Pasar kripto global kembali diguncang gelombang jual Bitcoin dalam skala besar setelah harga aset digital tersebut sempat anjlok di bawah level US$65.000 pada Jumat (6/2/2026).
Penurunan ini disertai arus masuk Bitcoin ke bursa dalam jumlah masif, yang dinilai sebagai sinyal kuat pasar memasuki fase kapitulasi.
Berdasarkan analis on-chain Darkfost di CryptoQuant, penurunan harga tersebut terjadi setelah Bitcoin mengalami koreksi lebih dari 50 persen dari rekor tertinggi sebelumnya.
Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan investor dan mendorong aksi jual Bitcoin secara agresif. Tekanan jual meningkat seiring dengan lonjakan likuidasi di berbagai platform perdagangan, terutama di tengah sentimen pasar yang memburuk.

Data on-chain menunjukkan, pada periode 4 hingga 6 Februari, sekitar 241.000 BTC dikirimkan ke berbagai bursa. Arus ini mencerminkan dominasi niat untuk menjual di tengah ketidakpastian pasar. Lonjakan deposit tersebut memperkuat volatilitas dan mempercepat pelemahan harga.
Darkfost menilai situasi ini sebagai fase kapitulasi, yakni kondisi ketika investor menjual asetnya secara masif karena dorongan rasa takut. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai reaksi emosional terhadap koreksi tajam yang terjadi dalam waktu singkat.
“Pergerakan dana ke bursa dalam jumlah besar menunjukkan bahwa banyak investor berada dalam tekanan psikologis tinggi dan memilih melepas asetnya,” ungkap Darkfost.
Lonjakan Arus Masuk BTC dan Peran Investor Jangka Pendek
Salah satu temuan utama dalam laporan tersebut adalah meningkatnya peran investor jangka pendek (STH) dalam gelombang jual Bitcoin. Pada 6 Februari, aliran masuk BTC dari kelompok ini ke Binance dalam periode tujuh hari tercatat melampaui 100.000 BTC, lebih tinggi dibandingkan saat koreksi April 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kelompok investor dengan horizon pendek menjadi pihak yang paling cepat bereaksi terhadap tekanan pasar. Dalam situasi volatil, mereka cenderung melepas aset untuk menghindari potensi kerugian lebih lanjut.
Pola serupa juga terjadi di Coinbase Advanced, platform yang banyak digunakan oleh institusi dan trader profesional. Pada hari yang sama, aliran masuk BTC ke platform tersebut mencapai sekitar 27.000 BTC.
Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual Bitcoin tidak hanya berasal dari investor ritel, tetapi juga melibatkan pelaku pasar berpengalaman.
Menurut Darkfost, fenomena ini memperlihatkan bagaimana fase koreksi cepat dapat memperbesar perilaku berbasis ketakutan. Ketika arus dana besar terkonsentrasi di bursa, pasar cenderung mengalami lonjakan volatilitas yang sulit dikendalikan.
Proyeksi Siklus Pasar dan Potensi Pemulihan Jangka Panjang
Di tengah tekanan jual Bitcoin yang masih berlangsung, sejumlah analis menilai fase kapitulasi ini merupakan bagian dari siklus pasar yang berulang. Dalam analisis terpisah, Chiefy melihat pola historis Bitcoin menunjukkan kecenderungan serupa pada setiap siklus besar.

Chiefy memperkirakan bahwa setelah mencapai puncak di sekitar US$126.000, Bitcoin berpotensi mengalami koreksi tajam menuju area US$42.000 sebagai fase kapitulasi dalam bear market. Menurutnya, fase penurunan tersebut justru dapat menjadi fondasi bagi siklus bullish berikutnya.
Pada grafik proyeksi, setelah menyentuh area bawah di kisaran US$42.000, harga Bitcoin diperkirakan memasuki fase akumulasi dan pemulihan bertahap.
Selanjutnya, aset ini berpotensi kembali reli menuju level psikologis US$200.000 pada periode 2029 hingga 2030, seiring terbentuknya siklus baru yang menyerupai reli sebelumnya dari US$16.000 ke US$126.000.
Sementara itu, Darkfost menilai tekanan jual Bitcoin saat ini telah mendorong pasar ke zona oversold yang ekstrem. Dalam kondisi tersebut, pasar membutuhkan waktu untuk menyerap tekanan jual dan membangun kembali keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



