Belum selesai industri kripto mencerna peretasan besar Binance, kabar serupa kembali datang. Kali ini, korbannya adalah salah satu bursa kripto terbesar asal Brasil, dengan nilai aset yang diduga dicuri mencapai puluhan juta dolar.
Mercado Bitcoin Tiba-Tiba Setop Deposit dan Withdraw
Mercado Bitcoin akhirnya buka suara setelah mendeteksi insiden keamanan pada salah satu sistemnya. Melalui pernyataan resmi pada Selasa (03/11/2026), perusahaan menyebut ancaman tersebut berhasil diidentifikasi dan segera dikendalikan.
“Kami mengidentifikasi dan dengan cepat mengendalikan insiden keamanan di salah satu sistem kami pagi ini,” tulis Mercado Bitcoin. Perusahaan juga menegaskan tidak ada kerugian pelanggan maupun kebocoran data.
Meski demikian, Mercado Bitcoin tak mau mengambil risiko. Crypto exchange tersebut menghentikan sementara layanan deposit dan withdraw sebagai langkah pencegahan selama pemeriksaan keamanan masih berlangsung.
Langkah berikutnya kini berfokus pada investigasi. Tim menjelaskan bahwa mereka sedang melacak pergerakan aset, menelusuri sumber insiden, serta berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menangani kasus tersebut.
Hingga kini, perusahaan belum mengungkap bagaimana pelaku memperoleh akses maupun celah apa yang dimanfaatkan. Karena itu, besarnya kerugian dan dampak sebenarnya masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Hacker Mercado Kuasai Kripto Senilai US$46,31 Juta
Dari sisi on-chain, situasinya lebih serius. Berdasarkan data Arkham Intelligence yang dipantau pada Selasa (03/11/2026), entitas berlabel “Mercado Bitcoin Hacker” tercatat menguasai aset sekitar US$46,31 juta.

Aset tersebut tersebar di 61 alamat dengan komposisi yang cukup beragam. Porsi terbesarnya mencakup sekitar 3.685 ETH senilai US$8,29 juta dan 106,068 BTC senilai US$8,15 juta.
Pelaku juga tercatat menguasai sekitar 5,032 juta USDT senilai US$5,03 juta serta 3,033 juta USDC senilai US$3,03 juta, membuat stablecoin menjadi bagian besar dari portofolionya.
Tak hanya itu, alamat tersebut turut menyimpan sekitar 372,993 miliar PEPE senilai US$1,72 juta, 12.821 AAVE senilai US$1,63 juta, serta 369,84 PAXG senilai US$1,46 juta.
Namun, angka US$46,31 juta belum tentu mencerminkan total kerugian Mercado Bitcoin. Nilai itu menunjukkan aset yang terlacak pada entitas terkait saat pemantauan, bukan angka kerugian resmi.
Peretasan Datang Setelah Bitget dan Binance
Kabar ini semakin mengkhawatirkan karena datang beberapa hari setelah Binance diretas pada akhir Oktober. Sebelumnya, Bitget juga menghadapi insiden keamanan serius pada September 2026.
Artinya, dalam waktu berdekatan, beberapa nama besar industri kripto menghadapi gangguan keamanan pada infrastruktur mereka. Polanya berbeda, tetapi ujungnya sama: pergerakan aset tidak sah dan layanan ikut terganggu.
Pada kasus Binance, serangan bernilai miliaran dolar membuat bursa tersebut menghentikan sementara penarikan di sejumlah jaringan. Bitget sebelumnya juga menghentikan withdraw setelah mendeteksi transfer aset tanpa izin.
Mercado Bitcoin kini memasuki fase yang mirip dari sisi respons awal, yakni mengisolasi risiko, menghentikan sementara pergerakan dana, lalu melacak aset sembari mencari sumber celah yang memungkinkan insiden terjadi.
Kronologi Lengkap Peretasan Binance 2026: Lebih dari Rp100 Triliun Raib dalam 4 Jam!
Belum ada bukti yang menghubungkan ketiga insiden tersebut dengan kelompok hacker yang sama. Namun, rangkaiannya cukup menjadi pengingat bahwa keamanan bursa tetap menjadi titik krusial bagi industri kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


