Gelombang inovasi di sistem pembayaran digital kembali menguat. Dua pemain besar, Visa dan blockchain Tempo yang didukung Stripe, kompak merilis solusi pembayaran berbasis AI dalam waktu hampir bersamaan.
Langkah ini menandai fase baru, di mana AI agent tidak lagi sekadar membantu pekerjaan biasa, tetapi juga mulai melakukan transaksi secara mandiri di ekosistem digital.
Visa Perkenalkan AI Agent Payment Lewat CLI
Divisi kripto Visa resmi meluncurkan Visa CLI, sebuah command line interface yang dirancang untuk memberi kemampuan pembayaran langsung kepada AI agent. Inovasi ini memungkinkan AI melakukan transaksi secara real-time.
“Saya antusias membagikan Visa CLI, produk eksperimental pertama dari Visa Crypto Labs,” ujar Cuy Sheffield dalam unggahannya di X, Rabu (18/03/2026).
Melalui Visa CLI, AI agent memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran secara aman saat proses coding berlangsung. Artinya, pengembang bisa membangun sistem di mana AI langsung mengeksekusi pembayaran tanpa intervensi manual.
Pendekatan ini membuka peluang besar dalam otomatisasi workflow. Proses yang sebelumnya membutuhkan persetujuan manual kini dapat dijalankan secara instan oleh kecerdasan buatan sesuai kebutuhan.
Menariknya, Visa juga menghilangkan penggunaan API keys dalam proses pembayaran. Selama ini, API kerap menjadi celah keamanan karena berisi data sensitif yang berpotensi bocor, sehingga langkah ini dinilai mampu mengurangi risiko secara signifikan.
Tren Agentic Payment Kian Menguat
Langkah Visa tidak terjadi dalam ruang hampa. Tren pembayaran berbasis agentic payment memang sedang naik daun, seiring meningkatnya penggunaan AI dan stablecoin dalam ekosistem digital.
Sebagai bagian dari tren ini, Coinbase sebelumnya telah meluncurkan standar x402 pada Mei lalu untuk memfasilitasi pembayaran stablecoin oleh AI agent.
Lebih lanjut, standar tersebut telah diintegrasikan oleh ekosistem World besutan Sam Altman ke dalam toolkit pengembang mereka, sehingga mempercepat adopsi teknologi ini di kalangan developer.
Rangkaian perkembangan ini menunjukkan bahwa industri mulai bergerak menuju sistem di mana AI tidak hanya menganalisis data, tetapi juga mengambil tindakan ekonomi secara langsung.
Dengan demikian, kecerdasan buatan kini mulai berperan sebagai pelaku ekonomi digital yang aktif, dan ke depan diproyeksikan akan semakin dominan dalam berbagai aktivitas transaksi.
Tempo dan Stripe Hadirkan Infrastruktur Pembayaran AI
Di saat yang hampir bersamaan, Tempo, blockchain yang didukung Stripe, resmi meluncurkan mainnet. Platform ini dirancang khusus untuk menangani transaksi pembayaran, terutama yang melibatkan AI agent dan stablecoin.
Dalam pernyataannya, Tempo menyebut blockchain mereka dirancang khusus untuk pembayaran, dengan fokus pada transaksi stablecoin berkecepatan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan AI agent.
“Agen kini sudah dapat menulis kode, mengoordinasikan layanan, mengambil data, dan menjalankan alur kerja kompleks di internet. Namun, seiring kemampuannya meningkat, mereka semakin membutuhkan kemampuan untuk melakukan transaksi,” tulis mereka, Rabu (18/03/2026).
Tak hanya itu, Tempo juga memperkenalkan Machine Payments Protocol, sebuah standar terbuka yang dikembangkan bersama Stripe. Protokol ini memungkinkan AI agent dan layanan digital untuk berkoordinasi dalam melakukan pembayaran secara programatik.
Apa Itu Stripe yang Serius Masuki Industri Crypto Lewat Akuisisi Bridge dan Privy
Menariknya, protokol ini bersifat fleksibel dan bisa digunakan di berbagai jaringan pembayaran. Visa sudah mendukungnya lewat jaringan kartu, Stripe melalui berbagai metode pembayaran, serta Lightspark lewat Lightning Network untuk transaksi Bitcoin.
Dengan berbagai infrastruktur yang mulai terbangun, era di mana AI agent bisa bertransaksi secara mandiri tampaknya bukan lagi sekadar konsep, tetapi realitas yang sedang terbentuk.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



