Kasus penipuan di P2P kripto kembali terjadi dan kali ini nilainya tidak kecil. Seorang trader kripto yang berperan sebagai seller di salah satu platform crypto exchange dilaporkan kehilangan sekitar Rp500 juta hanya dalam satu transaksi.
Modus Screenshot di P2P Bikin Rugi Ratusan Juta
Informasi ini pertama kali dibagikan oleh Cryptonesia pada Sabtu (16/05/2026). Kasus ini jadi pengingat bahwa di P2P, satu klik “release” bisa berujung pada kerugian besar jika tidak disertai verifikasi yang benar.
Kronologinya bermula dari transaksi senilai US$30.000. Pembeli mengirimkan bukti transfer berupa screenshot dan notifikasi SMS bank yang terlihat valid. Tanpa menunggu konfirmasi dana benar-benar masuk, penjual langsung melakukan release.
“Buyer mengirim bukti palsu, lalu seller melakukan release USDT. Setelah itu, buyer segera membatalkan order sekaligus melaporkan scam. Akibatnya, akun seller dibekukan dan aset kripto hilang,” jelasnya.

Prosesnya berlangsung cepat dan rapi. Namun di balik itu, ada satu kesalahan krusial, yaitu terlalu percaya pada bukti visual. Kesalahan inilah yang akhirnya membuat dana ratusan juta rupiah lenyap begitu saja.
Kenapa Modus Penipuan ini Sering Berhasil?
Meski tergolong modus lama, faktanya banyak yang terjebak. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan rekening mule dan akun pinjaman milik pihak lain, sehingga aliran dana sulit diverifikasi secara pasti.
Di sisi lain, screenshot transfer dan notifikasi SMS bank kini semakin mudah dipalsukan. Bagi trader kripto yang terburu-buru, detail seperti ini sering luput dari perhatian dan langsung dianggap sebagai bukti valid.
Faktor psikologis juga ikut berperan. Banyak penjual merasa tertekan untuk menyelesaikan transaksi karena takut kehilangan buyer. Dalam situasi seperti ini, proses verifikasi sering kali diabaikan.
Padahal, dalam sistem P2P kripto, ada satu prinsip yang tidak berubah. Begitu aset di-release, kontrol sepenuhnya hilang dan tidak ada mekanisme untuk menariknya kembali.
Fatal! Dalam 1 Menit Trader Kripto Ini Rugi Rp10 Juta Karena Salah Swap
Kasus ini menegaskan satu hal penting. SMS dan screenshot bukanlah bukti yang valid. Satu-satunya validasi adalah dana benar-benar masuk ke rekening dan tidak bisa dibatalkan.
Karena itu, trader disarankan untuk menunggu setidaknya 60 menit sebelum menyelesaikan transaksi, terutama untuk nominal besar. Langkah ini penting untuk memastikan dana P2P benar-benar aman.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


