Seorang trader di platform pasar prediksi Polymarket harus menelan kerugian sekitar Rp195 juta setelah taruhannya pada laga Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Cape Verde berakhir meleset.
Trader tersebut sebelumnya memasang taruhan senilai US$11.899 pada kontrak yang memprediksi Lionel Messi tidak akan mencetak gol dalam pertandingan babak 32 besar tersebut.

Kontrak itu menawarkan pembayaran hingga US$35.551,24 apabila Messi benar-benar gagal membobol gawang Cape Verde. Namun, harapan tersebut pupus setelah kapten Argentina justru mencatatkan namanya di papan skor pada babak pertama.
Akibatnya, kontrak taruhan dinyatakan kalah dan seluruh modal dengan nilai setara Rp195 juta pun hangus.
Satu Gol Messi Hapus Peluang Cuan Besar
Pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, pada Sabtu (4/7/2026) menyajikan duel dramatis hingga babak tambahan waktu. Argentina akhirnya mengalahkan Cape Verde dengan skor 3-2 untuk memastikan satu tempat di babak 16 besar.
Messi membuka keunggulan Argentina pada menit ke-29. Berawal dari umpan panjang Lisandro MartÃnez, penyerang berusia 39 tahun itu mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang gagal dihentikan penjaga gawang Cape Verde, Vozinha.
Gol tersebut sekaligus mengakhiri peluang trader Polymarket untuk meraih pembayaran lebih dari US$35.000. Sebab, kontrak yang dipilih secara spesifik mensyaratkan Messi tidak mencetak gol di sepanjang pertandingan.
Cape Verde sempat memberikan perlawanan sengit. Deroy Duarte berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-59 sehingga pertandingan berlangsung semakin terbuka.
Memasuki babak tambahan waktu, Argentina kembali unggul lewat gol Lisandro MartÃnez pada menit ke-92 setelah memanfaatkan umpan Alexis Mac Allister. Namun, Cape Verde kembali menyamakan skor melalui Sidny Lopes Cabral pada menit ke-103 sehingga laga kembali berjalan ketat.
Argentina Melaju ke 16 Besar
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke adu penalti, Argentina akhirnya memastikan kemenangan melalui sundulan Cristian Romero pada menit ke-111. Bek tengah tersebut memanfaatkan sepak pojok yang dilepaskan Messi untuk membawa Albiceleste menang 3-2.
Kemenangan itu mengantarkan Argentina lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, di mana mereka dijadwalkan menghadapi Mesir pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, taruhan trader Polymarket yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial berakhir tanpa hasil. Dengan nilai taruhan yang hampir mencapai US$12.000, kontrak tersebut menjadi salah satu posisi yang paling disorot menjelang pertandingan karena menawarkan potensi pembayaran hampir tiga kali lipat dari modal awal.
Kasus ini kembali menunjukkan tingginya risiko perdagangan kontrak prediksi di Polymarket yang bergantung pada hasil peristiwa nyata. Dalam kasus ini, hanya satu gol Messi pada menit ke-29 sudah cukup untuk mengubah peluang pembayaran sebesar US$35.551,24 menjadi kerugian penuh bagi pemegang kontrak.
Peristiwa tersebut juga menjadi salah satu momen yang banyak dibahas selama fase gugur Piala Dunia 2026, mengingat besarnya nilai taruhan yang dipertaruhkan dan bagaimana satu aksi dari Messi langsung menentukan nasib posisi trader tersebut.
Bagi Argentina, gol sang kapten menjadi langkah awal menuju kemenangan dramatis 3-2 atas Cape Verde. Sementara bagi trader Polymarket itu, momen yang sama justru berujung pada kerugian sekitar Rp195 juta, sekaligus mengakhiri harapan memperoleh pembayaran puluhan ribu dolar dari kontrak prediksi tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


