Peretasan Binance meninggalkan tekanan besar pada pasar kripto. Bitcoin yang sebelumnya bergerak di sekitar US$81.000 kini berada di kisaran US$77.000 hingga US$77.500, turun lebih dari tiga persen dalam seminggu terakhir.
Koreksi itu ternyata belum menjadi perhatian terbesar. Salah satu analis kripto ternama melihat struktur harga Bitcoin mulai menyerupai fase setelah keruntuhan FTX, dengan risiko penurunan lanjutan hingga US$68.000.
Bitcoin Ikut Tertekan usai Binance Diretas
Berdasarkan prediksi TradingShot yang dibagikan pada Jumat (30/10/2026), Bitcoin mulai menghadapi tekanan setelah peretasan Binance mengguncang pasar kripto dan memicu kekhawatiran baru di kalangan investor.
Dampaknya cepat terlihat pada harga. BTC turun dari kisaran US$81.000 menuju US$77.000 hingga US$77.500, ketika pelaku pasar masih mencoba mencerna besarnya insiden yang menimpa Binance.
Kronologi Lengkap Peretasan Binance 2026: Lebih dari Rp100 Triliun Raib dalam 4 Jam!
Kondisinya semakin menarik karena Bitcoin sebelumnya sudah beberapa kali gagal merebut kembali MA50 harian. Harga kemudian bergerak mendekati MA100 harian, yang kini menjadi salah satu area support penting.
Pergerakan tersebut membuat kita teringat pada pola lama yang pernah muncul ketika industri kripto menghadapi salah satu krisis terbesar dalam sejarahnya, yakni keruntuhan FTX pada 2022.
“Peretasan ini mengingatkan kami kembali pada kejatuhan FTX pada November 2022,” tulis TradingShot dalam analisisnya.
Meski begitu, kemiripan pola tersebut tidak berarti Bitcoin akan mengulang perjalanan yang sama. Namun, kondisi teknikal saat ini membuat pergerakan BTC berikutnya perlu diperhatikan secara lebih dekat.
MA100 Jadi Kunci, US$68.000 Mulai Masuk Radar
Fokus berikutnya tertuju pada MA100 harian. TradingShot menilai area tersebut cukup krusial karena kegagalan mempertahankannya dapat membuat koreksi Bitcoin berkembang menjadi penurunan yang jauh lebih dalam.
Di sinilah target US$68.000 mulai terlihat. Support level tersebut berdekatan dengan MA200 mingguan, indikator jangka panjang yang secara historis beberapa kali berada di sekitar area dasar siklus Bitcoin.
“Jika MA100 harian ditembus, pola yang cukup mirip dengan kejatuhan FTX dapat membawa harga Bitcoin menuju MA200 mingguan di sekitar US$68.000,” tulisnya.
Skenarionya bahkan bisa berkembang lebih dalam. Jika Bitcoin mengikuti pola kejatuhan FTX secara lebih ketat, TradingShot turut menyoroti ekstensi Fibonacci 2,0 yang berada di sekitar US$64.500.
Namun, skenario tersebut masih bersifat teknikal dan memiliki syarat. Bitcoin perlu kehilangan MA100 harian terlebih dahulu sebelum target US$68.000, apalagi US$64.500, menjadi semakin relevan.
Dengan demikian, US$68.000 bukan level yang otomatis akan dicapai hanya karena Binance diretas. Risiko menuju area tersebut baru membesar apabila struktur support Bitcoin terus melemah.

Apakah Drama FTX 2022 Bisa Terulang?
Ingatan terhadap FTX memang membuat skenario ini terasa lebih mengkhawatirkan. Pada November 2022, krisis itu memicu kepanikan dan menyeret Bitcoin dari sekitar US$20.000 menuju kisaran US$15.000.
Bitcoin akhirnya mencetak titik terendah sekitar US$15.480 pada 21 November 2022. Area tersebut kemudian menjadi salah satu dasar utama bear market sebelum pasar perlahan memasuki fase pemulihan.
Meski polanya mirip, TradingShot melihat satu perbedaan penting. Kondisi siklus harga Bitcoin saat ini dinilai sudah lebih maju dibandingkan posisi pasar ketika FTX runtuh empat tahun sebelumnya.
Artinya, pembobolan Binance belum tentu menghasilkan dasar baru seperti yang terjadi setelah FTX. Koreksi sekarang justru dapat menjadi satu penurunan tajam terakhir sebelum pasar mencoba membangun momentum berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


