Harga Bitcoin mulai menghadapi tekanan baru setelah sejumlah indikator on-chain menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar yang semakin serius.
Analis on-chain XWIN Japan di CryptoQuant menilai reli Bitcoin yang sempat membawa harga kembali menembus US$82.000 kemungkinan besar tidak didukung oleh permintaan spot yang kuat, melainkan lebih banyak dipicu aktivitas spekulatif di pasar futures.
Dalam laporan terbarunya, XWIN Japan menyebut Bitcoin kini berada di titik kritis setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area moving average (MA) 200 hari sekitar US$82.400. Pola tersebut dinilai mirip dengan situasi Maret 2022 ketika Bitcoin sempat mengalami relief rally sebelum akhirnya kembali memasuki tren penurunan lebih dalam.
“Reli ini tampaknya lebih didorong aktivitas futures dibanding akumulasi spot yang sehat,” ungkap XWIN Japan.

Data on-chain menunjukkan tekanan beli berbasis leverage mulai melemah tajam setelah Bitcoin bergerak di atas US$80.000. Banyak posisi long futures mulai ditutup, sementara permintaan spot riil juga ikut mengalami perlambatan dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi tersebut diperburuk oleh perubahan arus dana pada Bitcoin ETF spot di AS yang mulai kembali mencatat penjualan bersih setelah sempat agresif membeli pada awal Mei 2026.
Selain itu, indikator Coinbase Premium Index juga masih berada di area negatif selama reli berlangsung. Kondisi tersebut menandakan permintaan spot dari investor institusi maupun ritel AS belum menunjukkan kekuatan yang cukup solid untuk menopang tren bullish jangka panjang Bitcoin.
Sentimen Pasar Bitcoin Mulai Memburuk
Tekanan terhadap Bitcoin juga terlihat dari memburuknya sentimen pasar secara keseluruhan. CryptoQuant Bull Score Index dilaporkan turun drastis dari level 40 menjadi 20 dan kembali masuk ke zona “extremely bearish,” mirip dengan kondisi koreksi tajam pada Februari hingga Maret 2026 lalu.
Jika tekanan jual terus berlanjut, area US$70.000 kini mulai dipantau sebagai support utama berikutnya. Level tersebut bertepatan dengan Traders’ On-chain Realized Price yang dalam beberapa siklus sebelumnya sering menjadi area pertahanan penting ketika Bitcoin memasuki fase bearish.
Pandangan serupa juga datang dari analis teknikal Klondike. Ia menyebut Bitcoin kini sudah kehilangan support penting di area US$76.000 dan mulai bergerak turun menuju zona support berikutnya di kisaran US$73.000 hingga US$74.000.

Menurut Klondike, area tersebut menjadi batas penting yang menentukan apakah pasar masih berada dalam fase koreksi normal atau mulai masuk ke kondisi bear market lokal. Ia menilai buyer harus mampu mempertahankan Bitcoin tetap bergerak di atas area tersebut agar tren jangka menengah tidak berubah menjadi bearish penuh.
Risiko Turun ke US$70.000 Mulai Meningkat
Sementara itu, analis Tryrex melihat breakdown yang terjadi pada Bitcoin semakin memperkuat sinyal pelemahan tren. Dalam analisisnya, Bitcoin gagal melakukan retest ke area US$79.000 sebelum akhirnya kembali turun dan mengonfirmasi kerusakan struktur uptrend sebelumnya.

Tryrex menilai pergerakan tersebut menjadi sinyal bahwa reli pemulihan Bitcoin sebelumnya memang terlihat tidak normal sejak awal. Ia bahkan menyebut lonjakan kembali menuju US$80.000 beberapa waktu lalu sempat membingungkan banyak pelaku pasar karena tidak didukung momentum spot yang cukup kuat.
Menurutnya, penolakan di area US$78.000 kini membuka peluang koreksi yang lebih cepat menuju US$70.000. Risiko kembalinya bear market penuh juga mulai meningkat apabila koin tersebut gagal mempertahankan area support penting dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi tersebut membuat pasar kripto kembali berada dalam fase waspada tinggi. Sejumlah trader dan analis kini memantau apakah Bitcoin masih mampu mempertahankan support utama atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam setelah berbagai indikator on-chain mulai menunjukkan pelemahan permintaan dan memburuknya sentimen pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


