat sekaligus menggunakan otomatisasi. Namun, apakah skenario tersebut benar-benar terjadi dalam kasus Degen Coin Flip masih menjadi pertanyaan terbuka.
Pengelola belum menjelaskan bagaimana celah pada Degen Spin dieksploitasi, berapa lama serangan berlangsung, maupun apakah seluruh wallet yang dilaporkan memiliki keterkaitan dengan satu operator.
Jejak Pendanaan Mengarah ke Coinbase, Siapa Pelakunya?
Misteri tidak berhenti pada jumlah wallet dan kecilnya kerugian.
Sekitar 25 menit setelah mengumumkan insiden tersebut, Degen Coin Flip membagikan petunjuk tambahan mengenai aliran dana yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyerang.
Salah satu alamat yang mereka tunjuk, yakni 8JUEoHNMbWM4eegcMvx6ZQJt3V3fbo8JNjpWiCtJgxfF, tercatat di Solscan sebagai Coinbase Hot Wallet.
Pengelola juga mengidentifikasi alamat 6LPotyCnDBy1uRu5F4CMoKhT7sMCS2mfFCo68cw9jFPi sebagai wallet penampung yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Menariknya, mereka menyertakan transaksi pendanaan bertanggal 28 Oktober 2026, lebih dari sepekan sebelum insiden diumumkan kepada publik.
Kendati demikian, tanggal transaksi itu belum membuktikan bahwa eksploitasi sudah dimulai pada 28 Oktober.
Begitu pula dengan keterkaitan alamat Coinbase. Dana yang berasal dari hot wallet bursa tidak serta-merta menunjukkan bahwa Coinbase diretas, terlibat dalam serangan, ataupun mengetahui identitas pengendalinya.
Hot wallet bursa digunakan untuk melayani transaksi banyak pengguna. Tanpa bukti tambahan, jejak pendanaan tersebut belum cukup untuk mengidentifikasi pelaku.
Uang Pemain Aman, tetapi Misterinya Belum Selesai
Di tengah kejadian tersebut, Degen Coin Flip menegaskan bahwa dana pemain tetap aman karena platform tidak menyimpan saldo mereka secara langsung.
Seluruh kerugian sekitar US$10.000 diklaim berasal dari dana operasional game yang ditanggung pengelola. Namun, nilai kerugian dan keamanan saldo pengguna tersebut masih berdasarkan keterangan proyek, bukan hasil audit independen yang dipublikasikan.
Sebagai langkah pencegahan, Degen Coin Flip menghentikan sementara game Spin dan fitur taruhan sampingannya sambil memperbaiki celah yang ditemukan. Permainan lainnya disebut tidak terdampak.
Sampai pengumuman tersebut, pengelola belum membeberkan penyebab teknis eksploitasi maupun identitas pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini akhirnya menyisakan sebuah kejanggalan yang belum terjawab, apakah puluhan ribu wallet itu benar-benar mencerminkan serangan berskala besar yang terkoordinasi, atau ada mekanisme tertentu yang membuat begitu banyak alamat digunakan untuk mengeksploitasi satu permainan?
Untuk sementara, angka 30.000 wallet dan kerugian US$10.000 menjadi dua petunjuk paling mencolok. Sementara itu, jawaban tentang siapa yang berada di balik serangan tersebut masih tersembunyi di antara jejak transaksi Solana.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


