Lonjakan harga koin RAVE dalam sepekan terakhir sukses mengguncang pasar kripto. Dalam waktu singkat, altcoin ini mencatat kenaikan ribuan persen dan memicu euforia di kalangan trader crypto. Namun, di balik pergerakan ekstrem tersebut, muncul dugaan bahwa lonjakan ini bukan sekadar fenomena pasar biasa.
RAVE Meledak, Volume Transaksi Ikut Melonjak Tajam
RaveDAO (RAVE) mencatat kenaikan hingga sekitar 3.800 persen dalam tujuh hari terakhir. Lonjakan ini langsung menarik perhatian pelaku pasar karena terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Pergerakan harga bahkan sempat melesat dari US$0,3 ke US$13,5 hanya dalam tiga hari. Kenaikan secepat ini tergolong tidak lazim, terutama di tengah kondisi pasar kripto yang relatif lebih matang.

Di sisi lain, volume perdagangan juga ikut melonjak. Aktivitas transaksi banyak terkonsentrasi di pasar futures seperti Binance dan OKX, dengan total volume yang dilaporkan menembus US$13 miliar.
Melihat pola tersebut, sejumlah analis mulai mempertanyakan kejanggalannya. Mereka menilai pergerakan ini terlalu cepat dan terstruktur, sehingga memunculkan dugaan adanya skenario tertentu yang sengaja dirancang untuk menggerakkan pasar.
Dugaan Skema Short Squeeze dan Manipulasi Pasar
Menurut investigasi Evening Trader Group yang dipublikasikan Senin (13/04/2026), lonjakan RAVE diduga merupakan bagian dari skema manipulasi pasar, di mana entitas di baliknya tidak hanya meraup keuntungan dari kenaikan harga semata.
“Keuntungan sebenarnya bukan dari kenaikan harga, tetapi dari likuidasi posisi short yang terjebak sepanjang pergerakan tersebut,” tulis mereka.
Skema ini diduga dimulai saat entitas di balik RaveDAO mentransfer sekitar US$30,58 juta RAVE ke crypto exchange Bitget, menciptakan kesan akan terjadi tekanan jual besar. Hal ini memancing banyak trader untuk membuka posisi short.

Namun, alih-alih terjadi aksi jual, sekitar US$32 juta RAVE justru ditarik kembali ke blockchain dalam dua hari berikutnya. Di saat yang sama, harga spot didorong naik secara agresif.
Kondisi ini memicu short squeeze yang melikuidasi hampir seluruh posisi short. Analis menyebut pola ini sebagai “deception tactic” atau taktik jebakan pasar, di mana suplai terbatas dan dorongan beli kuat mampu mengangkat harga secara ekstrem dalam waktu singkat.
Volatilitas RAVE Seret Trader Indonesia
Dampak kenaikan harga koin RAVE juga terasa hingga ke komunitas kripto di Indonesia. Di media sosial, berbagai cerita bermunculan dari para trader yang merasakan langsung volatilitas ekstrem ini.
Dikutip dari sebuah postingan di grup Keluh Kesah Pemain Cryptocurrency 2.0 pada Senin (13/04/2026), seorang trader bernama Dimas dilaporkan berhasil meraih keuntungan hingga Rp57 juta dari RAVE.
Lonjakan cepat ini memang membuka peluang besar, terutama bagi mereka yang berada di posisi yang tepat sejak awal pergerakan.

Namun, di sisi lain, tidak sedikit yang justru mengalami kerugian. Seorang trader dengan nama akun Changpeng disebut merugi hingga Rp40 juta, diduga akibat membuka posisi short di tengah manipulasi tersebut.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di balik potensi keuntungan besar, pasar kripto juga menyimpan risiko. Pergerakan ekstrem seperti RAVE sering kali bukan hanya soal momentum, tetapi juga permainan strategi yang kompleks.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



