Aktivitas akumulasi whale XRP di Binance dilaporkan mulai melemah sepanjang Mei 2026, bertepatan dengan turunnya harga XRP ke kisaran US$1,38.
Data on-chain dari analis Arab Chain di CryptoQuant menunjukkan indikator institutional accumulation turun ke sekitar -0,0059 setelah sebelumnya sempat bergerak positif selama April.

Penurunan tersebut memicu kekhawatiran pasar terkait melambatnya aliran modal besar ke XRP. Meski begitu, sejumlah analis menilai kondisi saat ini belum sepenuhnya mengarah pada fase distribusi besar-besaran dan masih membuka peluang pemulihan apabila tekanan jual mulai mereda.
Arab Chain menjelaskan bahwa indikator akumulasi sebelumnya sempat mengalami peningkatan bertahap sejak akhir Maret. Pada periode itu, whale XRP dan investor institusi dinilai mulai kembali masuk ke pasar seiring kenaikan harga XRP menuju area sekitar US$1,45.
“Meski terjadi penurunan, indeks masih berada dekat area netral dan belum menunjukkan distribusi institusional besar,” ungkap Arab Chain.
Menurutnya, pelemahan terbaru lebih mencerminkan fase kehati-hatian pasar dibanding aksi keluar massal dari investor besar. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan melambatnya momentum dan berkurangnya arus modal baru yang masuk ke pasar XRP.
Whale XRP Melemah, Ancaman Koreksi Kini Kian Nyata
Di tengah melemahnya akumulasi whale XRP, tekanan teknikal terhadap XRP juga mulai meningkat. Analis Cryptorphic menilai XRP telah menembus ke bawah lower trendline support dari pola ascending triangle yang sebelumnya menjadi area pertahanan bullish penting.

Breakout yang sempat terjadi sebelumnya disebut gagal bertahan setelah harga mendapat penolakan kuat dari area resistance utama. Kondisi itu membuat momentum bullish mulai melemah dalam beberapa hari terakhir.
Selama XRP masih bergerak di bawah trendline support yang telah ditembus tersebut, tekanan bearish dinilai masih berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di sekitar US$1,21. Namun, Cryptorphic menambahkan bahwa skenario bearish dapat batal apabila XRP berhasil kembali naik dan merebut area trendline yang hilang.
Tekanan tersebut juga muncul di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan whale XRP di Binance. Aktivitas investor besar selama beberapa pekan terakhir menjadi salah satu indikator yang paling diperhatikan trader karena sering dianggap mencerminkan arah likuiditas dan minat institusional terhadap aset kripto tersebut.
Selain itu, pelemahan indikator akumulasi whale XRP juga terjadi ketika pasar kripto secara umum masih bergerak fluktuatif akibat ketidakpastian aliran modal baru. Situasi tersebut membuat banyak investor memilih menunggu konfirmasi arah sebelum kembali meningkatkan eksposur ke aset berisiko.
Peluang Rebound Masih Terbuka
Meski tekanan bearish mulai meningkat, sebagian analis melihat XRP masih memiliki peluang untuk bangkit dalam waktu dekat. Analis Dark Defender menyebut struktur utama Elliott Wave pada time frame dua mingguan sejauh ini masih tetap bertahan.

Ia menilai area resistance dan support XRP kini sudah berada di titik apex atau pangkal pola, yang kian sempit, sehingga berpotensi memicu pergerakan besar hingga akhir Mei. Dalam analisanya, area support penting XRP berada di kisaran US$1,36 hingga US$1,31.
Sementara itu, resistance terdekat berada di area US$1,47 sebelum menuju level berikutnya di sekitar US$1,88 dan US$3,56 apabila momentum bullish kembali meningkat. Dark Defender juga memperkirakan XRP masih memiliki peluang menembus resistance utama dalam beberapa pekan mendatang.
Perbedaan pandangan antara pelemahan akumulasi whale XRP dan proyeksi bullish jangka menengah tersebut kini membuat pasar berada dalam fase penentuan arah.
Jika akumulasi kembali menguat dan harga mampu bertahan di atas support utama, XRP dinilai masih berpeluang melanjutkan pemulihan. Namun sebaliknya, kegagalan mempertahankan area support dapat memperbesar risiko koreksi lebih dalam dalam jangka pendek.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


