The Sandbox menjadi sorotan setelah muncul dugaan insiden keamanan serius yang melibatkan token SAND di jaringan Base pada Sabtu (22/8/2026).
Menurut laporan terbaru Wu Blockchain, lebih dari 500 juta SAND telah dicetak (mint) secara tidak biasa setelah sebuah alamat diduga memperoleh izin minting, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kemungkinan eksploitasi pada mekanisme penerbitan token.
Aktivitas tersebut dilaporkan masih berlangsung ketika informasi awal beredar. Alamat 0x6762…257e disebut memperoleh minting permission yang memungkinkannya menerbitkan SAND dalam jumlah besar.
Situasi ini memicu dugaan adanya infinite mint vulnerability alias kerentanan pencetakan tak terbatas, meski penyebab perubahan izin tersebut dan statusnya sebagai peretasan belum dikonfirmasi secara resmi oleh tim proyek.
The Sandbox Dihantam Misteri Minting Masif
Keanehan bermula ketika pemantauan on-chain menemukan perubahan izin pada kontrak SAND di jaringan Base. Alamat yang mendapat akses tersebut kemudian dilaporkan mulai mencetak token secara masif hingga jumlahnya melampaui 500 juta SAND.
Besarnya penerbitan token dalam waktu relatif singkat membuat aktivitas itu menjadi perhatian pelaku pasar.
Belum diketahui bagaimana alamat tersebut bisa mendapatkan kewenangan untuk melakukan minting.
Sejauh ini, belum ada kepastian apakah akses diperoleh melalui eksploitasi kontrak pintar, kompromi kredensial atau private key, kesalahan konfigurasi izin, maupun mekanisme lainnya. Karena penyelidikan masih berkembang, dugaan bahwa The Sandbox mengalami peretasan belum dapat dipastikan.
Insiden tersebut juga sejauh ini dilaporkan berkaitan dengan implementasi token SAND pada jaringan Base. Belum terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kontrak atau seluruh ekosistem token di jaringan lain ikut mengalami masalah serupa.
Dengan demikian, pencetakan lebih dari 500 juta SAND tidak serta-merta menunjukkan seluruh pasokan token proyek telah terdampak.
Perkembangan itu dengan cepat menarik perhatian bursa kripto di Korea Selatan. Upbit dilaporkan mengeluarkan peringatan perdagangan terhadap SAND setelah mengidentifikasi tanda-tanda potensi masalah keamanan tersebut.
Bursa tersebut memperingatkan investor mengenai kemungkinan meningkatnya volatilitas harga di tengah ketidakpastian mengenai kondisi token.
Bithumb juga mengambil langkah pencegahan dengan dilaporkan menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan SAND. Kebijakan tersebut dilakukan ketika pasar menunggu kejelasan mengenai sumber token yang baru dicetak serta kemungkinan dampaknya terhadap pengguna dan aktivitas perdagangan.
Harga SAND Melawan Kekhawatiran Pasar
Di tengah mencuatnya dugaan masalah keamanan The Sandbox, pergerakan harga SAND justru mencatatkan penguatan. Pada saat artikel ini disusun, SAND diperdagangkan di kisaran US$0,051, dengan kenaikan sekitar 6,14 persen dalam 4 jam dan 16 persen selama 24 jam.

Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar masih menunggu informasi mengenai apakah ratusan juta token yang dicetak telah masuk ke bursa atau tetap berada di alamat tertentu.
Jika token hasil minting dipindahkan ke pasar, perkembangan itu berpotensi menjadi faktor yang diperhatikan investor karena dapat memengaruhi dinamika pasokan dan perdagangan SAND.
Namun, status kejadian tersebut masih belum dipastikan. Hingga laporan awal beredar, belum terdapat penjelasan resmi yang memastikan penyebab perubahan minting permission, jumlah akhir token yang diterbitkan secara tidak biasa, ataupun langkah pemulihan yang akan dilakukan The Sandbox apabila aktivitas tersebut terbukti berasal dari eksploitasi.
The Sandbox merupakan proyek metaverse yang berada di bawah ekosistem Animoca Brands. Proyek tersebut sebelumnya memperoleh pendanaan sebesar US$93 juta dalam putaran investasi pada 2021, yang turut memperkuat posisinya sebagai salah satu proyek metaverse besar di industri aset digital.
Perhatian pasar kini tertuju pada pernyataan resmi The Sandbox, termasuk apakah tim akan mengonfirmasi adanya pelanggaran keamanan dan bagaimana nasib lebih dari 500 juta SAND yang dilaporkan telah dicetak
Klarifikasi mengenai keamanan kontrak di Base, pergerakan token hasil minting, serta kelanjutan kebijakan bursa menjadi faktor utama yang akan menentukan perkembangan kasus ini selanjutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


